
Arga menciumi leher jenjang Er yang terlihat sangat menggoda. Dia menyesapnya dan meninggalkan tanda merah disana.
Lalu dia berusaha membuka dres kuning yang melekat di tubuh Erlina. Wanita itu tertawa saat Arga tak kunjung menemukan resleting dari dres itu.
Tanpa basa-basi lagi. Arga langsung merobek dress cantik itu.
" Arga ... apa yang kau lakukan? ini dress mahal kesayangan ku!!" kata Erlina mencebik.
" Aku akan mengganti nya dengan dress yang lebih cantik dan lebih mahal dari ini. Bahkan jika kau mau aku bisa membeli beserta tokonya," kata Arga yang terus merobek dress itu hingga nampak lah tubuh molek sang istri yang hanya mengenakan pakaian dalamnya saja.
Erlina reflek menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
" Tak usah menutupi nya lagi," kata Arga melepaskan tangan Er yang menutupi area dadanya.
" Arga ..." pekik Erlina saat pria itu lagi-lagi merobek renda yang ada di bra itu.
" Lain kali tak usah mengenakan nya lagi. Kau cukup melilit tubuh mu dengan handuk saja ketika di dalam kamar bersama ku," ucap Arga yang masih berusaha membuka busa yang menutupi dada Erlina.
" Apa kau gila?" sahut Er.
" Ya. Aku gila karena mu!!" tegas Arga dan langsung menyergap 2 benda bulat yang terpampang di hadapannya.
Er melengkung kan tubuhnya saat Arga dengan lihai memainkan lidah nya di atas puncak dada nya.
Pria itu seakan haus akan wanita. Tanpa rasa ampun Arga terus menghisap apa yang ada di depannya.
Hingga tercipta banyak tanda merah disana.
" Cukup Ar ... itu perih," rintih Er yang kini merasakan tak nyaman di puncak dadanya.
" Aku belum puas bermain di sini," sahut Arga dan langsung memainkan lidah nya kembali di area itu.
" Aaarr ... Please!!"
Arga langsung melepaskan pagutannya di dada bulat Er. Pria itu semakin menurunkan ciuman nya.
Er meliuk-liuk kan tubuhnya saat Arga mulai menciumi area perut nya.
Dan tibalah Arga di pangkal paha Er. Pria itu memegang kedua paha Er sambil menatap kearah milik Er yang ranum dan sangat bersih.
" Ar ... kau mau apa? Ar ... Arga!!" kata Er saat Arga mulai mendekatkan wajahnya kearah mahkota nya.
" No no no ... Arga jangan ..."
" Aaakkkhh ..." pekik Er saat Arga sudah bermuara di tempat paling sensitif itu.
" Aaar ... kau gila!!" rintih Er.
Pria itu tetap melanjutkan aksinya tanpa menggubris ocehan Er. Hingga wanita itu mendapatkan tatapan, Arga langsung menghentikan aksinya.
Dia menatap kearah Er yang tengah mengatur nafasnya, dengan seringai tipis dari bibirnya.
" Kau menikmatinya?" ejek Arga.
" Kau gila. Benar-benar gila," kata Er dengan nafas yang masih memburu.
Arga tak menggubrisnya. Pria itu langsung membuka celana boxer nya. Hal itu membuat Er kembali melihat milik Arga yang sudah siap bertarung.
" Aakh ..." Arga langsung membungkam mulut Er dengan ciuman nya saat wanita itu akan berteriak histeris.
Arga terus mencium bibir Er dengan lembut agar wanita itu kembali tenang. Er memejamkan matanya dan membalas ciuman Arga.
Dengan perlahan Arga mulai memasukkan miliknya kedalam pertahanan Er. Dengan bibir yang masih saling bertautan.
" Hemmmp ... Ahh," desah Er saat merasakan sesuatu yang keras bersarang dalam dirinya.
Pria itu mulai menggerakkan pinggulnya perlahan dan tidak melepaskan tautan bibir nya.
Lenguhan demi lenguhan terdengar saling bersahutan di kamar itu. Kini mereka mengulangi adegan panas itu.
Dan kini mereka melakukan nya di tempat yang nyaman. Yaitu di dalam kamar yang sejuk dan ranjang yang empuk.
Tidak seperti yang pertama mereka lakukan. Di pinggir kolam air terjun yang berada di tengah hutan.
Arga mulai mempercepat gerakannya. Er meneteskan air matanya saat mengingat hal menjijikkan yang dulu dia lihat saat Daddy nya bercinta dengan begitu liar di dalam kamar Momynya.
Dan kini dia melakukan hal itu juga.
Arga menghentikan gerakan nya dan mencerna apa yang dikatakan Erlina.
" Kenapa kau berhenti? ayo teruskan!!" kata Erlina.
" Apa yang kau katakan barusan? kenapa kau menangis?" tanya Arga menatap tajam mata Er yang berair.
" Itu bukan urusan mu!!"
Er langsung mendorong tubuh Arga hingga terlentang, lalu dia menindihnya.
Er mulai bergerak di atas tubuh kekar Arga. Pria itu melenguh saat merasakan miliknya menembus sempurna kedalam pangkal paha Erlina.
" Lain kali jangan pernah berhenti di tengah permainan," kata Er dengan nafas nya yang memburu.
" Kau harus menyelesaikan permainan itu apapun yang terjadi," lanjut Er.
Arga tersenyum miring melihat kelihaian Er saat bergerak di atasnya. Pria itu bangun dan langsung menyerahkan sesuatu yang bergerak indah di hadapan nya.
" No. Itu masih perih," kata Er menjauh kan kepala Arga dari dadanya.
" Sorry," sahut Arga dan langsung mengecek leher jenjang Er yang masih bergerak di atasnya.
Lalu Er mendapatkan puncaknya untuk yang kedua kalinya. Arga langsung membalik posisi mereka hingga Er menungging di hadapannya.
Pria itu langsung bergerak cepat untuk menuntaskan permainan panas itu.
" Oouuwh ... Arga!! I hate you," kata Er saat merasakan kenikmatan yang luar biasa saat bermain dengan posisi itu.
Arga mempercepat gerakannya hingga dia mendapatkan puncaknya. Lalu dia menciumi punggungnya mulus Er.
" I love you."
Er terdiam tanpa membalikkan ucapan dari Arga. Pria itu merebahkan tubuhnya dan lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
Dan dia memeluk tubuh sang istri dari belakang sambil mengatur deru nafasnya yang cepat.
Mereka hanya terdiam setelah melakukan kegiatan panas itu yang berdurasi cukup lama.
" Katakan apapun yang mengganggu pikiran mu. Maaf jika kemarin aku bersikap menyebalkan padamu," kata Arga sambil mengecup bahu Er yang terbuka.
Erlina tak menjawab. Dia hanya menatap kearah luar jendela. Dia menatap air hujan yang turun dari balik jendela nya.
" Apa yang kau pikirkan?" tanya Arga menatap wajah Er dari dekat.
Er hanya tersenyum pada Arga tanpa menjawab pertanyaan nya.
" I love you," kata Arga lagi dan langsung mendapatkan tatapan dari Erlina.
" Aku serius. I love you," kata Arga mengungkapkan perasaannya.
Er menatap mata Arga sembari mencari keseriusan disana.
" Apa aku harus menjawabnya?" sahut Erlina membalikkan badannya menghadap kearah Arga.
Pria itu tertawa.
" Tidak perlu. Cukup aku yang mencintaimu," sahut Arga.
" Terimakasih," sahut Erlina tersenyum dan memeluk tubuh Arga.
Pria itu mendekap erat tubuh sang istri dan mencium puncak kepalanya.
" Katakan apapun pada ku yang mengganggu pikiran mu," kata Arga sambil mengusap punggung polos Erlina.
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan memejamkan matanya.
Begitu pun juga Arga, Pria itu juga memejamkan matanya karena dia juga sangat lelah setelah pulang dari kegiatan berkemah nya.
Mereka pun tertidur sambil berpelukan di cuaca dingin itu. Karena di luar sedang hujan lebat.