
Arga berjalan dengan mengapit pinggang Erlina. Semua orang tampak memandang kearah pasangan itu.
Lalu seseorang tuan rumah dari pesta itu menghampiri mereka.
" Selamat datang, Tuan dan Nyonya Mahardika," kata pria paruh baya itu.
" Selamat datang, selamat menikmati pesta ini," kata wanita paruh baya yang berdiri di samping pria itu.
" Terimakasih, Uncle. Pestanya sangat meriah," sahut Arga.
" Suatu kehormatan bagi kami mendapatkan tamu penting seperti Anda, Tuan Mahardhika."
Arga tersenyum dan memperkenalkan istrinya pada pemilik pesta itu.
" Kau sangat cantik, apa kalian sudah memiliki putra? jika iya pasti dia akan sangat cantik dan tampan," kata wanita itu.
Er dan Arga tersenyum dan saling menatap.
" Kita sedang berbulan madu di sini, doakan saja semoga kita cepat mendapatkan momongan," sahut Arga sambil merengkuh pinggang Erlina.
' Oh my, aku lupa mengatakan pada Arga kalau aku ingin menunda kehamilan,' batin Erlina.
" Silahkan nikmati pesta ini, kami akan menemui para tamu yang lain."
Mereka pun pergi dari hadapan Ar dan Er.
Lalu Arga menarik tangan Er menuju kursi dan meminta makanan pada pelayan.
Arga menatap tajam kearah Erlina yang tampak salah tingkah.
" Ada yang kau sembunyikan dariku, Honey?" tanya Arga penuh selidik.
" Aku pasti akan mengatakan nya. Tapi sebelum itu, kita makan dulu karena aku sedang sangat lapar."
Lalu mereka pun makan malam bersama di pesta itu.
Tampak seorang wanita menatap tajam kearah Erlina dan Arga.
" Apa dia suami nya? pria itu sangat tampan dan hot," gumam wanita itu.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya dari belakang. Wanita itu terkejut dan menoleh.
" Apa yang sedang kau lihat, sayang?" kata seorang wanita paruh baya yang tadi menyambut Er dan Arga.
" Aku hanya melihat orang-orang yang hadir di pesta ini, Mom," sahut wanita itu.
" Jangan coba-coba kabur dari pesta ini, Gris. Karena pesta ini di adakan juga untuk pesta pertunangan mu," kata pria yang berdiri di samping wanita paruh baya tadi.
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dia adalah putri tunggal dari pasangan Glen Johnson dan Brisy Johnson.
Gris Alya Johnson wanita sombong yang tadi bertemu dengan Erlina di sebuah butik. Wanita cantik itu merasa iri jika melihat ada wanita yang lebih cantik darinya.
Glen dan Bris mengadakan pesta ini bukan hanya untuk meresmikan acara perusahaan nya. Namun juga pesta pertunangan untuk sang putri.
Dia menjodohkan putri nya itu dengan salah satu anak dari relasi bisnisnya. Dan wanita sombong itu tak bisa menolaknya karena Daddy nya mengancam akan mencabut semua fasilitas mewah nya jika Gris menolak perjodohan itu.
.
Inka tampak mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang sudah ada janji dengan nya.
Lalu tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan nya dan membawa nya keluar dari area pesta itu.
" Lepaskan aku, siapa kau?" ucap Inka.
Pria itu langsung melepaskan tangan Inka dan berdiri di hadapannya.
" Kau ... Daxon?" tanya Inka.
" Ya. Aku Daxon, aku yang sudah menghubungi mu dan membuat janji dengan mu di aplikasi dating itu," sahut Daxon.
" Kenapa kau menarik ku keluar dari acara itu?" tanya Inka.
" Aku membutuhkan bantuan mu agar aku bisa terbebas dari rencana pertunangan ku malam ini," kata Daxon.
" WHAT!!! jadi kau akan bertunangan!! Tapi kau malah mengajak ku bertemu di pesta pertunangan mu!! apa kau gila, Tuan!!" teriak Inka.
" Bisakah kau menelan kan suara mu?"
Inka langsung menggigit telapak tangan daxon yang menutupi mulutnya hingga membuat pria itu mengumpat.
" Apa kau gila, Tuan!! Aku tak mau terlibat dengan situasi ini. Aku akan pergi saja dari tempat ini," sahut Inka berbalik dan ingin pergi dari tempat itu.
Namun dengan cepat Daxon menarik tangannya.
" Kau sudah berjanji padaku, Nona Inka. Jadi kau akan ada di sini untuk membantuku!" tegas Daxon.
" TIDAK!! aku tidak akan membantumu aku tidak berjanji untuk itu!" teriak Inka dan langsung menghempaskan tangan Daxon yang memegang nya.
" Aku mohon ... aku akan membayar mu berapa pun kau mau," kata Daxon berjalan di belakang Inka.
" Kau pikir aku wanita murahan?" sahut Inka berbalik dan menatap kearah Daxon.
" Heyy ... apa kau pikir aku akan membeli tubuh mu? Cih ... kau hanya wanita biasa dan aku tak tertarik pada mu!!" tegas Daxon.
Hal itu membuat Inka sangat kesal. Dia begitu kecewa karena dia sudah berharap akan bertemu dengan seorang pria tampan yang baik untuk menjadi kekasih nya.
Namun dugaan nya salah. Dan dia malah di hadap kan dengan pria menyebalkan dengan sebuah masalah yang rumit.
" Kalau kau tak tertarik pada ku, silahkan cari wanita lain yang lebih menarik dariku. Kalau perlu carilah wanita yang ada di sebuah club yang bisa kau bayar sesukamu!!" tegas Inka dan kembali melangkahkan kakinya.
Dengan cepat Daxon mendahului langkah Inka dan menghadangnya dengan tubuh nya. Karena Inka berjalan cepat membuat nya tak bisa langsung menghentikan langkahnya secara tiba-tiba dan membuat nya terjatuh ke tanah bersama dengan Daxon.
Inka terjatuh dengan posisi tubuh nya yang berada di atas tubuh kekar Daxon. Sesaat mereka berpandangan.
" Kau cukup cantik juga dan bokong mu sangat montok," ucap Daxon dengan tangan yang mencengkram bokong sintal Inka.
Wanita itu terkejut dan membelalakkan matanya. Dia berontak dan ingin melepaskan diri dari tubuh pria itu.
Namun hal itu membuat dadanya bergesekan dengan dada bidang Daxon.
" Heii ... kau mencoba memancing ku?" ucap Daxon.
" Shut up!!" bentak Inka yang terus berontak.
Tiba-tiba Daxon menekan tengkuk leher Inka hingga wajahnya mendekat kearah wajah nya dan langsung memagut bibir manis itu.
Inka terkejut. Dia terpaku dengan apa yang di lakukan oleh pria itu.
Namun tiba-tiba terdengar suara teriakan dari seorang wanita yang tak asing bagi Inka sehingga ciuman itu terlepas.
.
.
Sementara itu di dalam pesta yang masih berlangsung. Erlina dan Arga tampak berdansa mesra di lantai dansa bersama para tamu.
Erlina mengalungkan tangannya di leher kokoh Arga dan Arga merengkuh pinggang ramping Erlina.
Mata mereka saling bertautan. Pasangan itu menjadi pusat perhatian di pesta itu, banyak orang yang membicarakan pasangan itu yang memang terlihat sangat serasi.
" Ada yang ingin kau katakan pada suami mu ini, Honey?" kata Arga menatap mata indah Er.
" Ya. Aku lupa ingin mengatakan hal ini sejak lama, namun karena kesibukan kita jadi aku melupakan nya," sahut Erlina.
" Benarkah?" sahut Arga.
" Hmmm ... tapi kau janji kau tak akan marah," ucap Erlina.
" Katakan saja ... aku berjanji tidak akan marah jika itu bukan perselingkuhan," sahut Arga yang membuat Erlina tertawa.
" Baiklah. Aku ingin menunda kehamilan ku. Maaf," ucap Erlina sambil menundukkan kepalanya.
Inka Manuella
Daxon Erkosta