Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 32



Daxon mengangkat tubuh Inka kembali ke kursi rodanya. Lalu dia mendorong kursi roda itu keluar dari kamar.


Kini Inka dan Daxon sudah ada di ruang makan. Disana sudah berkumpul semua keluarga bahkan Erlina dan Arga pun masih disana.


Suasana di pagi hari itu tampak ramai. Dan Inka sangat menikmati kebersamaan yang sangat jarang terjadi itu.


" Kalian jadi pulang setelah ini?" tanya Daxon.


" Ya. Kami tak ingin mengganggu pengantin baru ini," sahut Arga.


Semua tampak tertawa dan menatap kearah pasangan pengantin baru itu.


" Uncle Berto. Kau tidak langsung kembali ke Afrika, kan?" tanya Daxon.


Berto menghentikan kegiatan makanannya dan menatap kearah wajah tampan Daxon.


" Tidak, Dax. Ada beberapa urusan di sini jadi mungkin aku akan sedikit lama berada di negara ini," sahut Berto yang kini kembali menyantap makanannya.


" Hmmm ... itu bagus. Karena aku masih ingin Uncle ada disini," sahut Daxon.


" Tenang saja, Dax. Mommy tak akan membiarkan nya kembali lagi ke Afrika jika dia belum menemukan seorang wanita yang bisa dia ajak pulang ke Afrika," sahut Siena.


Semua terkekeh. Mereka menikmati makan pagi bersama dengan obrolan ringannya. Bahkan mereka juga menggoda pasangan pengantin baru itu.


.


.


Kini suasana di villa itu tampak sepi. Semua keluarga sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing. Begitu pun dengan Rinda beserta dua anak kembar nya, mulai hari ini dia tinggal di sebuah rumah mewah yang memang sudah di siapkan oleh Daxon.


Dan kini tinggal Daxon dan Inka yang masih berada di villa itu. Mereka sedang menikmati kebersamaan mereka di halaman belakang.


Disana terdapat sofa yang cukup panjang dan Lebar. Inka bersandar di dada bidang Daxon dan pria itu melingkar kan tubuhnya di perut Inka.


Mata mereka menatap kearah laut lepas yang ada di hadapannya. Sesekali Daxon mengecup puncak kepala Inka.


Inka mendongakkan kepalanya dan menatap wajah tampan sang suami.


Cup


Dia mengecup bibir Daxon.


" I love you," kata Inka lirih.


Cup


" I love you to," sahut Daxon setelah mengecup seluruh wajah Inka hingga wanita itu terkekeh.


" Aku ingin memiliki keluarga besar," kata Inka yang kini sudah menatap kearah pantai di hadapannya.


" Tapi aku ingin memiliki banyak anak dari mu, dan kita akan bahagia bersama anak-anak kita," sahut Inka.


Daxon tersenyum dan mengecup bahu Inka.


" Aku akan segera menanam kan banyak benih ku di rahim mu, Beby."


Inka menoleh dengan tatapan menggoda nya.


" Bisakah kau menanamkan benih itu sekarang?"


Daxon mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan dari sang istri. Lalu dia tertawa.


" Kenapa kau tertawa?" tanya Inka mencebik.


" Tapi tidak untuk hari ini, sayang. Kau baru keluar dari rumah sakit," sahut Daxon sambil mencubit gemas kedua pipi Inka.


" Tapi aku benar-benar ingin segera hamil," sahut Inka dengan nada sendunya.


Daxon tersenyum mendengar nya. Dia begitu terenyuh saat mendengar ucapan Inka yang tak sabar ingin memiliki anak dari nya.


" Baiklah. Akan ku pikirkan," sahut Daxon dan Inka langsung tersenyum.


Wanita itu kembali menoleh dan langsung memagut mesra bibir pria itu. Mendapatkan serangan nikmat seperti itu membuat Daxon senang dan langsung membalas ciuman dari sang istri dengan ciuman panas nya.


Mereka berciuman dengan begitu panas hingga Daxon merebahkan tubuh Inka dan dia mulai menindih nya.


Paha Inka sudah berada di antara pangkal paha Daxon dan bergerak menyentuh bagian bawah sang suami yang mulai aktif.


Daxon tersenyum miring dan terus melanjutkan kegiatannya. Dia melepaskan ciuman itu dan beralih menciumi leher jenjang Inka.


Wanita itu melenguh saat Daxon menyesap kulit leher nya. Bahkan sudah tercipta tanda merah disana.


Pria itu mulai membuka kancing yang ada di bagian dada dres yang di pakai Inka. Hingga nampaklah dada bulat sang istri yang tadi pagi dilihatnya.


Pria menatap dengan penuh gairah. Lalu dia mulai mengeluarkan benda itu dari balik branya dan memagut lembut apa yang ada di balik nya.


Inka melenguh seksi sambil mencengkram kuat rambut Daxon. Mereka melakukan pemanasan yang cukup lama.


Lalu Daxon menghentikan kegiatannya. Dia menatap wajah sayu Inka dan tersenyum pada nya.


" Kita lanjutkan di kamar, hmm?"


Inka langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tak menunggu lama lagi. Daxon langsung mengangkat tubuh Inka dan membawa nya masuk kedalam kamar mereka.