Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 7



Kini Inka dan Daxon tiba di mansion keluarga Erkosta. Inka membuka pintu mobil setelah melihat Daxon keluar dari mobilnya.


Wanita itu menatap bangunan yang ada di hadapannya dengan ekspresi wajah yang biasa. Karena dia memang cukup sering melihatnya.


Tapi perasaan itu mulai berbeda. Karena saat ini dia akan masuk kedalam mansion keluarga yang sebentar lagi akan menjadi keluarga nya juga.


Daxon melihat kearah Inka yang masih berdiri di samping mobilnya. Pria itu menghampiri calon istri nya dan menggandeng tangan nya.


Hingga mereka berjalan beriringan ke arah pintu mansion.


" Selamat datang, Tuan, Nona."


Sapa seorang pelayan yang bekerja disana cukup lama.


" Hmmm," sahut Daxon.


Dan terus berjalan masuk kedalam mansion.


Mereka terus berjalan menuju ruang tengah dimana Dady nya menunggu. Daxon masih menggenggam erat tangan Inka agar wanita itu tak terlalu gugup.


Saat sudah sampai di ruang tengah. Inka tersenyum, dia melepaskan tangan nya yang di genggam oleh Daxon dan langsung menghampiri ibunya.


" Aku merindukan mu, ibu."


Mereka berpelukan, dan itu terlihat sangat mengharukan karena keduanya meneteskan air matanya.


" Aku juga merindukan mu, sayang. Aku tak menyangka nasib mu akan seberuntung ini. Kau akan menikah dengan pria baik dan dari keluarga yang baik pula. Bahkan calon mertua mu bisa menerima keadaan kami yang seperti ini," kata Rinda sambil terisak.


Inka tak menjawab. Dia hanya terus memeluk ibunya yang selama ini dia tinggalkan karena pekerjaan nya.


" Dimana si kembar, Bu?" tanya Inka melepaskan pelukannya.


" Mereka sedang tidur karena kecapekan," sahut Rinda sambil menghapus sisa air mata Inka di pipinya.


Begitupun dengan Inka. Wanita itu juga mengusap air mata yang membasahi pipi ibunya itu.


Siena dan Kenta saling menatap penuh haru. Bahkan Daxon menyunggingkan senyumnya saat melihat pemandangan itu.


" Duduklah, sayang."


Inka langsung duduk di sebelah Rinda setelah mendengar perintah dari Siena.


Begitu pun dengan Daxon. Pria itu duduk di seberang Inka.


Inka dan Daxon saling menatap.


" Kenapa secepat itu, Dad?" tanya Daxon.


Kenta melirik kearah putra nya. Dia yakin bahwa putranya itu pasti akan membantahnya.


" Bukan kah kau memang ingin menikahi Inka, Son? Jadi Daddy hanya membantu mu untuk mempersiapkan semuanya. Termasuk waktu pelaksanaannya," sahut Kenta.


" Dan pertunangan kalian akan di laksanakan besok," lanjut Kenta yang cukup membuat Inka terkejut.


' Secepat ini?' batin Inka.


Rinda melihat kegelisahan pada putrinya. Dia menggenggam tangan Inka dan mengusap nya.


Inka menoleh dengan tatapan memohon. Tapi Rinda tak menghiraukan nya.


' Aku tahu kau keberatan dengan pernikahan ini, Inka. Tapi ibu mendukung karena keluarga besar ini sudah sangat berbaik hati menerima putri ku ini. Aku yakin Nyonya Siena tak akan membiarkan mu terluka apalagi menderita,' batin Rinda.


" Dad ... Tidak kah itu terlalu cepat?" tanya Daxon lagi. Pria itu masih berusaha supaya Daddy nya itu mau mempertimbangkan keputusan nya.


" Tidak. Karena aku ingin segera melihat mu menikah dan memberikan kami cucu kembar sama seperti adik Inka," sahut Kenta.


Hal itu cukup membuat Daxon dan Inka terkejut. Bahkan Inka merasa malu dan wajah nya sudah memerah.


' Sudah sejauh itu pemikiran daddy. Baiklah, aku tidak akan bermain-main lagi, lagipula itu tak akan bisa karena ada Er dan Arga yang mengawasi ku nanti nya,' batin Daxon.


Setelah mereka membicarakan rencana pertunangan dan pernikahan Inka dan Daxon. Akhirnya semua kembali masuk kedalam kamar nya karena hari sudah mulai gelap dan sebentar lagi acara makan malam.


Inka masuk kedalam kamar yang tadi di tunjuk oleh Siena. Kamar itu ada di lantai 2 dan berada tepat di samping kamar Daxon.


Wanita itu merebahkan tubuhnya di ranjang king size yang ada di kamar itu. Dia menghela nafas nya kasar dan mengusap wajahnya secara kasar.


" Apa yang harus aku lakukan? aku tidak mungkin kabur dari sini karena ibu pasti akan kecewa padaku."


Inka mengingat wajah bahagia ibunya tadi dan itu membuat nya tak tega jika dia berbuat sesuatu yang bisa membatalkan pernikahan itu.


CEKLEK


Tiba-tiba pintu kamar nya terbuka. Dia menoleh kearah pintu dan melihat pria tampan yang terlihat tengil menatap kearah nya.