Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon



" Bukankah aku sudah memperingat kan mu sejak dulu, Dax!! dan inilah yang aku takutkan!!" bentak Kenta.


Siena melepaskan pelukannya dari Rinda dan lekas menghampiri sang suami yang terlihat sangat marah pada putranya.


" Sorry, Dad. Aku tak mendengar kan mu dan aku menyesal," sahut Daxon.


" Ada apa ini? Honey ... ada apa?" tanya Siena.


Kenta dan Daxon hanya diam dan tak ada yang berani membuka suara. Hingga terdengar pintu ruangan operasi terbuka dan mereka sama-sama menoleh.


Rinda bangkit dari kursinya dan menghampiri dokter yang keluar dari ruangan itu.


" Bagaimana kondisi putri ku, Dokter?" tanya Rinda Khawatir.


Siena bergegas menghampiri Rinda begitu pun dengan 2 pria itu.


" Operasi nya berjalan dengan lancar. Kondisinya sangat stabil. Tapi kita harus melihat hasil operasi nya setelah dia tersadar."


Semua mendengar kan penjelasan dokter dengan seksama.


" Apakah separah itu, Dok?" tanya Kenta.


" Lumayan parah, Tuan. Kedua tulang kaki nya patah dan tulang lututnya pun Retak dan yang satunya berpindah posisi. Sepertinya akan butuh waktu yang lumayan lama untuk dia bisa berjalan lagi," sahut dokter itu.


" Oh my. Putri ku yang malang."


Rinda langsung lemas mendengar kondisi Inka.


Begitupun dengan Siena.


" Tapi ... Dia pasti akan bisa berjalan lagi kan, Dok?" tanya Siena dengan isakan nya.


Dia sangat khawatir jika sampai ada sesuatu yang fatal pada sang menantu.


Dokter itu tak langsung menjawab.


" Kita lihat saja besok setelah dia sadar. Saya Permisi."


Semua tampak terpaku. Rinda menangis dan Siena memeluk nya.


Lalu Rinda melepaskan pelukannya. Wanita paruh baya itu menghampiri Daxon. Dia menarik kerah kemeja Daxon.


" Bagaimana bisa kecelakaan itu terjadi, Daxon! Kenapa kondisi nya bisa separah itu?" tanya Rinda dengan Isak tangisnya.


Siena menghampiri nya dan kembali memeluknya. Dan ruangan operasi pun kembali terbuka.


Para perawat mendorong ranjang yang ada Inka di atasnya keluar dari ruangan itu. Semua tampak melihat kearah ranjang dan menghampiri ranjang itu.


Rinda semakin histeris saat melihat sang putri yang terbaring tak berdaya di atas ranjang.


Siena dan Rinda langsung masuk kedalam ruangan itu.


Sementara itu, Kenta menahan tangan Daxon yang ingin masuk kedalam ruangan itu.


" Kau masih harus menjelaskan sesuatu pada ku," ucap Kenta dengan tatapan tajam nya.


Daxon mengurung kan niatnya untuk masuk. Dan kembali melangkahkan kakinya mengikuti langkah lebar Kenta di depan nya.


Hingga mereka berhenti di taman yang ada di tengah-tengah rumah sakit. Tidak ada orang di taman itu dan hanya ada Kenta dan Daxon.


" Sekarang kau bisa jelaskan padaku."


Daxon berdiri di samping Kenta yang duduk di kursi taman.


" Dia mendengar semua nya, Dad. Dan dia sangat marah hingga langsung pergi begitu saja tanpa mau mendengar kan penjelasan ku. Aku terus mengejar nya, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga dia tak sadar bahwa ada lampu merah dan tabrakan itu pun terjadi di depan mata ku."


Daxon menundukkan kepalanya dan tak terasa buliran bening jatuh dari sudut matanya.


" Lalu bagaimana dengan wanita itu? kau harus bertanggung jawab jika memang anak yang di kandung nya itu adalah anak mu, Daxon. Aku mengajari mu untuk selalu bertanggung jawab, bukan?" sahut Kenta.


Daxon menghapus air mata nya dan menoleh pada Kenta. Pria itu berjalan menghampiri Kenta dan berlutut di hadapannya.


" Aku bersumpah itu bukan anakku, Dad," ucap Daxon.


Kenta menatap kearah sang putra yang berlutut di hadapannya.


" Apa kau punya buktinya?" sahut Kenta.


" Ya. Kiki sudah mendapatkan rekaman video saat wanita itu berbicara dengan seseorang dan dia mengatakan bahwa rencana nya dalam menjebak ku berjalan dengan lancar. Tapi aku tak tahu siapa yang sedang berbicara dengan nya," sahut Daxon.


" Itu artinya ada yang sengaja ingin menghancurkan hubungan mu dengan Inka, Daxon. Tapi siapa?"


" Aku akan menyelidiki nya, Dad."


Daxon berdiri dan duduk di samping Kenta.


" Ya. Kau harus menyelidiki hal ini sampai ke akarnya!" tegas Kenta.


Lalu mereka beranjak dari kursi dan berjalan menuju ruang perawatan Inka.


" Dad ... bagaimana kalau Momy dan Aunty tahu masalah ini?" tanya Daxon saat berjalan menuju ruangan Inka.


" Jangan sampai mereka tahu. Aku yang akan menjelaskan pada mereka jika hal ini sampai ke telinga mereka," sahut Kenta.


Daxon kali ini bisa bernafas lega karena sudah menceritakan masalahnya pada sang daddy.