Forced Wedding

Forced Wedding
21 ( Er_Ga )



Pesta pertunangan sudah berakhir. Semua tampak sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


Hanya Tita dan Lintang yang sedang sibuk mengurus acar pernikahan. Karena yang akan menikah pun tampak sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


" Bagaimana kiranya nanti hubungan Ar dan Er," kata lintang.


" Arga tampak nya sangat menyukai Er, itu sudah terlihat saat pertemuan pertama kita waktu itu," sahut Tita.


" Apa Arga akan berhasil membongkar rahasia Er?" tanya Lintang.


" Aku yakin cepat atau lambat, Arga pasti akan mengetahui rahasia itu. Kau tidak perlu khawatir tentang Er, toh dia sekarang tetap akan menikah," sahut Tita.


" Tapi entah kenapa perasaanku tidak enak, Tita. Seperti ada satu hal yang akan terjadi."


Lintang menatap kearah depan. Dia mengingat setiap masalah yang akan di buat oleh Er saat dirinya tetap di paksa untuk menikah.


Er bahkan pernah ingin lompat dari rooftop salah satu hotel milik Erlando saat dia di paksa menikah.


Dan Lintang memikirkan hal itu, dia takut putri nya itu akan melakukan hal yang aneh-aneh lagi untuk bisa membatalkan pernikahan ini.


.


.


Er berjalan mondar-mandir di ruangan tata rias tempat nya melakukan pemotretan.


" Berpikir Er berpikir, kau harus bisa membatalkan pernikahan ini. Tapi apa?" gumam Er pada dirinya sendiri.


Dia tampak sedang berpikir keras, tapi tak menemukan cara karena semua cara yang ada di otaknya sudah dia gunakan.


" Er ... berhentilah mondar-mandir seperti setrika. Aku pusing melihat mu!" kata Inka yang sejak tadi memperhatikan sikap Er.


" Bantu aku berpikir, Inka. Beri aku ide agar aku bisa membatalkan pernikahan itu," kata Er tetap mondar-mandir.


" Stop, Er. Duduk!!" tegas Inka menahan tangan Er dan mendudukkan nya di sofa.


" Rileks, Er. Kau harus tetap tenang, Ok."


" Mana bisa aku tenang, Inka," sahut Er bangkit dari sofa.


Lalu Inka menarik tangan nya agar Er kembali duduk.


" Kenapa kau bersikeras tak ingin menikah, Er? apa yang kurang dari tuan Arga? Dia tampan,sukses, kaya raya, baik juga. Lalu pria seperti apa yang kau cari?" tanya Inka.


" Tidak. Aku tidak mencari seorang pria dan aku tidak membutuhkan seorang pria, aku tidak akan menikah dengan pria manapun. Kau tahu itu," kata Er dengan penuh penekanan.


" Tapi apa alasannya? beri aku satu alasan kenapa kau tak ingin menikah?" tanya Inka penasaran.


Er tak menjawab, dia hanya menggigit jarinya dan tak berani menatap mata sahabat sekaligus manager nya itu.


" Er ... ada yang kau sembunyikan dari semua orang," kata Inka melihat kepanikan di wajah Er saat dirinya bertanya tentang itu.


Tok tok


" Apa Er sudah siap? sekarang giliran pemotretan Er," kata salah satu cru di sesi pemotretan itu.


" Ayo, kita bahas lagi ini nanti," kata Inka menggandeng tangan Er.


.


.


" Mungkin dia masih sangat marah padamu, Honey."


" Tapi tetap saja, ini kabar bahagia dari putri ku, tapi aku seakan tak punya hak untuk mengetahui tentang putriku Er," kata Edi geram.


Edi Hendarso, ayah dari Erlina pergi dari negaranya karena insiden yang terjadi padanya dulu.


Kini dia sudah menikah dengan wanita yang berasal dari Spanyol. Dan mereka di karuniai satu putra dari pernikahan nya itu.


Edi menerima semua hukuman yang di berikan oleh Erlando atas penghianatan yang dia lakukan pada lintang.


Dia kehilangan reputasi nya, dia juga harus menerima namanya yang di cabut dari nama belakang putri nya sendiri. Dan juga dia tak boleh menemui Erlina, putri satu-satunya.


Dia hanya bisa mengawasi Er dari jauh. Dan sangat mudah untuk menemukan informasi tentang Er, Karena dia seorang model yang terkenal.


" Ku harap pria itu bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna pada Erlina ku," gumamnya sambil menatap foto putri cantik nya itu.


.


.


Sementara di lain tempat. Seorang wanita paruh baya sedang meremas foto pertunangan Er yang di dapatnya dari majalah.


" Jadi gadis kecil itu akan menikah? sepertinya dia sudah melupakan perkataan ku dulu," kata Airin yang kini sudah kembali ke negara nya.


" Apa aku harus mengingat kannya lagi tentang kejadian di malam itu?" gumam nya sambil tersenyum licik.


.


Pagi menjelang, Er merasakan ada sesuatu yang berat sedang menimpa tubuh nya.


" Good morning calon istri ku."


Er membuka perlahan matanya, dia mengerjapkan matanya saat melihat wajah pria tengil yang sedang berada di hadapannya.


Er langsung bangun dan mendorong wajah Arga yang begitu dekat dengan wajahnya.


" What are you doing here?" tanya Er dengan nada ketusnya.


" Aku hanya ingin membangun kan calon istri ku," kata Arga dengan mengangkat kedua bahunya.


Er menatap tajam pria itu, lalu bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.


" Swiiiittt ... swiiit." Arga bersiul saat melihat Er yang mengenakan lingerie seksi ditubuhnya.


Er tak menggubris nya, dan terus melangkah cepat menuju kamar mandi.


Arga bangkit dari ranjang dan mendekati pintu kamar mandi itu.


" Perlu aku bantu, Er? aku bisa membantumu menggosokkan punggung mulus mu itu!!" teriak Arga dari balik pintu.


" Shut up, Keluar dari kamar ku sekarang juga!!" teriak Er dari dalam kamar mandi


Arga tertawa mendengar perkataan Er.


" Aku tunggu di ruang makan, Er. Cepatlah!!" teriak Arga.


Lalu keluar dari kamar Erlina.