Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 4



Inka keluar dari kamar dan melihat Erlina sudah ada di ruang makan menyiapkan makan pagi.


" Kau asisten ku tapi malah aku yang menyiapkan makanan untuk mu, ck CK CK," kata Er mengomel.


" Sesekali juga tak apalah, Er," sahut Inka tak bersemangat.


Wanita itu langsung duduk dan mengambil roti panggang yang tersaji didepannya.


" Letakkan roti itu ke tempat nya!" tegas Er sambil memukul tangan Inka.


Inka hanya cemberut dan meletakkan kembali roti itu.


" Kita akan makan bersama sebentar lagi. Aku akan memanggil suamiku dan kau pergilah panggil calon suami mu," kata Er sambil berjalan menuju kamar nya.


" CK. Calon suami dia bilang," celetuk Inka bangkit dari kursinya dan berjalan dengan malas menuju kamar Daxon.


Tok Tok Tok


Inka mengetuk pintu kamar pria itu berulang kali namun tidak ada jawaban dari dalam.


" CK, dia tidur apa mati," gumam Inka.


Lalu dia membuka pintu nya yang ternyata tak terkunci.


Inka hanya mengintip kedalam kamar itu dan tak berani untuk masuk. Dia melihat Daxon yang tertidur pulas di ranjang dengan bertelanjang dada.


Wanita itu menelan saliva nya dengan susah payah saat melihat tubuh berotot pria itu.


Lalu dia mengerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya agar kembali fokus.


" Fokus Inka, fokus," kata Inka pada dirinya sendiri.


Lalu dia memberanikan untuk masuk tanpa menutup pintu nya karena dia takut pria itu berbuat macam-macam padanya.


" Heii ... Bangun tukang tidur. Ini sudah pagi, ayo cepat bangun," kata Inka sambil mengguncang pundak pria itu.


Namun usahanya sia-sia karena pria itu sama sekali tak merespon.


Dia kembali mengguncang tubuh pria itu dengan lumayan keras dan mendekatkan tubuhnya ke ranjang.


" Heii ... Bangun dong. Dasar tukang molor, " kata Inka lagi.


Pria itu menggeliat kan tubuhnya dan menarik lengan Inka hingga terjatuh keatas ranjang. Lalu dia memeluk erat tubuh Inka layaknya sebuah guling.


" Hmmm ... pagi yang hangat," gumam Daxon sambil memejamkan matanya.


" Lepaskan aku!! dasar brengsek!!" teriak Inka berontak namun dia tetap tak bisa lepas dari pelukan pria itu.


Daxon hanya tersenyum tipis tanpa membuka matanya. Sebenarnya dia sudah bangun namun dia ingin mengerjai wanita itu.


Namun pria itu malah mempererat pelukannya dan satu tangan nya tak sengaja menyenggol dada wanita itu.


" Jauhkan tangan mu itu, Brengsek!" tegas Inka yang terus berusaha melepaskan diri dari pria itu.


Namun bukan Daxon namanya jika tak memanfaatkan momen intim itu.


Dengan cepat dia langsung menangkup benda bulat nan kenyal itu. Hingga membuat Inka terkejut dengan aksi nekat pria itu.


" Dada mu lumayan montok," kata Daxon berbisik di telinga Inka.


" Aaaarrgghhhh ... Lepaskan tanganmu dari dadaku!!!" teriak Inka yang terdengar oleh Er dan Arga yang sedang melewati kamar itu.


Lalu Inka mengambil tangan Daxon yang ada di dadanya dan menggigitnya hingga pria itu berteriak kesakitan dan melepaskan pelukannya.


" Kalian ini sedang apa?" kata Arga melihat kearah 2 insan yang tengah bergulat di atas ranjang.


Daxon menoleh pada Arga.


" Kami hanya sedang latihan untuk menghadapi malam pertama kita nanti," kata Daxon yang membuat Er dan Arga menggeleng kan kepalanya dan menutup pintunya.


" Dasar pria mesum, Brengsek! Bad boy, play boy. Kau pantas nya menjadi seorang gigolo dari pada seorang suami!!" kata Inka mengomel sambil berjalan kearah pintu dan keluar dari kamar itu.


Daxon tampak tertawa dan menggelengkan kepalanya mendengar celotehan Inka yang menurut nya sangat lucu. Lalu dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tak lama setelah itu dia langsung keluar dari kamarnya dan bergabung dengan semua orang di ruang makan.


" CK. Kau ini benar-benar lambat," kata Inka.


" Ternyata kau sudah tak sabar untuk melayani calon suami mu ini, sayang," goda Daxon sambil mencolek dagu Inka.


Wanita itu langsung menatap tajam kearah pria itu. Dan langsung menyantap makanannya.


Er terlihat sedang melayani suami nya dengan penuh kasih sayang. Dia mengambil kan makanan dan minuman untuk Arga dan meletakkan nya di depan sang suami.


" Thank you my wife," kata Arga tersenyum pada Er.


" Hmm ... makanlah," kata Er yang kemudian duduk di kursi yang ada di sebelah Arga.


Daxon dan Inka tampak menatap kearah pasangan suami istri itu. Lalu mereka saling menatap dengan mulut yang sedang mengunyah.


" Apa kau bisa bersikap manis padaku nantinya? seperti yang di lakukan Er pada Arga?" tanya Daxon.


" Bisa. Tapi nanti setelah aku jatuh hati padamu. Namun jika tidak, jangan harap aku akan bersikap manis padamu!" tegas Inka.


" Kau akan jatuh hati padaku setelah bercinta dengan ku nanti. Lihat saja ..."


Inka memutar bola matanya dan mengalihkan pandangan nya. Sementara Arga dan Erlina tertawa melihat tingkah 2 insan itu.