
Inka tersenyum saat melihat sang suami yang muncul dari balik pintu. Pria itu berjalan menuju ranjang dan duduk di samping Inka.
Cup
" Morning kiss," kata Daxon lirih setelah mengecup sekilas bibir Inka.
Inka tersenyum dan ikut mengecup bibir Daxon.
" Morning kiss untuk suami ku," sahut Inka dan mereka sama-sama tertawa.
Lalu Daxon langsung mengangkat tubuh Inka dari ranjang.
" Dax ... apa yang kau lakukan," ucap Inka sambil melingkarkan tangannya di leher kokoh Daxon.
" Kita akan ke kamar mandi, aku akan membantumu membersihkan tubuh mu, Beby," sahut Daxon.
Pipi Inka langsung memerah saat mendengar ucapan dari Daxon. Sungguh hati nya langsung berdebar saat itu juga karena dia memang sangat polos dan tak pernah memperlihatkan lekuk tubuh nya pada pria manapun.
Daxon mendudukkan Inka di meja marmer yang ada di depan cermin. Sesaat mereka bertatapan.
" A-aku bisa melakukan nya sendiri, Dax. Kau tunggulah di luar, aku akan memanggil mu jika aku butuh bantuan mu," kata Inka.
Daxon masih menatap wajah memerah Inka sambil tersenyum tipis. Lalu tangan nya mulai membuka kemeja yang dikenakan oleh Inka.
" A-apa yang kau lakukan, Dax?" tanya Inka gugup.
Daxon masih melanjutkan kegiatannya membuka kancing kemeja Inka.
" Aku akan membantumu, Beby. Kau istri ku dan hanya aku yang boleh melakukan ini padamu," sahut Daxon.
Nafas Inka semakin memburu. Dia merasa gugup dan hatinya berdebar.
' Oh my. Bagaimana jika dia tergoda dan melakukan hal itu?' batin Inka.
Tadi malam sebelum mereka tertidur. Inka minta ke kamar mandi, dia mengganti bajunya sendiri di kamar mandi saat Daxon tengah sibuk mengangkat telepon dari ponsel nya.
Dan pagi ini, seperti yang dia takutkan. Pria itu membantu nya membersihkan diri bahkan Daxon juga ikut membuka kan kemeja yang di kenakan Inka.
Daxon semakin susah menelan saliva nya saat dia sudah selesai membuka seluruh kancing kemeja Inka.
Matanya menatap kearah mata Inka dengan tangan yang sudah bergerak melepaskan kemeja putih yang melekat di tubuh Inka.
Dia sengaja memfokuskan matanya dengan wajah Inka karena dia takut kehilangan kendali jika melihat tubuh Inka yang kini hanya tersisa pakaian dalam nya saja.
" Maaf ... jika kau harus menahannya," ucap Inka lirih.
" Sssttt ... aku akan menunggu saat waktu nya tiba," sahut Daxon.
Pria itu mengambil handuk kecil dan membasah kan kain itu. Lalu dia mulai membasuh tubuh Inka dengan handuk itu.
Matanya masih fokus menatap wajah Inka. Namun tangan nya Bergerak membasuh tubuh Inka.
" Kau tak tertarik melihat tubuh ku?" tanya Inka.
Daxon tersenyum miring dan sesekali melihat kearah tangan nya yang sedang mengusap lengan Inka.
" Aku hanya tak ingin kehilangan kendali jika aku melihat tubuh mu, Beby," sahut Daxon kembali menatap wajah Inka.
" Tapi aku tak masalah jika kau kehilangan kendali," sahut Inka yang membuat Daxon menghentikan kegiatannya dan menatap tajam kearah Inka.
Inka melingkar kan tangan nya di leher kokoh Daxon dan membusung kan dadanya.
" Kau suami ku dan aku istrimu, aku hanya sedang cidera kaki dan kaki ku masih bisa bergerak meskipun masih terbatas. Tapi Inti tubuh ku sedang tidak cidera, Beby."
Daxon tertegun saat mendengar perkataan dari sang suami. Dia masih menahan diri untuk tak melakukan hal itu karena dia ingin melakukan hal itu saat Inka benar-benar pulih.
Pria itu ingin hal yang berkesan saat melakukan nya dengan sang istri. Daxon Mendekat diri pada Inka dan mendarat kan dagunya di bahu indah Inka.
Dia mengusap punggung Inka sembari menciumi bahu Inka hingga ke leher nya.
Inka merasa darahnya berdesir dan tubuh nya meremang saat Daxon mengecupi leher jenjang nya.
Lalu Daxon menegakkannya kembali tubuhnya dan beralih ke bagian depan tubuh Inka.
Pria itu menghela nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan. Agar dia bisa fokus dengan pekerjaan yang sangat menguji nya kali ini.
Inka tersadar sambil menatap wajah tegang Daxon. Dia tahu jika sang suami sedang berusaha dengan begitu keras untuk tetap bisa berkonsentrasi.
Dan dia memutuskan untuk tak menggoda sang suami. Hingga menit pun berlalu kegiatan itu pun berakhir.
Daxon mengangkat tubuh Inka dan membawa nya ke ranjang. Dia mengambilkan dress secara acak dari lemari dan memakai kan nya pada tubuh Inka.
Dia bahkan ikut menggantikan pakaian dalam Inka dan memasangkan kan branya.
Dan dia bisa melewati ujiannya kali ini.