
Inka bergegas masuk kedalam mobil dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Dia menginjak gas nya dan membuat mobil itu melaju dan keluar dari halaman mansion.
Dia mengikuti mobil Daxon yang ada di depannya. Inka curiga jika pria itu akan bermain bersama wanita lagi, pikir nya.
Daxon mengemudikan mobilnya menuju sebuah club dimana wanita itu bekerja. Dia tak menyadari ada sebuah mobil yang mengikuti nya hingga dia menghentikan mobilnya didepan sebuah club.
Inka menghentikan mobil jauh di belakang mobil Daxon. Dia memilih memarkir kan mobilnya di tempat lain.
Wanita itu membuka pintu mobil dan bergegas menyusul Daxon yang ternyata sudah masuk kedalam club itu.
" Ternyata benar dugaan ku, dia ke tempat menjijikkan ini."
Inka melanjutkan langkahnya menuju pintu masuk club itu.
Dia masuk dan mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang baru saja di ikuti nya. Lalu dia melihat pria itu sedang naik ke lantai dua dan berjalan menuju ruangan VVIP.
Inka berjalan perlahan dan mengikuti Daxon. Sampai pria itu duduk di sofa yang membelakangi nya. Inka bersembunyi di balik tembok yang ada di belakang Daxon.
Dia mengintip dan melihat ada seorang wanita cantik yang berpenampilan seksi duduk disofa yang ada di samping Daxon.
" Kau sudah memikirkan nya, Daxon? kau mau bertanggung jawab dan menikahi ku, kan?" kata wanita itu dengan ekspresi wajah yang dibuat sesedih mungkin.
' Bertanggung jawab? apa maksudnya?' batin Inka.
" Tidak!! karena aku sangat yakin jika itu bukan anak ku!!"
Deg
Inka terkejut. Tubuhnya kaku dan hati nya merasa sesak.
" Ini anak mu, Daxon. Terakhir kali aku melakukan nya dengan mu!!" tegas wanita itu dengan air mata yang sudah menetes.
" Tidak!!! aku sangat yakin itu bukan anakku!! kau hanya ingin menjebak ku!!" tegas Daxon.
Inka mendengar semua pembicaraan itu. Dan tak terasa air matanya mulai mengalir.
" Kita akan melakukan tes DNA. Jika itu benar-benar anakku, maka aku akan bertanggung jawab dan membiayai nya sampai dia terlahir. Tapi kalau ternyata itu terbukti bukan anakku, maka kau akan ku seret kedalam penjara karena sudah mencemarkan nama ku!!!" tegas Daxon.
Pria itu berdiri dan memutar tubuhnya berbalik. Dia terpaku dan tak melanjutkan langkahnya saat sudah melihat Inka di hadapannya.
" Inka," gumam nya perlahan.
Dia menatap wajah cantik Inka yang memerah karena habis menangis. Bahkan air matanya masih menetes dan membasahi pipinya.
PLAAKKK
Inka menampar pipi Daxon dengan begitu keras. Dan langsung pergi dari hadapannya tanpa mau mendengar kan penjelasan dari pria itu.
" Shiiit ..." umpat Daxon sambil memegang pipinya.
Dia bergegas meninggalkan tempat itu dan mengejar Inka yang sudah berlari keluar dari club. Tanpa memperdulikan teriak dari wanita yang bertemu dengan nya tadi yang terus memanggil nama nya.
Dia berlari keluar dari area parkiran club dan menuju tempat dimana dia memarkir kan mobilnya.
Wanita itu memencet tombol yang ada di kunci agar kunci mobilnya terbuka secara otomatis.
Dia membuka pintu mobil nya dan langsung masuk kedalam mobil itu. Sejenak dia hanya duduk sambil menyandarkan kepalanya di kursi kemudi nya.
Air matanya terus mengalir seiring rasa sesak yang dia rasakan di dalam dadanya.
" Shiiit ... kenapa aku menangis? aku sudah tahu siapa Daxon dan seharusnya aku tahu ini pasti akan terjadi," gumam Inka sambil mengusap air matanya.
Dia memasang sitbelt nya dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Sementara itu, Daxon baru keluar dari dalam club dan sedang mencari keberadaan Inka diarea parkiran.
Pria itu melihat kearah pinggir jalan dan melihat mobil milik keluarga nya yang baru keluar dari area parkiran yang ada di sebelah club.
Daxon yakin bahwa mobil itu adalah mobil yang di tumpangi oleh Inka. Dia menekan tombol di kunci mobilnya dan segera masuk kedalam mobil itu.
Dengan cepat dia menyalakan mesin mobilnya dan mulai menginjak gas nya. Mobil itu melaju dan keluar dari area parkir.
Daxon mengikuti mobil Inka yang melaju dengan kecepatan tinggi di depan nya. Dia pun juga melakukan hal yang sama.
Dan terjadilah kejar-kejaran di tengah jalan yang sepi itu.
TIN TIN
" Inka hentikan mobil mu!!!" teriak Daxon dengan kepala yang muncul dari balik jendela mobilnya.
Inka tak menghiraukan nya. Dia terus menatap kearah jalanan di depan nya dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
TIN TIIINNN
Daxon kembali membunyikan klakson mobil nya. Dia menginjak gas nya hingga bisa memposisikan mobilnya di samping mobil Inka.
Dia membuka jendela di sebelahnya dan melihat kearah Inka yang ternyata juga membuka kaca jendela mobilnya.
" BERHENTI, INKA!!! AKU AKAN MENJELASKAN SEMUANYA!! INI SALAH PAHAM!!!" teriak Daxon.
" BULSHIT!!! TIDAK PERLU MENJELASKAN SESUATU KARENA AKU SUDAH MENDENGAR SEMUA NYA!!" teriak Inka.
" PELAN KAN MOBIL MU!!! BERBAHAYA MENGENDARAI MOBIL SEPERTI INI, INKA!!"
Namun Inka tak menjawab. Dia malah mempercepat laju mobil nya, dan tiba-tiba lampu hijau berubah menjadi merah.
Inka tak menyadari hal itu. Dia terus menginjak gas nya dan tiba-tiba ada sebuah truk yang muncul dari arah samping.
BRAKK ... BRUUK ... BRAAKK.
Kecelakaan pun tak dapat di hindari. Mobil Inka tertabrak oleh truk dengan sangat keras hingga membuat mobil itu terguling dan menabrak tiang listrik.
" INKAAAA!!" teriak Daxon saat kecelakaan itu terjadi di depan matanya.