Forced Wedding

Forced Wedding
25 ( Pernikahan )



Arga sudah tiba terlebih dulu ke gedung yang akan menjadi tempatnya mengucap janji suci pernikahan.


Dia berjalan masuk kedalam gedung itu dengan tatapan tajam nya yang menghadap ke depan. Serta tubuh tegap nya yang terbalut dengan setelan jas berwarna putih dengan bunga yang menghiasi saku di depan dadanya.


Tampak para pelayan wanita yang sedang berpapasan dengan nya menatap kearah Arga tanpa berkedip saat melihat pria tampan yang melewati nya. Mereka terpaku dan terpesona pada Arga yang notabene adalah pengantin pria yang akan menikah di gedung itu.


Kini dia sedang bercengkrama dengan kakek Erlando dan juga bram. Dia menjelaskan apa yang terjadi barusan di pant house milik Er.


" Gadis itu benar-benar. Ada saja usaha yang akan dia lakukan untuk menggagalkan setiap perjodohan yang sudah aku rencanakan," kata Erlando sambil menggelengkan kepalanya.


" Sudah berapa kali Uncle menjodohkan Er?" tanya Bram.


" Sudah tak terhitung. Sebenarnya bukan sebuah perjodohan. Karena mereka sendiri yang menemui ku dan langsung melamar Er padaku. Ya aku menerima nya dengan senang hati," kata Erlando yang membuat Arga tersenyum miring.


" Dan mungkin hanya Arga yang bisa melewati setiap drama yang dia buat," sahut Bram yang membuat Erlando tertawa pelan.


" Ku harap kau bisa menghadapi setiap kenakalannya, Arga. Aku percaya padamu," kata Erlando sambil menepuk pundak Arga.


Arga hanya menanggapinya dengan tersenyum.


" Tuan. Apa kita bisa memulai acara pernikahan ini? Pengantin wanita sudah sampai dan dalam perjalanan menuju kemari," kata salah satu asisten Erlando.


" Hmmm, langsung mulai pernikahan ini," sahut Erlando.


Pernikahan pun dimulai. Arga berdiri di sebelah kiri tepat depan pelaminan yang kini sudah ada penghulu dan pihak dari catatan sipil.


Tak Tok Tak Tok


Terdengar suara high heels yang melangkah dari arah pintu megah ballroom. Semua orang yang ada didalam ruangan itu melihat kearah asal suara. Termasuk Arga.


Nampaklah Erlina yang berjalan dengan anggun layaknya sedang melangkah di atas panggung catwalk dengan senyuman yang tersinggung dari bibir manisnya.


Dia terlihat sangat memukau dengan gaun yang sangat cantik membalut tubuhnya. Semua orang terpesona melihat kecantikan Erlina yang tak biasa. Dia terlihat sangat bersinar bak putri di negeri dongeng dengan mahkota kecil yang menghiasi kepalanya.


Arga menatap takjub pada sang pengantin. Senyum nya tersungging seakan dia tersihir oleh kecantikan Erlina untuk yang kesekian kalinya.


" She's my Queen," gumam Arga pelan.


Arga langsung mengulurkan tangannya pada sang pengantin. Dan Er pun menerima uluran tangan dari Arga dengan ekspresi nya kembali datar saat sudah ada di hadapan Arga.


Lalu mereka mengucapkan janji suci pernikahan dan menandatangani berkas pernikahannya.


Arga mendekatkan dirinya pada Er. Matanya menatap tajam mata indah Erlina. Dia merengkuh pinggang ramping Er dan mata meraka saling bertautan bahkan tak berkedip.


Erlina meletakkan kedua tangannya di dada bidang Arga, lalu mendongakkan kepalanya menatap Arga dan Arga menundukkan kepalanya. Dia mendekatkan bibirnya pada bibir manis Er dan mengecupnya sekilas.


Er merasakan detak jantung nya yang cepat saat pria itu menciumnya dan bertatapan dengan Arga se intens itu.


Lalu Arga mendekatkan bibirnya ke telinga Er. Er merasakan deru nafas Arga yang menerpa telinga nya dan hal itu membuat darah nya berdesir.


" Welcome to my world, my Queen. Kau tak akan sebebas dulu dan aku akan mengurung mu di mansion ku," bisik Arga sambil tersenyum smirk.


Lalu Er berjinjit dan mendekatkan bibirnya ke telinga Arga.


Semua para tamu bertepuk tangan meriah melihat kemesraan pasangan pengantin baru itu. Termasuk semua keluarga Er dan Ar yang tampak sangat bahagia melihat pernikahan itu sudah berlangsung setelah berbagai penolakan dan drama dari Er.


" Aku sangat bahagia bisa menyaksikan pernikahan cucuku," kata Leni tersenyum tapi air mata matanya menetes.


Erlando merangkul bahu sang istri dan mengusap lengannya.


" Hmmm, aku juga bahagia dan juga tenang karena sudah menyerahkan Er pada Arga," kata Erlando tersenyum melihat Er dan Ar yang terlihat bahagia.


Erlina melihat wajah kakek dan neneknya yang begitu bahagia melihat pernikahan itu. Dan itu membuat Er cukup lega karena setidaknya dengan dia menikah dengan Arga cukup membuat Erlando dan Leni bahagia.


Namun di balik itu semua yang terjadi sebenarnya adalah kebencian yang sangat amat di hati Er pada Arga yang kini sudah sah menjadi suami nya.


Semua para tamu dan keluarga pun bersalaman pada sang pengantin dan memberi selamat saat pasangan itu sudah berdiri di atas pelaminan.


Senyum Er tersungging sepanjang acara berlangsung. Dan itu bertolak belakang dengan apa yang sebenarnya dia rasakan.


Er sebenarnya sangat khawatir jika berita pernikahan ini sampai di telinga wanita yang menelepon nya beberapa hari yang lalu.


Tapi dia menepis ke khawatir nya itu jauh-jauh, dan sangat yakin bila dia pasti sangat bisa menghadapi wanita itu jika sampai muncul di hadapan nya.


Arga melihat senyuman yang tersinggung dari bibir Er. Dan dia pun berbisik.


" Sepertinya kau terlihat sangat bahagia menikah dengan ku."


Er menoleh dan menatap tajam Arga yang kini sudah mengalihkan pandangannya pada para tamu.


" Ya, aku sangat bahagia hingga tak sabar ingin bercinta dengan mu. Ku harap kau punya stamina yang cukup kuat saat menghadapi ku di ranjang nanti, Pak Tua!" kata Er pelan tapi penuh dengan penekanan.


" Kau mau membuktikan nya sekarang?" kata Arga mendekatkan wajahnya ke telinga Er tapi tatapan nya masih tertuju ke depan.


" Ck." Er hanya berdecak tanpa melihat kearah Arga yang tersenyum miring.


.


.


Dari kejauhan. Ada sepasang mata yang menatap tajam kearah pasangan pengantin baru yang terlihat sangat berbahagia itu.


" Jadi kau bahagia dengan pernikahan ini, gadis kecil?" kata Airin lirih.


Dia menyamar agar bisa masuk kedalam acara pernikahan itu. Untuk memastikan apakah benar itu pernikahan Er atau bukan.


Lalu berbalik ingin pergi dari acara itu tapi tiba-tiba ada yang memanggilnya.


Senyumnya tersungging saat mendengar suara yang sangat dia kenal, lalu membalikkan tubuhnya.


" Kau memanggilku?" kata Airin berbalik menghadap lintang.


Lintang tampak terkejut mendengar suara yang sangat dia kenal. Dia menatap wanita yang ada di hadapannya itu dan saat bertatapan dengan mata nya, dia sangat yakin bahwa wanita itu adalah Airin.


" Tampak nya gadis kecil mu sangat bahagia dengan pernikahan nya ini. Sampai kan selamat dariku atas pernikahan itu," kata Airin lalu bergegas pergi meninggalkan lintang yang masih terpaku ditempatnya berdiri.