Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 26



Kini Inka dan Daxon sudah Resmi menjadi sepasang suami istri. Semua keluarga tampak sangat bahagia dan mengucapkan selamat untuk kedua mempelai.


Inka terlihat sangat cantik dengan dress yang di bawakan oleh Erlina. Dan wajah wanita itu juga di rias hingga membuat nya terlihat semakin cantik.


" Selamat atas pernikahan mu, Inka. Aku bahagia melihat mu bahagia," ucap Erlina sambil memeluk tubuh Inka yang duduk di kursi roda.


" Terimakasih. Kau memang sahabat terbaikku," ucap Inka.


Lalu Erlina menatap tajam kearah Daxon.


" Kenapa kau menatap ku seperti itu?" kata Daxon.


" Kau harus melayani nya, menjaganya dengan ekstra dan juga membahagiakan nya. Jika tidak maka aku akan membawa Inka pergi bersama ku!" tegas Erlina.


" Heii, Ar! Jaga istri mu, jangan sampai aku melemparkan buket bunga ini ke wajah nya," ucap Daxon.


" Jika kau melakukan itu maka kau siap berurusan dengan ku," sahut Arga.


" CK. Kalian memang pasangan yang serasi. Sama-sama menyebalkan!!"


Inka dan Erlina hanya terkekeh. Sementara Arga membisikkan sesuatu di telinga Arga.


" Sepertinya kau harus menunda malam pengantin mu. Bersabarlah sedikit, Dude."


Daxon berdecak karena perkataan Arga.


" Aku masih bisa melakukan nya dengan banyak cara. Dia hanya tak bisa berjalan, dan liangnya masih bisa ku sentuh," sahut Daxon sambil berbisik.


" CK CK CK. Dasar maniak!" ejek Arga.


" Lalu kau apa? kau bahkan melakukan hal itu pertama kalinya di dalam hutan belantara," sahut Daxon terkekeh.


" Itu sebuah tantangan tersendiri, Dax. Kau bahkan tak akan berani melakukan nya, itu sangat seru!" sahut Arga.


" CK. Untuk apa melakukan hal itu di dalam hutan selagi ada ranjang empuk disini," sahut Daxon.


Arga terkekeh mendengar ucapan Daxon dan mereka melanjutkan obrolan random nya.


Sementara Inka dan Erlina terlihat sedang saling sharing tentang masalah wanita.


.


.


Malam menjelang.


Semua keluarga tampak berkumpul di halaman belakang villa. Disana sudah siap untuk merayakan pesta kecil-kecilan untuk pernikahan Daxon dan Inka.


Mereka akan pesta Barbeque dan makan malam bersama keluarga besar. Bahkan saat ini sudah ada kedua orang tua Arga dan juga Lintang, Momy Erlina.


" Selamat atas pernikahan kalian, aunty mendoakan yang terbaik untuk mu, Inka," ucap Lintang sambil mengusap puncak kepala Inka dan mencium kedua pipinya.


" Terimakasih, Aunty. Terimakasih sudah mau datang di acara sederhana ini," sahut Inka tersenyum.


" It's oke, Sayang."


Lintang langsung bergabung dengan yang lain setelah mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


Lintang tersenyum dan menghampiri sang putri. Mereka berpelukan karena memang cukup lama terpisah.


" Apa Momy sudah menemukan seorang pria?" tanya Erlina tiba-tiba.


" Er ... apa yang kau bicarakan!!" tegas Lintang.


" Bukan kah Momy juga harus menikah? lihatlah di sekeliling mu, Mom. semua nya memiliki pasangan hidup," ucap Erlina yang membuat semuanya tertawa.


" Tapi ibu tidak, Er!" teriak Rinda sambil membalik daging yang masih ada di pemanggang.


" CK, ibuu!!! diamlah!!" sahut Erlina mencebik.


" Berhenti bersikap kekanak-kanakan, Er. Kau sudah dewasa dan sudah tak membutuhkan sosok daddy, kan?" sahut Lintang yang kembali membuat semua tertawa.


" CK, Momy!!! bukan itu tujuan ku!! tapi aku ingin melihat Momy bahagia dan tak kesepian!" ucap Erlina yang masih berusaha membujuk sang Momy.


" Tidak. Mony tidak pernah kesepian karena masih banyak pelayan dan pegawai Momy yang siap untuk menemani Momy," sahut Lintang.


" Huuffft ... Momy benar-benar keras kepala," kata Erlina mencebik.


" Sama seperti kau, Honey," kata Arga yang membuat Er semakin kesal.


Lintang menggeleng kan kepalanya melihat tingkah putri nya yang masih saja menyuruh nya untuk segera menikah.


Dia berbalik dan ingin menghampiri Rinda namun tiba-tiba dia menabrak tubuh tegap seorang pria paruh baya yang masih tampan dan berwibawa.


" Maaf, Nyonya. Aku tak tahu kau akan berbalik," ucap pria itu dengan suara bariton nya.


" Eemm ... ya. aku juga minta maaf, permisi!" Lintang langsung pergi dari hadapan pria itu.


Sementara pria itu tampak menatap nya. Lalu dia kembali melanjutkan langkahnya untuk menghampiri kedua mempelai.


" Heii ... Boy!"


" Uncle! akhirnya kau datang juga," ucap Daxon bangkit dari kursinya dan memeluk tubuh gagah Uncle nya.


Mereka berpelukan sedikit lama karena memang sangat lama tak bertemu.


" Aku tak menyangka kau akan menikah secepat ini," kata Pria itu yang tak lain adalah Adik dari Siena.


" Aku sudah menemukan pawang ku, Uncle. Jadi aku langsung mengikatnya menjadi milikku sepenuhnya," sahut Daxon.


" Ah ya. Beby ... Perkenalkan ini Adik dari Momy. Nama nya Uncle Berto," kata Daxon memperkenalkan uncle nya pada Sang istri.


" Halo, Uncle. Namaku Inka, senang bertemu dengan mu, Uncle."


Pria paruh baya itu berlutut dan mengulurkan tangannya pada Inka.


" Selamat atas pernikahan mu, Inka. Semoga kau bahagia, jika pria ini berulah maka kau cukup katakan itu pada uncle karena Uncle yang akan langsung menghajar nya," kata Berto.


Inka terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.


" Silahkan menikmati pesta sederhana ini, Uncle," kata Inka.


Dan pria paruh baya itu pun langsung pergi dari hadapan Kedua mempelai dan menghampiri sang kakak, Siena.