
Ke esokan harinya. Hari pertunangan Inka dan Daxon. Semua pelayan di mansion itu tampak sangat sibuk mempersiapkan semuanya.
Halaman depan mansion itu sudah di sulap begitu indah dengan bunga yang tertata rapi. Bunga yang bernuansa putih lengkap dengan kursi dan meja yang sudah tertata rapi.
Tidak ada foto yang terpajang dan hanya nama Inka dan Daxon yang terpampang.
Rinda dan Siena sudah mulai di sibukkan dengan menyambut para tamu yang mulai berdatangan.
Sementara Daxon. Pria itu masih terlelap di kamar nya karena semalam dia tidur bergitu larut karena harus menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.
Arga dan Erlina sudah datang. Mereka sengaja datang lebih awal karena ingin memastikan sahabatnya.
" Haii ... Ibu. Senang bertemu dengan mu disini," kata Er berpelukan dengan Rinda. Wanita itu juga memanggil Rinda dengan sebutan ibu karena wanita itu yang meminta nya.
" Halo sayang. Ibu juga sangat senang kembali bertemu dengan mu," sahut Rinda mengusap punggung Erlina.
" Hallo ... Aunty, senang bertemu dengan mu," kata Er saat melepaskan pelukannya dengan Rinda dan kembali memeluk Siena.
" Haii ... Sayang. Kau sangat cantik, pantas saja Arga tergila-gila pada mu," sahut Siena yang sudah mengenal Arga.
Erlina tersenyum menawan. Dia melepaskan pelukannya dan menatap kearah pria yang berdiri di sampingnya.
" Ah ya. Dimana Inka dan Daxon Aunty?" tanya Erlina.
" Inka sedang di kamar nya, dia sedang di rias. Dan kalau Daxon terakhir kali aku lihat dia masih terlelap," sahut Siena.
" What ... Aku akan langsung mengguyur nya dengan air dingin jika dia masih saja terlelap," sahut Arga geram.
" Lebih baik kalian menghampiri mereka. Kamar Inka berada di sebelah kamar Daxon sayang."
" Baiklah. Kita masuk dulu, Aunty," sahut Erlina dengan senyum cantiknya.
.
.
Kini Er dan Ar sudah tiba di lantai 2. Mereka berdiri di pintu kamar yang berdampingan.
Arga berdiri tepat di depan kamar Daxon. Sementara Erlina berdiri di depan kamar Inka.
Mereka tersenyum dan sama-sama masuk kedalam kamar itu.
CEKLEK
Pintu kamar itu terbuka. Inka menoleh dan melihat sahabat nya muncul dari balik pintu.
Er menutup kembali pintu itu dan berjalan kearah Inka yang masih di rias oleh 2 orang perias profesional disana.
" Kau sudah datang, Er?" tanya Inka.
" Hmm ... aku ingin melihat persiapan mu," sahut Inka yang kini duduk di tepi ranjang dan menatap Inka lewat pantulan cermin yang ada di hadapannya.
.
Sementara di kamar sebelah. Arga menggeleng kan kepalanya saat membuka pintu kamar Daxon yang tak terkunci.
Pasalnya, pria itu melihat Daxon yang masih terlelap dengan posisi telungkup. Arga masuk dan kembali menutup pintu nya.
" Dasar tukang molor," gumam Arga sambil berkacak pinggang.
Pria itu tersenyum miring saat terlintas pikiran jahilnya. Dia melangkahkan kakinya kearah kamar mandi.
Dia mengambil gayung dan menyalakan air dingin. Dia keluar dari kamar mandi membawa keluar gayung yang sudah berisi setengah air dingin.
Dengan seringai tipis nya. Dia mulai mengguyur kepala Daxon dengan air itu.
" Ohh Shiitt," ucap pria itu bangun dan bangkit.
Arga terkekeh saat mendengar umpatan dari Daxon. Sementara itu Daxon tengah menatap kesal pada sahabatnya itu.
" AARRGAAA!!! KAU MENGGANGGU TIDUR KU!!" teriak Daxon sambil melempar bantal kearah Arga.
Tapi berhasil di tangkis nya. Dan balik melempar nya pada Daxon dan tepat mengenai kepala nya.
Dan terjadilah perang bantal dalam kamar itu. Hingga membuat kamar itu sudah tak berbentuk. Bahkan penampilan Arga yang tadi nya rapi dan klimis mulai berantakan.
" STOP!!! Dax ... ini sudah jam berapa? sebaiknya kau mandi dan bersiap!" tegas Arga sambil merapikan penampilan nya.
" CK. Untuk apa aku bersiap sepagi ini? aku akan ke perusahaan nanti setelah makan siang," sahut Daxon kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah acak-acakan.
" Heii ... siapa yang menyuruh mu ke perusahaan? hari ini hari pertunangan mu, Brengsek!! kau lupa?" sahut Arga geram.
Pria itu terkejut dan langsung bangkit. Dia bergegas menuju beranda kamar dan melihat kearah halaman yang sudah ramai dengan para tamu.
" Ohh my. Aku benar-benar melupakan itu," kata Daxon dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.
" DASARR TULALITT!!" teriak Arga.
Dia memilih menunggu di kamar itu dan duduk disofa sambil mengecek email yang masuk.
Setelah sekitar 15 menit berlalu. Kini Daxon sudah memakai setelan jas yang sudah di siapkan oleh sang Momy.
Dia menyemprot kan parfumnya dan merapikan tatanan rambut nya. Tak butuh waktu lama bagi seorang pria untuk bersiap.
Dan kini Arga dan Daxon keluar dengan penampilan klimisnya dari dalam kamar dan turun menuju tempat akan diadakan pertunangan itu.
Sementara di kamar Inka. Wanita itu baru saja selesai di rias. Dia terlihat sangat cantik dengan gaun yang dia kenakan.
" Your so gorgeous, Beby. Dan aku yakin pria itu akan bertekuk lutut di hadapan mu," kata Erlina memuji kecantikan sahabatnya itu.
Inka hanya tersenyum sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin.