Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 10



Daxon menatap dengan tatapan yang tak berkedip saat melihat Inka keluar dan berjalan kearah nya.


Wanita itu kini terlihat sangat cantik. Karena memang dasarnya dia sudah cantik tapi dia sangat jarang merias wajah nya dan berpenampilan biasa dalam keseharian nya.


" So beautiful," ucap Daxon lirih saat wanita itu berhenti tepat di hadapannya.


Inka tersenyum tipis dan mengalihkan pandangannya. Dia merasa gugup saat pria itu mulai menggenggam tangan nya.


Kini pandangan Daxon beralih. Tiba-tiba dia susah menelan saliva nya saat melihat lipatan dada Inka yang sedikit terbuka dan terlihat menyembul dari balik gaun itu.


' Shiitt ... ternyata dia menyembunyikan dadanya di balik kaos longgar nya selama ini,' batin Daxon yang mulai muncul pikiran mesumnya.


Dia menggenggam tangan Inka sambil terus menatap wajah wanita itu.


" Tangan mu dingin. Apa kau gugup?" tanya Daxon lirih.


Inka menatap kearah mata tajam Daxon sekilas. Dan lekas menganggukkan kepalanya.


Daxon meraih sebuah cincin dan langsung memasang kan nya ke jari manis Inka. Setelah itu dia mencium punggung tangan Inka hingga membuat Inka tertegun melihat nya.


' Ternyata dia bisa juga bersikap manis seperti ini,' batin Inka.


Lalu dia melakukan hal yang sama. Dia menyematkan cincin di jari manis pria itu dan tersenyum pada nya.


Daxon meraih tengkuk leher Inka dan mengecup bibir nya sekilas hingga membuat Inka membelalak kan matanya dengan tindakan pria itu.


Terdengar sorak Soraya dan tepuk tangan meriah dari tamu undangan yang hadir di pertunangan itu.


Setelah itu mereka kembali terpisah. Daxon di sibukkan dengan tamu dari rekan bisnisnya dan Inka di bawa oleh Siena untuk di perkenalkan pada semua teman-teman sosialitanya.


Sesekali pasangan itu melirik satu sama lain, saling mencuri pandangan. Bahkan mereka terang-terangan saling menatap secara intens meskipun jaraknya tak dekat.


Dari jauh, Er dan Arga melihat kearah mereka.


" Sepertinya Inka mulai jatuh pada pesona sang Casanova," celetuk Er.


" Hmmm ... itulah kemampuan Daxon. Dia mampu membuat wanita yang baru di kenalnya cepat terpesona bahkan tak banyak dari mereka yang langsung membuka pahanya lebar-lebar di depan pria itu," sahut Arga sambil mengusap lembut paha mulus Er yang ada di sampingnya.


Er melirik tangan Arga yang mulai bergerak nakal di pahanya.


" Aku jadi ingin membuka paha mu lebar-lebar agar aku bisa memasuki mu," bisik Arga dengan tangan yang masih bergerilya di paha sang istri.


Ee tersenyum dan menyingkirkan tangan nakal Arga.


" Beby ... kau menghiraukan ku?" tanya Arga tak terima.


" Tidak. Hanya saja, aku masih ingin menikmati pesta ini ..."


" Sebelum aku menikmati hentakan keras dari suami hot ku ini," bisik Erlina dengan suara yang di buat SE seksi mungkin hingga membuat milik Arga menggeliat di bawah sana.


' Oh shiitt ... Junior ku langsung bereaksi,' umpat Arga.


" Dan aku tak bisa menunggu lagi."


Arga langsung menarik tangan Erlina masuk kedalam mansion.


Sementara Er, dia hanya tertawa kecil saat berhasil memancing hasrat sang suami hanya dengan suara seksi nya.


Arga membuka salah satu kamar tamu dan menarik tangan Erlina masuk kedalam kamar. Dia menyandarkan tubuh Er ke pintu yang sudah tertutup rapat.


Tangannya bergerak mengunci pintu sambil memagut bibir merah Erlina. Mereka berciuman dengan panas.


Arga Bergerak cepat dengan menggendong tubuh Er dengan bibir yang masih saling bertaut dan menaikkannya ke meja yang ada di samping pintu.


Ciuman itu beralih ke leher jenjang Erlina. Dan turun ke lipatan dada Erlina yang menyembul dari balik gaun.


Tangannya tak tinggal diam. Dengan gerakan cepat Arga menyingkap gaun Er dan menurunkan benda segitiga nya.


Hingga membuat tangannya bisa bergerak leluasa di bawah sana. Er mengeluarkan suara seksi nya saat merasakan tangan nakal Arga sudah memporak porandakan pertahanan nya.


" Oouuwh ... Honey."


Arga membungkam mulut Er dengan ciuman nya, sementara tangan nya masih bergerilya di sana.


Hingga Er mendesah panjang dan mendapatkan puncak nya hanya dengan permainan dari tangan Arga.


Pria itu mengangkat tubuh Er yang masih lemas dan menurunkan di ranjang. Dengan cepat dia melakukan penyatuan nya di atas ranjang yang empuk.


" Aaahh ... Beby. Kau sangat nikmat untuk ku abaikan," kata Arga.


Dia mulai menggerakkan pinggulnya dan membuat Er kembali mengeluarkan suara seksi nya.


Mereka melakukan nya dengan singkat karena berhubung ini bukan berada di apartemen mereka.


Arga menyemburkan cairan nya di dalam rahim sang istri. Dan mereka berpelukan dengan peluh yang salih menempel di tubuh mereka.


Sementara di tempat lain tepatnya di tempat pertunangan yang masih berlangsung. Inka tengah mencari Erlina sampai tak sengaja menabrak tubuh tegap seorang pria.


Dia mengangkat wajahnya dan menatap kearah mata tajam pria itu dengan kening yang berkerut.