
Setelah kejadian itu. Sikap Er kembali dingin kepada sang suami. Er masuk kedalam tenda dan langsung memejamkan matanya.
' Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini jika aku melibatkan perasaan ku di dalam nya. Tidak-tidak, aku tak boleh terbawa perasaan,' batin Er.
Di luar tenda. Arga sedang berbicara serius dengan Almer.
" Cepat selidiki hal ini, Ar. Itu akan sangat mengganggu mental Er," kata Almer.
" Aku sudah melakukan segala cara agar aku bisa mengetahui apa yang dia sembunyikan. Tapi semuanya gagal, dan hanya membuat Er mengingat kembali trauma nya itu," sahut Arga.
" Libatkan perasaannya. Dekati dia dengan perasaan yang mendalam, tak mungkin kau tak punya perasaan padanya," kata Almer yang membuat Arga menatap kearah nya.
" Dia tidak percaya apapun yang aku utarakan padanya tentang perasaanku," sahut Arga.
L
" Itu karena kau hanya mengatakan nya, tanpa melakukan tindakan," kata Almer.
" Maksud mu?" tanya Arga masih tak mengerti.
Almer berdiri dan melangkahkan kakinya satu langkah.
" Tunjukkan perasaan mu dengan menggunakan tindakan. Rubah sikap mu yang seakan tak perduli pada nya. Berikan perhatian penuh pada nya. Dan buat dia merasa nyaman dan aman jika berada di dekat mu," kata Almer memberikan wejangan nya.
Lalu meninggalkan Arga sendiri di luar. Pria itu tampak masih termenung dengan menatap kearah api unggun yang mulai redup dan akan mati.
Arga pun bangkit dan masuk kedalam tenda nya. Pria itu membaringkan tubuhnya di samping Er yang sudah terlelap dengan posisi menyamping dan membelakangi Arga.
Pria itu meletakkan lengannya di bawah kepala nya sebagai alas. Dia menatap kearah atas sudut tenda, dan memikirkan apa yang di katakan Almer.
Arga menoleh pada Erlina yang membelakangi nya. Lalu dia membalikkan tubuhnya menghadap kearah Erlina.
Perlahan dia memeluk tubuh Er dari belakang dan menghirup aroma di ceruk leher wanita yang sedang tertidur itu.
" I love you. Hah ini lucu, tapi itulah kenyataannya," gumam Arga.
Lali ikut terlelap dengan memeluk tubuh sang istri dari belakang.
.
.
Pagi menjelang. Er terbangun karena merasakan ada sesuatu yang berat melingkar di perut nya.
Dia mengerjapkan matanya perlahan dan melihat tangan Arga yang melingkar di perut nya.
Er mencoba menyingkirkan tangan Arga. Namun karena pergerakan nya itu membuat pria itu terbangun.
" Good morning my wife," kata Arga dengan suara seraknya yang khas bangun tidur.
Erlina hanya menatap heran pada sikap Arga yang menurut nya mulai membaik dan manis pada nya.
CUP
Arga mencuri kecupan di bibir manis Erlina dan membuat wanita itu tersadar.
" What are you doing?" kata Erlina sambil menjauhkan wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Arga.
" Morning kiss," sahut Arga sambil mempererat pelukannya.
" Ar ... lepaskan aku. Aku ingi buang air kecil," kata Erlina.
" Baiklah. Kita ke sungai bersama," sahut Arga yang langsung bangkit dan membantu Er bangun.
Lalu mereka keluar dari tenda bersama. Arga melakukan gerakan senam otot di pagi hari. Dan Er menghirup aroma sejuk di pagi hari yang berembun itu.
" Sepertinya Al dan Audie sudah ada di sungai," kata Arga yang sudah tak melihat pasangan itu lagi di dalam tenda nya.
" Ayo kita langsung ke sungai," kata Arga menarik tangan Er dan menggenggam nya.
Hal itu membuat Er tersenyum.
" Kita seperti seorang primitif saja," kata Erlina.
Arga tertawa mendengar ucapan dari Er.
" Ya. Bahkan kita bercinta di kolam air terjun," kata Arga berbisik dan membuat wajah Er langsung memerah karena hal itu.
.
" Kalian meninggalkan kami," kata Er yang melihat Audie sedang duduk dengan menceburkan kakinya kedalam air.
" Ya. Aku ingin buang air tadi, jadi aku kesini tanpa membangun kan kalian. Sorry," sahut Audie.
" It's ok," kata Er yang langsung turun ke dalam sungai dan berjalan ke balik batu besar untuk membuang air kecil.
Sementara Arga langsung membuka pakaian nya dan hanya menyisakan celana training nya saja.
Dan langsung menceburkan diri di kolam untuk bergabung dengan Almer.
" Sweety ... kau tak mau bergabung?" teriak Almer.
" No. Udaranya sangat dingin, Aku akan mandi di resort saja," sahut Audie.
Lalu Almer dan Arga pun berenang sambil membersihkan tubuhnya di dalam kolam air yang mengalir itu.
Er keluar dari balik batu dan langsung mencuci wajah nya dengan air yang jernih itu dan menggosok giginya di sana.
Setelah itu dia duduk di samping Audie dan ikut menceburkan kakinya di dalam air.
" Lihatlah kekasih kita, mereka sangat hot," kata Audie dengan gamblangnya.
" Iishh kau ini. Pagi-pagi sudah berpikiran kesana," sahut Er menggelengkan kepalanya.
Lalu dia melihat kearah Arga yang memang terlihat begitu hot dengan rambut dan tubuh sexy nya yang basah.
Wanita itu menelan saliva nya saat melihat dada bidang Arga. Dan wajah nya langsung memerah saat mengingat apa yang mereka lakukan kemarin di kolam itu.
Arga melihat kearah Er yang kini sedang menatap kearah batu besar tempa mereka melakukan kegiatan intimnya disana.
Lalu pria itu menghampiri sang istri.
" Mu bergabung?" tanya Arga sambil mengulurkan tangannya pada Er.
Wanita itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Berikan handuk nya padaku."
Er langsung memberikan handuk yang dia bawa pada Arga.
Dia langsung mengambil handuk itu dan mengusap wajahnya yang basah. Lalu dia memberikan handuk itu lagi pada Erlina dan duduk di batu yang ada di samping Erlina.
"Kering kan rambutku," kata Arga.
Erlina langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh sang suami, dia mengeringkan rambut Arga yang basah menggunakan handuk itu.
" Kalian romantis sekali," kata Audie menggoda pasangan itu.
Lalu Arga langsung mengambil handuk itu dari tangan Erlina dan melilitkan di pinggangnya.
Pria itu membuka celananya yang basah di depan Erlina, wanita itu otomatis menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Arga gantilah baju dibalik batu itu," kata Erlina masih dengan menutup wajahnya.
" Tidak. Aku ingin menggantinya di sini, didepan istri ku. Kau keberatan?" sahut Arga.
" Iiiiishh ... kau ini benar-benar menyebalkan," kata Erlina.
Pria itu tak memperdulikan perkataan sang istri. Dia terus mengganti bajunya di dekat Erlina.
Lalu mereka pun berjalan meninggalkan kolam air terjun itu. Dalam perjalanan kembali menuju tenda, Almer dan Arga kembali menangkap dua ekor ikan di sungai.
Mereka membawa ikan itu dan akan membakarnya agar menjadi santapan mereka di pagi hari ini.
" Kita benar-benar seperti seorang primitif," kata Erlina lagi.
" Tapi ini sangat seru, Er," sahut Audie.
" Ya. Aku pun sangat menikmatinya," sahut Erlina.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju tenda mereka, sesampainya di sana mereka langsung membakar ikan itu dan langsung menyantapnya bersama sebelum mereka kembali ke resort.