
Kini mereka sedang dalam perjalanan kembali ke tenda. Setelah al dan Arga menangkap beberapa ikan dari sungai untuk menjadi santapan makan malam mereka.
Setelah tiba di tempat dimana tenda mereka berdiri, Arga dan Al langsung menyalakan api unggun karena hari sudah memang mulai gelap.
Sementara para wanita menyiapkan bahan untuk membakar ikan yang mereka tangkap, beserta bahan makanan yang lain untuk menu makan malam mereka.
Setelah menyelesaikan masakan mereka, Audie langsung menghidangkannya di perlak yang sudah di gelar di hamparan rumput. Dan mereka pun makan malam bersama.
"Sampai kapan kita disini?" tanya Erlina.
"Besok kita sudah balik ke resort dan akan melanjutkan perjalanan kita," kata Almer.
" Lalu akan kemana kita selanjutnya?" tanya Audie.
"Hacking sudah, berkemah sudah. Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Er.
"Bagaimana kalau kita ke pantai?" kata Audie.
"Aku setuju," jawab Er.
"Baiklah. Kita ke pantai," sahut Almer.
"Apa kau setuju, Ar?" tanya almer melihat kearah Arga. Dan semua pun menatap kearah Arga yang tengah fokus dengan makanannya.
" Oke." Hanya itu yang keluar dari mulut Arga yang tengah mengunyah makanannya.
Lalu mereka melanjutkan makan malamnya sampai selesai. Kini makan malam telah selesai. Er dan Audi langsung membersihkan peralatan makan mereka dengan air yang masih tersedia.
Para pria berkumpul di depan api unggun yang sudah menyala.
Audi menghampiri Almer, wanita itu langsung duduk di atas pangkuan sang kekasih dan mengalungkan tangannya di leher almer.
"Kau merasa dingin?" tanya almer.
" Ya. Udara di sini sangat dingin," jawab Audi.
Al mendekap erat tubuh Audi sambil menggesek-gesekkan telapak tangan nya dengan telapak tangan Audi.
" Sekarang sudah merasa hangat?" tanya Al masih dengan kegiatannya.
" Hmmm. Lumayan. Akan lebih hangat jika kita bercinta di dalam tenda," kata Audi dengan gamblangnya.
Er dan Arga saling menatap saat mendengar perkataan dari Audi. Er menelan saliva nya saat mengingat apa yang mereka lakukan di kolam air terjun tadi.
Sementara Er dan Arga tengah bertatapan. Almer dan Audie tengah asik berciuman dan tak perduli dengan keberadaan Er dan Arga disana.
Er dengan pikirannya yang kacau, tengah memikirkan apa yang tadi diungkapkan oleh Arga.
Pria itu mengatakan pernyataan cintanya setelah mereka melakukan hubungan yang intim.
"Kemarilah," kata Arga mengulurkan tangannya kepada Er yang duduk jauh di hadapannya.
Erlina bangkit dan dia langsung menghampiri Arga, namun dia tidak membalas luluran tangan Arga.
Wanita itu duduk di samping pria itu, Er menggosok kan 2 telapak tangannya di hadapan api unggun. Agar dia merasa hangat.
Lalu Arga membuka coatnya, dia memakaikan jaketnya padat tubuh Er.
"Terimakasih," ucap Er, Arga hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Lalu mereka mengobrol ringan di malam yang dingin itu. Setelah beberapa jam mereka ada di luar tenda.
Audie mengajak Almer untuk masuk ke tenda karena dia sudah mengantuk. Akhirnya mereka masuk ke dalam tenda dan meninggalkan Erlina dan Arga berdua di luar.
Er menatap dengan tatapan kosong nya ke arah api unggun. Tangannya bersedekap dan memeluk lututnya sendiri.
Arga melihat hal itu, pria itu menatap dengan intens wanita yang berstatus sebagai istri nya itu.
"Apa kau memikirkan perkataanku yang tadi?" kata Arga.
Er menoleh pada Arga.
"Aku tahu itu hanya bagian dari sandiwara mu saja dan aku tidak akan memikirkan hal itu lagi," jawab Er sedikit ketus.
"Kau marah padaku karena aku menyentuh mu dan melakukan hal itu pada mu?" tanya Arga dengan nada yang sedikit lebih lembut.
"Ya. Sedikit karna aku pikir kau tidak akan melibatkan tubuhku dalam sandiwara ini," sahut Er menatap kearah Arga.
"Bukankah kau tau ini adalah pernikahan resmi, dan bukan sandiwara. Hanya kita yang bersandiwara dibalik pernikahan ini," sahut Arga.
Mereka pun saling bertatapan.
"Jika aku kembali mengatakan hal itu padamu, apakah kau akan mempercayai ku?" sahut Arga.
"Entahlah," jawab Er sambil menghendikkan bahunya.
Lalu Arga memegang kedua bahu Lea dan membaliknya Agara menghadap kearahnya.
"Apa yang kau rasakan pada ku saat ini, Er?" tanya Arga sambil menatap lekat mata Er.
Er hanya menggelengkan kepalanya.
"Itu bukanlah jawaban, Er," sahut Arga.
"Aku menginginkan jawaban untuk saat ini, apa yang kau rasakan padaku?" tanya Arga lagi.
"Aku tidak bisa menjawabnya," kata Er.
"Aku akan membantumu agar bisa menjawabnya," kata Arga, lalu menarik tangan Erlina dan membawanya masuk ke dalam tenda.
Di dalam tenda, Arga langsung ngambil jaketnya dari tubuh Er, pria itu langsung ******* dan mencium bibir Er dengan lembut.
Erlina memejamkan matanya menikmati ciuman itu, tanpa dia sadari dia kembali membalas ciuman dari Arga.
Cukup lama mereka berciuman, lalu Arga melepaskan ciumannya.
"Katakan apa yang kau rasakan saat ini," tanya Arga sambil menangkup pipi Erlina.
Wanita itu menatap intens netra mata tajam Arga.
"Aku merasakan dadaku berdebar dan jantungku berdetak begitu kencang," jawab Er jujur.
Arga tersenyum tipis yang hampir tak terlihat di bibirnya. "Kau menyukaiku? atau kau sudah mencintaiku?" tanya Arga.
" WHAT!!! CINTA?" pekik Er.
"Aku tidak pernah merasakan cinta pada siapapun," sahut Erlina.
"Aku akan membuatmu merasakan apa itu jatuh cinta," kata Arga.
Pria itu mendorong tubuh Erlina hingga telentang di karpet dalam tenda itu.
Arga langsung mending di tubuh Erlina.
"A-apa yang akan kau lakukan padaku?" tanya Er gugup.
Arga tak menjawab dan hanya tersenyum miring pada Er.
"A-apa kau akan mengulangi hal itu lagi padaku?" tanya Er gugup.
"Kenapa? kau tidak mau?" sahut Arga dengan seringai tipis di bibirnya.
Wanita itu tidak menjawab, dia hanya menggigit bibirnya dan tak berani menatap mata Arga.
"Tatap aku jika kau memang tak ingin melakukannya," kata Arga.
Wanita itu masih tak menjawab. Lalu tanpa basa-basi lagi Arga langsung mencium bibir yang dingin itu. Karena dia tak kunjung mendapatkan jawaban dari Er.
Dan dia menganggap Er menyetujui hal itu. Mereka berciuman dengan panas di dalam tenda yang sempit itu.
Tangan Arga membuka seluruh pakaian yang menempel di tubuh Erlina dengan bibir yang masih saling bertautan.
Ketika ingin membuka celana legging hitam yang melekat di kaki Er. Arga merobek nya karena dia kesulitan membuka nya.
Erlina tertawa dalam ciuman itu dan Arga langsung melepaskan ciumannya. Dia menatap wajah cantik Er saat tertawa.
" Jangan pernah memakai nya lagi," kata Arga.
Pria itu langsung membungkam mulut Er yang tengah tertawa dengan bibirnya.
Mereka kembali berciuman. Kini Er hanya mengenal pakaian dalam nya saja.
Lalu Arga membuka pakaian nya sendiri dengan cepat. Dan langsung kembali mencium bibir Er.
Entah kenapa dia merasa sangat candu dengan bibir itu. Mereka berpelukan dengan bibir yang saling bertautan.