Forced Wedding

Forced Wedding
Season Akhir



~ Kebahagiaan Er_Ga Dan In_Dax~


5 bulan telah berlalu.


Kini Er sedang menunggu hari kelahiran anak pertamanya. Wanita cantik itu masih berada di negaranya dan tinggal di mansion sang Kakek, karena permintaan sang kakek yang ingin dirinya melahirkan disana.


Kakek Erlando bahkan sudah menyiapkan Dokter pribadi serta beberapa perawat yang nantinya akan mendampingi kelahiran cicit pertama nya nanti di mansionya.


Ya. Kakek Erlando ingin Er melahirkan di mansionya karena itu akan membuat kenangan tersendiri bagi mereka.


Semua sudah di persiapkan begitu pun dengan alat-alat medis lainnya. Kakek Erlando menyuruh pelayan nya untuk menyiapkan satu kamar untuk menjadi tempat Er melahirkan nanti.


Dan Er pun tak bisa membantah permintaan sang kakek begitu pun dengan Arga. Mereka hanya pasrah dan menuruti keinginan kakek Erlando.


Kini Er tampak sedang berjalan mengitari halaman mansion yang luas bersama sang suami. Arga sudah tak ke perusahaan setelah kehamilan Er menginjakan usia 9 bulan karena dia ingin menemani sang istri dan menjadi suami siaga.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan secara perlahan karena perut Erlina yang sudah sangat besar.


Tiba-tiba Er menghentikan langkahnya, Arga menoleh dan melihat kearah sang istri yang tampak memegang perut nya.


" Ada apa? apa perut mu sakit?" tanya Arga khawatir.


Er tak menjawab dan seolah menahan sesuatu. Lalu dia mulai berjalan kembali.


" Heii ... kau mengerjai ku?" kata Arga.


Er tak menjawab dan hanya terus berjalan meninggalkan sang suami. Dia tampak masuk kedalam mansion dan Arga mengikuti nya di belakang.


" Beby ... bisakah kau mengambil kan aku susu? aku ingin susu rasa strawberry," kata Er saat tiba di ruang tengah dan langsung mendaratkan bokong nya di sofa.


" Baiklah, Nyonya!"


Erlina terkekeh sambil melihat kearah sang suami yang berjalan kearah dapur.


Lalu tiba-tiba dia merasakan sakit di perut nya lagi. Dan sebenarnya Er sudah menahan sakit itu sejak pagi tadi hingga jam kini sudah menunjukan pukul 10 pagi.


Namun rasa sakit itu terasa lebih sakit dan Er langsung melakukan seperti arahan dari dokter nya.


Er menarik nafas dan menghembuskan nafasnya secara perlahan dan itu di lakukan beberapa kali. Dan itu cukup membuat nya lebih tenang.


Arga membawakan susu strawberry permintaan dari sang istri. Dia berjalan kearah ruang tengah dan melihat sang istri yang tengah menahan rasa sakit sambil memegang perut nya.


" Beby ... Ada apa?" tanya Arga menghampiri sang istri dan meletakkan susunya di meja.


Er tak menjawab dan lebih fokus dengan mengatur nafas nya.


" Heii ... jawab aku, kau membuat ku khawatir," kata Arga saat melihat wajah sang istri yang mulai berkeringat.


Lalu nenek Leni tampak berjalan kearah ruang tengah dan melihat kearah Er dan Arga.


" Ada apa, Ar?" tanya Nenek Leni.


" Nenek ... sepertinya aku akan melahirkan," kata Er dengan nada yang tertahan.


" WHAT!!! KENAPA KAU TAK MENGATAKAN HAL ITU SEJAK TADI?" kata Arga yang sudah langsung cemas tingkat dewa.


" Ar ... Cepat bawa Erlina ke kamar persalinan, aku akan memanggil Kakek," kata Nenek Leni.


Arga langsung menggendong sang istri menuju kamar yang sudah di siapkan jauh-jauh hari oleh Kakek Erlando. Disana sudah ada Perawat dan juga seorang Dokter yang akan menangani Erlina.


" Dokter ... istri ku akan melahirkan," kata Arga saat sudah ada di kamar itu.


Dokter pun langsung melakukan pemeriksaan pada Erlina dan benar saja, ternyata pembukaan nya sudah sempurna.


Lalu Dokter itu langsung mengarah kan Erlina untuk mengejan. Er yang sudah faham karena selalu membaca tentang kehamilan dan melahirkan langsung mengikuti instruksi dari dokter itu.


Hingga tak butuh waktu lama bagi Er untuk melahirkan bayinya. Tangis bayi itu melengking di kamar itu, semua tampak bahagia termasuk Kakek Erlando dan Nenek Leni yang baru saja masuk kedalam kamar itu.


Er meneteskan air matanya saat Dokter itu meletakkan bayi tampan nya di dadanya. Arga pun tak kalah bahagia nya, dia langsung menciumi seluruh wajah Er dan mengucapkan rasa syukur nya.


Kabar bahagia itu langsung sampai di telinga Lintang dan Berto. Mereka langsung terbang dari Afrika begitu mendapatkan Kana kelahiran cucu pertamanya.


.


.


Sementara itu di Paris.


Saat dalam perjalanan pulang, ponsel Daxon berbunyi. Pria itu langsung mengangkat nya karena itu telepon dari Arga.


" Hallo."


" Dax ... Erlina sudah melahirkan, putra ku sudah lahir ke dunia," kata Arga dengan nada yang terdengar sangat bahagia.


" Benarkah? syukurlah, selamat atas kelahiran putra mu, Ar," sahut Daxon yang langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Inka pun juga mengucapkan selamat pada Arga dan dia juga meminta maaf karena dia tak bisa menyusul nya kesana. Dokter menyarankan Inka untuk tak melakukan perjalanan jauh maupun penerbangan karena kondisi kehamilan nya.


Er dan Arga mengerti dengan hal itu dan mereka tak mempermasalahkan itu.


*


*


4 bulan pun berlalu begitu cepat.


Daxon tengah berada di dalam ruangan operasi dimana Inka akan di lakukan operasi karena Dokter menyarankan agar Inka di operasi Caesar.


Pria itu mendampingi sang istri dan melihat sendiri bagaimana Dokter mengeluarkan bayi-bayi nya dari dalam perut Inka. Dia bahkan sampai menangis karena proses itu sangat mengharukan baginya.


Hingga tangis dari kedua bayinya pun terdengar menggema di seluruh ruangan itu. Daxon semakin menangis sambil memeluk sang istri, sementara Inka hanya menetapkan air matanya.


Semua keluarga tampak menunggu di luar ruangan dan ikut bahagia saat mendengar tangisan dua bayi dari dalam ruangan operasi.


" Terimakasih, kau sudah memberikan hadiah terindah untukku. I love you more more and more Beby," kata Daxon sambil menciumi seluruh wajah Inka.


" I love you to," sahut Inka.


*


*


Beberapa tahun kemudian.


Er dan Arga sudah kembali tinggal di Paris. Mereka sedang berada di mansion Daxon dan Inka, sambil menemani putra putri mereka bermain bersama di halaman luas mansion itu.


Er dan Inka sama-sama hamil anak kedua dan kini mereka seolah bergantian. Er tengah hamil anak kembar karena dia memang melakukan program hamil anak kembar dan itu berhasil.


Sementara Inka sedang mengandung satu bayi. Mereka tampak mengobrol ringan sambil mengawasi anak-anak mereka bermain.


" Aku ingin menjodohkan Exo dengan Alexa, bagaimana menurutmu?" kata Er sambil melihat kearah Exo dan Alexa yang tampak berdebat kecil.


Inka tertawa mendengar perkataan dari Erlina.


" Kita lihat saja nanti, jika mereka berjodoh maka aku akan sangat bahagia," sahut Inka.


Mereka terkekeh dan melanjutkan obrolan nya di halaman belakang.


TAMAT


Nama anak Erlina dan Arga.



EXOTA MAHARDIKA.


ELVANO MAHARDIKA.


ELVANDRA MAHARDIKA.



Nama anak Inka dan Daxon.



ALEXEY ERKOSTA.


ALEXA ERKOSTA.


RAYANKA ERKOSTA.