Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 29



Daxon dan Inka makan malam bersama di kamar pengantin nya. Mereka makan di atas ranjang empuknya dan sesekali mereka bercanda gurau.


Bahkan mereka juga saling menyuapi satu sama lain. Suasana kamar yang cukup mendukung membuat mereka merasakan kebahagiaan yang lebih meskipun Daxon memutuskan untuk tak menyentuh wanita itu di malam pengantin nya.


Inka cukup lega dengan hal itu. Karena sejak sore tadi dia sudah memikirkan tentang hal itu.


Dia takut tak bisa melayani pria itu dan tak memberikan pelayanan terbaik nya pada sang suami. Namun ternyata Daxon sendiri yang memutuskan untuk tak melakukan ha itu hingga Inka pulih.


Malam semakin larut. Bahkan sudah tak terdengar keriuhan lagi di luar sana. Dan itu artinya pesta barbeque pun sudah selesai.


Tapi Inka dan Daxon masih belum sempat menutup matanya. Mereka asik mengobrol ringan sambil berbaring di atas ranjang.


Daxon juga menceritakan semua masalah yang sempat menghampiri mereka dan sempat menghancurkan hubungan mereka.


Dia menceritakan kesalah pahaman di malam sebelum kecelakaan itu terjadi. Bahkan dia juga menunjukkan beberapa rekaman video pada Inka, bukti bahwa itu semua hanyalah sebuah jebakan.


" Lalu apa yang terjadi pada dua wanita itu?" tanya Inka setelah selesai melihat rekaman video itu.


" Heli mendekam di dalam penjara sementara Gris, dia langsung di asingkan ke sebuah peternakan yang cukup terpencil," sahut Daxon sambil mengecup puncak kepala Inka.


" Kenapa mereka sepakat ingin menghancurkan hubungan kita? bahkan mereka menjebak mu dengan sebuah kehamilan palsu," kata Inka sambil mendongakkan kepalanya melihat kearah wajah tampan Daxon.


" Entahlah. Tapi yang aku tahu itu semua adalah rencana Gris," sahut Daxon.


" Tapi kau mengenal Heli?" tanya Inka menatap tajam kearah pria itu.


" Ya. Dia bekerja di salah satu club sebagai pelayan dan juga wanita panggilan," sahut Daxon yang tak menyadari tatapan tajam dari Inka.


" Apa kau benar-benar sudah meniduri wanita itu?" tanya Inka dengan penuh selidik.


Daxon terkekeh saat mendapati ekspresi wajah Inka yang cemberut dan menurut nya itu sangat lucu hingga dia menghujani kecupan bertubi-tubi pada bibir Inka.


" DAXOOONN ... aku bertanya pada mu," kata Inka menjauhkan wajah Daxon.


" Ya. Tapi itu sudah lama, dan itupun aku dalam pengaruh obat perangsang, entah siapa yang memberikan nya," sahut Daxon jujur.


Inka masih cemberut dan seakan cemburu dengan hal itu.


" Itu sama saja. Kau pasti menikmati nya," sahut Inka mencebik dan memalingkan wajahnya.


Daxon terkekeh dan mencium pipi Inka.


Inka menoleh dan menatap tajam kearah Daxon. Namun pria itu langsung menarik tengkuk leher Inka dan memagut bibir nya dengan lembut.


Awalnya Inka menolak dan mendorong dada bidang Daxon. Namun tenaganya tak sebanding dengan tubuh kekar Daxon.


Akhirnya dia pasrah dan mulai menikmati ciuman lembut itu. Daxon tersenyum dalam ciuman itu setelah merasa kan bibir Inka yang juga memagut lembut bibir nya.


Lalu dia melepaskan pagutannya dan mengusap sisa salivanya yang membasahi bibir Inka.


" Tidurlah, aku tak ingin kehilangan kendali jika terus menatap mu dan mencium mu," ucap Daxon dengan lembut.


Inka tersenyum dan memajukan wajahnya untuk mengecup bibir Daxon. Namun pria itu langsung mengecup bibir nya sebelum Inka melakukan hal itu.


" I love you, tidurlah. Aku hanya ingin tidur sambil memeluk istri ku," kata Daxon dan mengecup kening Inka.


" Hmmm ... I love you to," sahut Inka.


Dia langsung memejamkan matanya yang memang sudah mulai memberat.


Pria itu mengusap lengan Inka sambil memeluk nya. Hingga beberapa saat kemudian mereka sama-sama terlelap dan merajut mimpi di malam pengantin nya itu.


.


.


Sementara itu, di luar ruangan.


Tepatnya di halaman samping villa yang terdapat kolam renang.


Seorang pria yang tak lain adalah Berto. Sedang berdiri sendiri sambil menghadap kearah kolam renang.


Dia tampak memikir kan sesuatu. Bahkan dia sampai tak menyadari kehadiran seseorang yang kini sudah berdiri di belakangnya dan menatap kearah.


" Apa ada yang kau pikirkan?"


Berto langsung menoleh dan melihat kearah wanita yang sedang berdiri di belakangnya.


" Nyonya Lintang? kau tak tidur?" tanya Berto yang tak menjawab pertanyaan dari wanita itu.


Lintang hanya tersenyum tipis dan duduk di kursi yang ada disana. Dia meletakkan softdrink yang dia ambil tadi di atas meja dan Berto langsung menghampiri nya.