Forced Wedding

Forced Wedding
19 ( Er dan Ar )



Er menatap tajam mata Arga, dia masih terpaku mencerna apa yang di minta oleh sang tunangan.


Lalu tiba-tiba Arga menggendong nya. Er tampak terkejut dengan tindakan Arga dan berontak.


" Ar ... lepaskan aku. Kau mau membawa ku kemana?" kata Er dengan nada yang sedikit berteriak.


Arga tak menggubrisnya, dia terus membawa Er masuk kedalam resort.


Sementara Er terus berontak dan berteriak meminta pertolongan pada semua keluarga yang tampak melihat kearah nya.


Semua tampak tertawa melihat kelakuan Ar dan Er yang terlihat seperti kucing dan tikus sejak mereka kecil hingga mereka dewasa.


" Mom, kak Arga mau membawa kak Er kemana? kenapa kak Er sampai berteriak?" tanya Stela pada sang Momy.


Tita dan lintang tertawa mendengar pertanyaan dari Stela.


" Kak Arga hanya ingin membantu kak Er masuk agar kak Er bisa istirahat, sayang. Tapi kak Er tak mau masuk karena masih ingin disini jadi kak Arga menggendong kak Er agar mau masuk," jelas Tita pada anak gadisnya itu.


Stela hanya menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari sang Momy.


.


" Ar ... lepaskan aku !!" teriak Er di telinga Arga.


" Er ... bisakah kau tak berteriak?" tegas Arga.


Lalu mendudukkan Er di atas meja yang ada di pojok ruangan di resort itu.


" Kenapa kau malah menurunkan ku disini?" kata Er masih dengan nada berteriak


" Karena aku ingin meminta bayaran ku," sahut Arga mendekatkan dirinya pada tubuh Er.


Er menahan dada Arga yang terus mendekat padanya. " Arga ... STOP!!" teriak Er.


Arga menatap mata indah Er. Dia perlahan memiringkan kepalanya dan mendekatkan bibirnya pada bibir seksi wanita itu.


" Ehem ... ehem." Suara itu membuat Arga menghentikan aksinya. Lalu dia menoleh pada asal suara.


" Jangan lakukan disini, Ar. Akan bahaya bila Stela melihat kalian," kata Bram dan langsung pergi meninggalkan dua pasangan itu.


" Tuh kan ... Uncle jadi mikir yang aneh-aneh karena ulah mu, Arga!" kata Er mencebik.


Lalu Arga menggendong lagi tubuh Er dan kali ini dia memanggulnya layaknya sebuah karung.


" Aaakkkh ... Arga!! apa yang kau lakukan!!" teriak Er sambil memukul punggung Arga bertubi-tubi.


Para pelayan yang melihat tingkah mereka tampak tersenyum sendiri.


.


Kini Arga sudah berada didalam kamar yang di tempati Arga di resort itu. Dia masih memanggul tubuh Er, sementara Er terlihat sudah pasrah karena dia sudah lelah berontak tapi Arga tak menggubrisnya.


Lalu Arga menurunkan tubuh Er di atas ranjang dengan perlahan. Karena dia mengira wanita itu sudah tertidur.


Er pura-pura tertidur dengan memejamkan matanya. Arga menatap wajah cantik Er ketika sedang tertidur, lalu dia masuk kedalam kamar mandi.


" Huuffft ..." Er menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dan tak melihat Arga di kamar itu.


" Sepertinya lebih baik jika aku pura-pura tertidur, karena dia tak akan menggangu ku jika aku tidur," gumam Er.


CEKLEK


Suara pintu kamar mandi dibuka, Er langsung memejamkan matanya lagi. Dan meneruskan sandiwara nya pura-pura tertidur.


Arga keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan celana training nya. Lalu dia duduk di tepi ranjang di sebelah Er sambil melihat ponselnya.


Er mengintip pergerakan Arga, dia menyipitkan matanya. Arga melihat Er dari sudut matanya, senyumnya tersungging saat dia mengetahui bahwa wanita itu ternyata hanya pura-pura tertidur.


Lalu Arga menaruh ponsel nya di meja nakas. Dan dia merebahkan tubuhnya di samping Er.


Er langsung menutup matanya rapat-rapat dan itu terlihat oleh Arga.


' Kenapa dia malah ikut tidur disini,' batin Er.


Perlahan Arga mendekatkan tubuhnya pada Er, Er merasakan pergerakan Arga yang semakin mendekat padanya.


Er tetap terpaku dan dadanya mulai bergemuruh serta matanya yan seakan semakin terpejam.


Lalu Arga mendekatkan kepalanya pada kuping Er, wanita itu merinding saat merasakan deru nafas Arga yang menerpa kuping nya.


Arga mendaratkan dagunya di bahu Er dengan posisi wajah yang menghadap pipi wanita itu.


Cup cup cup


Arga menciumi pipi Er bertubi-tubi, dan itu membuat Er begitu kesal, tapi dia tak mau menghentikan sandiwara nya dan tetap pura-pura tertidur.


' Jadi dia masih tak mau membuka matanya dan masih pura-pura tertidur,' batin Arga sambil tersenyum miring.


' Ingin sekali aku menonjok mulutnya itu hingga giginya copot,' batin Er.


Lalu Arga bangkit dari ranjangnya. Er merasa lega dengan hal itu.


Dan tiba-tiba Arga menindih tubuh Er. Wanita itu terpaku dan dadanya kembali bergemuruh.


' Sial,' batin Er masih setia memejamkan matanya.


Arga tersenyum melihat Er yang memaksa matanya untuk tetap terpejam, lalu Arga mendekatkan wajahnya ke leher wanita itu.


Er kembali merinding dengan hal itu, padahal Arga belum menyentuh lehernya tapi Er sudah merasakan sesuatu yang berdesir dalam tubuhnya.


Lalu Arga menelusuri leher wanita itu hanya dengan menyentuh kan hidung mancung nya. Er merasakan jantungnya akan copot menerima sentuhan di leher nya itu, tapi dia tetap memejamkan matanya.


" Berhentilah bersandiwara, Er. Atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini," lirih Arga dalam ceruk leher wanita itu.


Er masih tetap tak mau membuka matanya, dan tangannya meremas seprei yang ada di bawah nya.


Lalu arga mendekatkan bibirnya pada bibir berwarna pink milik Er yang terbuka dan terlihat menggoda di matanya.


Saat ingin mencium bibir **** itu, tiba-tiba Er menutup mulut Arga yang ingin menciumnya dan Er membuka matanya.


" What are you doing, Ar?" tanya Er menatap lekat mata tajam Arga yang berada dekat dengan wajahnya.


" I want to kiss your lips, Beby," sahut Arga dengan seringai tipis di bibirnya dan melepaskan tangan Er yang menutupi mulutnya.


" No. I won't let you kiss me," kata Er menolak.


" But I'll still kiss you," kata Arga mendekatkan bibirnya pada bibir sexy Er.


" Kau pemaksa, Ar. Dan aku tidak suka pria pemaksa," sahut Er menatap tajam pada Arga yang terus mendekat pada wajahnya.


" Ya, aku pemaksa. Suka atau tidak itu tak penting bagiku."


Lalu Arga menyentuh bibir Er menggunakan bibirnya, dia tak langsung ******* bibir seksi itu. Dia hanya menelusuri bibir Er dengan sentuhan bibirnya.


Dan hal itu membuat Er menginginkan ciuman itu dengan membuka mulutnya.


Arga tersenyum miring melihat bibir Er yang terbuka seakan meminta untuk di cium.


Lalu perlahan Arga mencium bibir manis itu, dia ******* nya perlahan dan tanpa terburu-buru.


Er memejamkan matanya saat Arga mulai mencium bibirnya, dia seakan menikmati ciuman lembut yang tanpa nafsu. Lalu dia membalas ciuman itu.


Mereka berciuman di dalam kamar yang hening itu dan hanya ada mereka berdua di ruangan itu. Dengan posisi Arga yang berada di atas tubuh Er dan posisi itu terlalu bahaya bagi kedua nya.


Arga menaruh lengan Er di pundaknya dan Er langsung melingkar kan tangan nya di leher Arga.


Ciuman yang mulanya hanya perlahan dan tanpa nafsu, sekarang tampak menggebu dan menuntut.


" Hemmp ..." desah Er dalam ciuman itu sambil meremas rambut tebal Arga.


Sementara itu Arga memasukkan tangannya kedalam kaos milik Er, menelusuri punggung mulus wanita itu hingga kaos yang di kenakan Er terangkat keatas dan hampir memperlihatkan dadanya.


" Hentikan aku, Er." Lirih Arga sembari beralih menciumi leher jenjang Erlina.


" Kau yang memulai nya, Ar. Jadi kau yang harus menghentikan nya," sahut Er sambil menikmati sentuhan pria itu.