Forced Wedding

Forced Wedding
31. ( Er_Ga)



Keesokan harinya. Er terbangun dan tak melihat Arga di samping nya.


Wanita itu langsung turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu kamar mandi.


Er mengisi bathtub dan memberikan bola sabun yang akan menjadi busa nantinya. Lalu dia berendam di dalam nya.


Arga masuk kedalam kamarnya dan tak melihat Er di ruangan itu. Pria itu berjalan kearah beranda kamar yang melewati kamar mandi.


Saat melewati kamar mandi langkahnya terhenti saat mendengar suara merdu seorang wanita yang berasal dari kamar mandi.


Lalu dia mendekati pintu kamar mandi dan membuka pintu yang tak terkunci. Pria itu mengintip aktivitas Er yang terlihat sedang berendam dengan busa sabun yang melimpah sembari bersenandung merdu.


Senyum Arga tersungging saat melihat Er yang saat ini sudah kembali normal dan tanpa beban.


' Apa yang dia katakan tadi malam itu benar? dia trauma melihat kejantanan seorang pria?' batin Arga.


Arga melihat Er yang kini sedang kesulitan untuk menggosok punggung nya. Pria itu langsung menghampiri wanita itu, dan mengambil spons mandi yang di pegang Er dan langsung menggosokkan nya ke punggung mulus sang istri.


" Ar ... apa yang kau lakukan. Kembalikan spons nya, aku bisa melakukan nya sendiri!" tegas Er yang hanya menoleh kan kepalanya kearah Arga yang sedang berada di belakangnya.


" Aku yang akan menggosok nya. Diamlah!!" kata Arga tegas.


Er terdiam entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Hingga dia membiarkan Arga menggosok punggung nya.


Arga terus menggosok punggung mulus Er dengan spons dengan sesekali meneguk ludahnya.


Hanya dengan melihat punggung mulus itu saja sudah membuat nya panas dingin. Apalagi melihat seluruh lekuk tubuh Er.


Mungkin dia bisa langsung menerkamnya.


Er menahan nafas nya saat tangan Arga perlahan mengusap lembut tengkuk lehernya.


" Cukup. Terimakasih. Kau bisa pergi," ucap Er tanpa melihat kearah Arga.


" Tidak. karena aku ingin mandi disini," sahut Arga bangkit dari duduknya.


Pria itu langsung membuka kain yang menempel di tubuhnya.


" Jangan menoleh padaku jika kau tak ingin kembali histeris seperti semalam," kata Arga dari belakang Er.


" Ck. Bisakah kau menunggu aku selesai dulu, Ar?" tanya Er sambil mencebik.


" Tidak bisa," sahut Arga yang kini sudah berdiri di bawah shower dan menyalakan shower itu.


Er tak berani menoleh pada Arga yang kini sedang mandi dengan tubuh polos nya.


" Kau takut pada ku, Er?" tanya Arga sambil menggosok kan shampo ke kepala nya.


" Tidak. Aku tidak takut pada siapapun dan tak takut dengan apapun," sahut Er dengan lantang nya dan membuat Arga tertawa.


" Benarkah? Kalau begitu buktikan lah. Lihat kearah ku jika kau memang berani," tantang Arga yang kini sedang menggosok kan sabun ke seluruh tubuh nya.


' Ck. sepertinya dia sudah tahu kelemahan ku,' batin Er.


" Ayo. Tatap aku, Er," kata arga lagi yang tak mendapatkan respon dari Er.


Pria itu menyalakan kembali shower nya untuk membersihkan busa sabun yang menempel di tubuhnya.


Sementara Er. Dia masih terpaku dan tak berani menoleh pada Arga.


" Ternyata kau memang seorang wanita yang pengecut," ucap Arga yang kini sedang melilit kan handuk ke pinggang nya.


" Apa kau bilang? aku pengecut?" sahut Er tak terima di sebut pengecut oleh Arga.


Lalu wanita itu langsung menoleh pada Arga yang kini sedang bersedekap kearah Er dengan handuk yang sudah melilit di pinggangnya. Dan dengan senyum miring nya.


" Ck. kau terlambat, Beby. Kau menoleh saat aku sudah memakai handuk," sahut Arga.


" Up to you." Er mengalihkan pandangannya.


" Kemarilah. Aku akan membantumu membersihkan busa yang menempel di tubuh mu itu," kata Arga dengan senyum miring nya.


" Wohoo ... kau bisa bicara baik-baik, Honey. Tak perlu membentak," sahut Arga.


" Jangan menyebut ku dengan sebutan itu!! aku jijik mendengar nya!!" ucap Er tegas.


" Tapi aku sangat suka memanggil mu dengan sebutan itu, Honey," kata Arga.


" KELUAR DARI SINI!!" teriak Er sambil melempar spons kearah Arga.


" Wow ... ternyata istri ku bar-bar sekali," goda Arga sambil berlarian kearah pintu lalu menutup nya.


" Huuuft. Aku bisa gila bila terus bersama nya," gumam Er sambil menghembuskan nafasnya kasar.


" Ya. Kau akan tergila-gila pada ku setelah merasakan pelayanan ku di atas ranjang," kata Arga yang hanya muncul kepalanya saja dari balik pintu.


" PERGI DARI SANA!!" teriak Er lagi sambil melempar kan busa sabun yang melimpah kearah wajah tengil Arga.


Namun dengan cepat Arga menutup kembali pintu itu.


" Dadamu terlihat, Honey!!" teriak Arga dari balik pintu lagi sambil tertawa.


" Dasar pria brengsek!!" teriak Er dari dalam kamar mandi.


Arga tertawa dan Er mendengar suara Arga yang sedang menertawainya.


" Sial. Aku terperangkap dengan pria menyebalkan itu," gumam Er keluar dari bathtub dan menyalakan shower saat sudah berada di bawah nya.


Beberapa menit kemudian. Er keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bath rub nya.


Dia langsung membuka lemari dan mengambil baju secara random. Dia melihat kearah Arga yang tampak fokus dengan telepon nya.


Dia melihat punggung kokoh Arga yang masih belum memakai bajunya dan hanya mengenakan celana jeans nya.


Er menelan saliva nya saat mengingat apa yang di lakukan oleh pria itu padanya tadi malam.


Dia juga wanita dewasa yang juga membutuhkan hal itu. Tapi entah kenapa dia kembali histeris saat melihat kejantanan pria itu dan dia hanya bisa menggigit bibirnya.


Lalu pergi ke arah walkin closed dan memakai pakaiannya.


Setelah selesai, Er langsung keluar dan berjalan kearah meja riasnya.


Dia mengeringkan rambutnya dan memakai riasan tipis di wajahnya.


Arga baru selesai berbicara dengan seseorang dari teleponnya. Pria itu langsung masuk dan menghampiri Er yang sedang duduk di depan meja rias nya.


CUP


Tiba-tiba Arga mencium pipi Er. Wanita itu terpaku dan menatap pantulan wajah Arga yang tengil dari cermin.


Terlihat senyum tengil pria itu sambil mengerlingkan matanya pada Er.


" Iiishhh ... dasar pria menyebalkan," gumam Er.


Arga mengambil kaos nya dan langsung memakai nya. Lalu pria itu menghampiri Er lagi dan menundukkan tubuhnya dari belakang Er.


Er mengerutkan keningnya melihat kelakuan Arga. Dan ternyata Arga hanya ingin mengambil parfumnya yang tepat berada di hadapan Er.


' Shiiittt. Aku pikir dia mau ngapain,' batin Er.


" Kau belum selesai?" tanya Arga menaruh lagi parfum nya setelah menyemprot kan nya di seluruh tubuhnya.


" Sudah," kata Er bangkit dari kursinya.


Lalu tanpa basa-basi lagi, Arga langsung menarik tangan Er keluar dari kamar nya.


" Kita mau kemana?" kata Er yang masih sempat mengambil tasnya yang ada di atas ranjang.


" Sarapan di luar," sahut Arga yang masih menggenggam tangan Er.