
Lintang masih tampak terpaku ditempatnya, meskipun kini Airin sudah tak terlihat lagi di tempat itu.
Pikiran nya melanglang buana dengan semua kemungkinan yang akan terjadi. Dia sangat membenci wanita itu, dan kini dia melihat wajah wanita itu lagi setelah sekian lama mereka tak bertemu.
Karena Airin di penjara beberapa tahun dengan berbagai kasus yang menimpanya.
Dia terbukti menjual barang terlarang dan juga menggunakan nya.
Lalu tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya dari belakang dan membuat nya tersentak kaget.
" Ada apa? kenapa kau berdiri disini?" tanya Erlando.
" Aku melihat wanita itu," kata Lintang lirih.
" Biarkan saja. Er sudah aman sekarang karena ada Arga yang akan selalu menjaga nya," kata Erlando mengusap punggung Lintang.
Lalu mereka berbalik dan ingin melangkah kan kakinya menuju tempatnya.
Namun tiba-tiba langkah mereka terhenti saat mendengar seseorang memanggil nya.
Deg
' Aku sangat mengenal suara ini,' batin lintang.
Lalu Lintang dan Erlando menoleh bersamaan. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Edi Hendarso telah berdiri di hadapannya.
" Apa aku terlambat?" kata Hendarso.
" Ku rasa aku tak mengundang mu," sahut Lintang sinis.
" Apa kabar, Dad. Ku harap kalian semua baik-baik saja," kata Hendarso tak menggubris perkataan lintang dan menghampiri mereka.
" Untuk apa kau kemari?" tanya Erlando dengan nada beratnya yang terdengar dingin.
" Aku ingin mengucapkan selamat pada putri ku," sahut Hendarso tenang.
" Pergi dari sini atau akan ku panggil kan security agar menyeret mu keluar dari sini!!" tegas lintang.
" Oohh ... aku tahu. Kau datang kemari dengan wanita itu tadi, kan?" tanya Lintang tersenyum sinis.
" Wanita yang mana? aku kemari dengan istri ku," kata Hendarso merentang kan satu tangan nya pada seseorang yang berjalan di belakangnya.
" Maaf, jika kedatangan kami membuat kalian kesal. Kami hanya ingin memberi kan selamat pada Er dan akan langsung pergi dari sini," kata istri Hendarso ramah.
Lintang dan Erlando tak langsung menjawab dan hanya saling bertatapan. Lalu Erlando menganggukkan kepalanya, sementara lintang menggelengkan kepalanya.
" Apa kami boleh menemui Erlina? aku berjanji tidak akan mengacaukan acar ini dan akan langsung pergi dari sini setelah menemui Er," kata Winona dengan sangat ramah dan sopan.
" Baiklah," sahut Erlando mengizinkan mereka menemui Erlina.
" Dad ... bagaimana jika ini akan membuat Er marah?" kata lintang masih tak mengizinkan menemui putri nya.
Lalu Winona mendekatinya dan menggenggam tangan nya.
" Aku hanya ingin Er kembali berhubungan baik dengan Dady nya sendiri," kata Winona dengan lembut.
Hal itu membuat Lintang sedikit berpikir, dan menganggukkan kepalanya setelah beberapa menit terdiam sejenak.
Lalu Erlando mempersilahkan mereka masuk dan menemui Er. Mereka berjalan di belakang Erlando saat menuju ke pelaminan.
" Er ...,"
Erlina menoleh dan terpaku tanpa ekspresi setelah melihat pria paruh baya yang sebenarnya sangat dia rindukan.
" I Miss you, Honey. Maaf kan Daddy. Aku benar-benar minta maaf," kata Hendarso dalam pelukan itu.
Er masih terpaku tanpa membalas pelukan itu. Pikiran nya seakan terbang pada masa itu, masa yang sangat ingin dilupakan oleh Er.
Namun dengan kedatangan Hendarso, dia mengingat lagi masa itu. Masa saat dirinya melihat sang daddy bercinta dengan wanita lain. Masa dimana kekacauan yang terjadi dalam rumah nya yang semulanya terlihat baik-baik saja.
Serta masa saat perceraian kedua orang tuanya yang merenggut semua kebahagiaan nya.
Tak terasa air matanya menetes. Dia terisak dalam pelukan itu, lalu Er pun membalas pelukan itu dengan erat.
Tak ada ucapan yang keluar dari mulutnya, dia hanya ingin memeluk sang Daddy yang sudah lama tak dilihatnya.
Semua yang melihat nya merasa terenyuh. Bahkan lintang pun menangis melihat adegan itu. Tapi itu bukan berarti dia memaafkan perbuatan Edi.
" Your so beautiful, aku sangat menyayangimu, Sayang. Dan aku meminta maaf pada mu," kata Edi menangkup pipi sang putri.
Er tak menjawab, dia hanya menundukkan wajahnya dan tak berani menatap mata Edi.
Edi mengusap air mata yang membasahi pipi putri cantiknya itu, lalu mencium kening nya.
" Aku tahu kau sangat kecewa pada Daddy. Dan kau berhak membenci Daddy. Tapi Daddy akan terus menyayangimu, sayang. Sampai akhir hayat ku, kau akan tetap menjadi ratu di hati Daddy," kata Edi memegang dagu er.
Tapi Er hanya mengangkat wajahnya dengan mata yang tertutup. Dia tidak mau menatap mata sang Daddy karena kekecewaan nya selama ini.
Lalu Edi menggenggam tangan Er sembari mengusap nya.
" Aku turut bahagia dengan pernikahan mu, aku berharap pernikahan kalian akan berjalan dengan baik dan bahagia. Jaga pernikahan mu, sayang. Berbahagialah," kata Edi mencium punggung tangan Er.
" Selamat, bahagia kan putri ku. Jangan kau sakiti dia, jika aku mendengar kau menyakiti nya maka aku akan langsung membunuh mu," kata Edi memberikan ultimatum nya pada Arga.
Arga tersenyum miring mendengar perkataan dari Edi. ' Mungkin dia takut pada karma,' batin Arga.
" Terimakasih. Aku akan selalu menjaganya dengan baik dan membahagiakan nya," sahut Arga.
Er menatap tajam pada Arga sedang kan Arga melirik kearah nya.
" Hallo, sayang. Aku Winona istri dari daddy mu. Ku harap kau tak membenci ku, aku turut bahagia dengan pernikanan mu. Dan aku harap kau mau datang mengunjungi kami di negara tetangga," kata Winona sambil memegang bahu Er.
Er hanya tersenyum tipis pada Winona dan hatinya sedikit melunak saat mendengar ucapan lembut dari wanita yang kini menjadi istri daddy nya itu.
" Kita pasti akan mengunjungimu, Aunty. Iya kan, sayang?" kata Arga merengkuh pinggang Er.
Er kembali menatap tajam pada Arga yang sedang tersenyum tengil padanya.
" Ya. Aku akan menunggu kalian datang. Berbahagialah, sayang. Dan maaf kan Daddy mu di masa lalu," kata Winona mengusap lembut pipi Er. dan Er hanya tersenyum pada nya.
Lalu Erlando mengajak mereka untuk makan bersama, Erlando sudah berdamai dengan masa lalu putri nya itu. Karena sikap Edi yang mengakui kesalahannya dan menjalankan setiap hukuman yang Erlando berikan kala itu.
Dan kini Edi datang untuk menemui putri nya di hari bahagia itu. Erlando cukup senang dengan hal ini karena itu artinya Edi masih sangat menyayangi Erlina.
Lintang hanya bisa terdiam karena dia tidak ingin mengacaukan hari bahagia ini. Dan semua keluarga tampak berkumpul dalam satu meja yang panjang untuk makan bersama. Termasuk keluarga dari Arga.
Sementara itu ...
" Mau berdansa dengan ku, my Queen?" kata Arga lalu menarik tangan Er dan berjalan menuju lantai dansa tanpa menunggu jawaban dari Er.
" Ck, untuk apa kau masih bertanya padaku jika kau tetap memaksa dan se enaknya sendiri?" kata Er saat sudah ada di lantai dansa.
Arga langsung merengkuh pinggang ramping Er dan menempel kan dengan tubuhnya. Tangan Er berada di dada bidang Arga dan sedikit mendorong nya karena posisi mereka yang sangat dekat.
" Karena aku tahu kau pasti akan menolaknya, dan aku tidak akan bisa menerima penolakan," kata Arga menatap tajam manik mata Er yang mengerjap cantik di hadapannya karena nafasnya yang menerpanya.