Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 17



Daxon melangkah kan kakinya dan berhenti tepat di depan gedung itu. Seorang pria yang mengikuti nya dari belakang pun juga ikut menghentikan langkahnya.


Daxon menoleh dan pria yang berdiri di belakangnya pun langsung memberikan sebuah memori yang sudah dia lepaskan dari kamera nya.


" Bagus."


Daxon menerima benda kecil itu dan memasukkan nya kedalam dompet nya.


Ya. Salah satu anak buah Daxon merekam pengakuan Heli. Dan langsung menyerahkan bukti itu pada Daxon.


" Urus wanita itu. Masukkan dia ke kantor polisi dan buat dia mendekam lama di balik jeruji besi!"


" Baik, Bos. Aku sudah menyiapkan barang bukti dan juga barang yang sudah anda minta untuk memberatkan posisi wanita itu!" sahut pria itu dengan tegas.


" Bagus."


Daxon langsung pergi dari tempat itu dan masuk kedalam mobilnya.


Dia melirik sekilas kearah gudang itu dengan senyum penuh misteri. Dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan area itu.


.


.


Sesampainya di mansion. Daxon langsung berjalan menuju kamar nya, dia ingin segera membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya.


Saat dirinya sudah ada di dalam kamar. Ponsel nya berbunyi dan terlihat nama Arga disana.


" Hallo!"


" BAGAIMANA BISA INKA KECELAKAAN!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA NYA!! KAU PASTI SUDAH MENYAKITI NYA!!" teriak Erlina dari seberang telepon hingga membuat Daxon menjauh kan benda pipih itu dari telinga nya.


" DAXOOONN!! JAWAB AKU!!! DIMANA INKA DIRAWAT DAN BAGAIMANA KONDISI NYA!!" teriak Erlina lagi hingga membuat Arga menggeleng kan kepalanya.


" Bisakah kau tak berteriak, Er?"


sahut Daxon.


" Tidak!!! aku ingin selalu meneriaki mu dan memaki mu karena kau tak becus menjaga sahabat ku!!" tegas Erlina.


" Berikan ponsel mu pada Arga! aku tak mau bicara dengan wanita cerewet seperti mu!" sahut Daxon tegas.


" TIDAK!!!" bantah Er.


Lalu Arga mengambil ponselnya dan menyalakan lodspeaker nya.


" Hallo, Dax. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Arga dengan suara berat nya.


" Kami ada masalah kecil dan Inka salah paham. Dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan pun terjadi. Tapi aku sudah menyelesaikan masalahku, Ar."


" Lalu? bagaimana keadaan Inka saat ini?" sahut Arga.


" Entahlah. Dia belum sadar kan diri tapi dokter sudah melakukan operasi pada kakinya yang patah," kata Daxon yang terdengar sendu.


" Beby, tenanglah ..." kata Arga.


" Lalu di rumah sakit mana Inka dirawat?" tanya Arga.


" Di rumah sakit Medika."


Erlina langsung memutuskan panggilan itu setelah mengetahui rumah sakit mana Inka dirawat dan dia bergegas kesana.


Sementara Daxon. Pria itu melempar ponselnya ke ranjang dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Namun sebelum itu. Dia juga meletakkan dompetnya dan langsung membuka bajunya.


.


.


Kini Daxon sudah kembali kerumah sakit. Dia memarkir kan mobilnya tapi dia tak langsung keluar dari mobil.


Dia mengambil ponselnya dan menghubungi sang Daddy untuk membicarakan masalah Gris yang sudah mencari masalah dengan nya.


" Hallo, Dad. Aku sudah ada di parkiran," kata Daxon setelah panggilan itu tersambung.


" Hmm ... tunggu aku di kantin rumah sakit," sahut Kenta dan langsung memutuskan panggilan itu.


Daxon meletakkan ponselnya di kantong celana nya. Dia langsung membuka pintu mobil dan keluar dari sana.


Sementara Kenta. Dia berpamitan pada Siena dan yang lainnya. Dia mengatakan ingin ke kantin dan berbicara dengan asistennya yang sudah menunggu nya di kantin.


Siena mengizinkan Kenta keluar dari ruangan itu. Namun sebelum dia keluar, Kenta memberi kode pada Arga yang sudah ada di ruangan itu untuk ikut dengan nya.


Arga yang mengerti akan hal itu langsung berpamitan keluar sebentar pada Erlina setelah beberapa saat yang lalu Kenta Keluar dari ruangan itu.


" Hanya sebentar," kata Arga membujuk Erlina.


" Baiklah," sahut Er.


Arga tersenyum dan mengecup puncak kepala Er, lalu keluar dari ruangan itu.


Di luar ruangan. Kenta sudah menunggu nya, mereka langsung berjalan menuju kantin dimana Daxon sudah menunggu nya.


" Kau sudah tahu masalah nya, Ar?" tanya Kenta sambil terus melangkah kan kakinya.


" Sudah, Uncle."


Ya, Daxon sudah menceritakan semuanya pada Arga meskipun lewat pesan singkat.


" Aku tidak ingin para wanita tahu masalah ini. Dan aku butuh bantuan mu," sahut Kenta.


" Baik, Uncle. Aku akan siap membantu mu," sahut Arga.