
Kini mereka sudah ada di dalam mobil. Senyum cantik Inka selalu terpancar dalam perjalanan pulang nya.
Dia menatap kearah luar jendela dan melihat lalu lalang orang di jalan trotoar. Daxon melirik kearah Inka dan memegang tangannya lalu mencium punggung tangannya.
Inka menoleh dan tersenyum pada calon suaminya itu.
" Aku ingin mempercepat pernikahan kita," ucap Daxon tiba-tiba.
Inka mengerutkan keningnya menatap heran pada pria yang duduk di sampingnya itu.
" Tapi lihatlah kondisi ku, bahkan aku belum bisa berdiri, Daxon."
Daxon tak menjawab dan terus mencium punggung tangan Inka. Dia tak sabar ingin segera sampai ke tempat yang sudah dia siap kan.
Entah apa yang di siapkan oleh pria itu hingga dia sendiri merasa tidak sabar ingin segera sampai.
Inka kembali melihat kearah jalanan. Dan dia menyadari sesuatu bahwa mobil yang dia tumpangi melewati jalan yang seharusnya menuju kearah mansion.
" Beby ... sepertinya kau kelewatan. Seharusnya kau berbelok kiri tadi," ucap Inka.
" Kita akan pergi ke suatu tempat. Dan kau pasti akan sangat terkejut," sahut Daxon.
" Benarkah? aku jadi penasaran," sahut Inka.
Daxon hanya tersenyum dan kembali fokus dengan kemudinya.
.
.
20 menit berlalu.
Mobil Daxon memasuki area Villa yang ada di daerah perbukitan. Inka tersenyum dan semakin penasaran dengan apa yang sudah di siapkan oleh calon suaminya itu.
Daxon keluar dari mobil dan membuka bagasi mobil nya untuk mengeluarkan kursi roda Inka.
Lalu dia mendorong kursi roda itu dan membuka pintu mobil Inka. Dia mengeluarkan Inka dari mobilnya dan mendudukkannya nya di kursi roda.
" Maaf aku merepotkan mu," ucap Inka yang merasa tak enak.
" Aku suka di repotkan oleh wanita ku," sahut Daxon dan mengecup bibir Inka.
Mereka pun berjalan menuju pintu utama villa yang masih tertutup.
" Dimana ini? ini seperti sebuah villa," ucap Inka sambil mengedarkan pandangannya.
" Ya. Ini hadiah untuk mu," sahut Daxon.
Inka menoleh dan memegang tangan Daxon hingga pria itu menghentikan langkahnya.
" Hadiah? ku rasa aku sedang tidak berulang tahun," sahut Inka heran.
" Menikah lah dengan ku, agar villa ini menjadi milik mu," ucap Daxon sambil memegang kedua tangan Inka.
Inka terkekeh.
" Jadi kau menguap ku agar mau menikah dengan sebuah villa ini?" tanya Inka.
Daxon tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya.
" Anggaplah seperti itu. Dan aku memaksa mu," ucap Daxon yang kini sudah berwajah serius.
Inka menyadari perubahan wajah Daxon dan dia menghela nafasnya.
" Tapi ... aku takut tak bisa melayani mu dengan baik. Dan mungkin malah kau yang melayani ku dan merepotkan mu, sahut Inka sendu.
" Heii ... I love you. Kau tahu itu, kau bisa melayaniku setelah kau pulih, bukan? dan untuk saat ini biarkan aku yang melayani mu," sahut Daxon.
Inka menatap kearah Daxon dan tersenyum. Sungguh dia sangat bahagia saat memilik pasangan seperti Daxon dan dia tak menyangka hubungan nya dengan Daxon akan seperti saat ini.
" I love you so much," ucap Inka dan memeluk pria itu.
" I love you so much to, Beby."
Daxon melepaskan pelukannya dan kembali mendorong kursi roda Inka. Dia membuka pintu utama villa.
Dan mulai mendorong kursi roda itu. Inka melihat villa itu kosong dan gelap karena semua lampu dan jendela nya masih tertutup rapat hingga tak ada cahaya yang masuk.
" SURPRISE!!!"
Inka terkejut saat mendengar suara itu dan seketika lampu pun menyala terang.
Senyum Inka mengembang saat melihat semua keluarga berkumpul disana dan juga Erlina bersama Arga.
Dia menatap dekorasi villa yang di hias seperti akan ada pernikahan dan dia menoleh kearah Daxon.
Pria itu tersenyum dan berjalan ke hadapan Inka. Lalu berlutut di hadapan wanita nya.
" Kita akan menikah disini, hari ini dan di jam ini," ucap Daxon.
Inka terkejut. Tapi senyumnya mengembang, dia tak menyangka jika pria itu benar-benar akan menikahinya secepat itu.
Bahkan dia juga sudah menyiapkan segalanya. Sebuah villa dan semua keluarga pun berkumpul disana.
" Secepat ini?" sahut Inka masih terpaku.
" Ya. Aku tak ingin menundanya lagi, kau mau?" sahut Daxon.
Inka langsung mengangguk kan kepalanya dengan cepat dan mereka pun berpelukan.