
Rombongan mobil Arga dan Almer keluar dari resort itu setelah pukul 3 sore. Mereka langsung berangkat menuju resort tepi pantai milik almer, setelah hujan reda.
Hampir 2 jam perjalanan. Akhirnya mereka sampai di resort mewah itu. Seperti biasa, para wanita langsung berlari kearah tepi pantai yang terlihat sangat indah di sore hari.
Mereka berlarian kesana kemari menikmati pemandangan indah matahari terbenam di pantai itu.
Para pria menghampiri para wanita setelah meletakkan ranselnya di kamar masing-masing.
Arga berjalan menghampiri sang istri yang tengah bermain di tepi pantai. Dia melihat senyum cantik Erlina yang selalu merekah di bibir nya.
Dengan langkah cepat nya dia menghampiri sang istri dan langsung memeluk nya dari belakang serta mengangkat tubuh nya.
" Argaaa !!!" teriak Er saat pria itu memutar-mutar tubuh nya.
Lalu Arga menghentikan nya dan menurunkan Erlina, namun masih memeluknya dari belakang.
" I love you."
Cup
Arga langsung mencium pipi Erlina setelah mengucap tiga kata itu. Hal itu membuat Er tersenyum dan kembali merasakan debaran di dadanya.
Dia menikmati momen senja itu sambil tetap berpelukan dengan posisi yang sama. Er menatap mata hari yang semakin turun sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Arga.
CEKRIK CEKRIK
Diam-diam Almer memotret pasangan itu dari belakang dan dari samping. Hal itu membuat Er dan Arga menoleh kearah nya.
Lalu Arga membalik tubuh Er dan mengangkat nya ke atas. Wanita itu meletakkan kedua tangannya di bahu Arga dengan kepala yang sama-sama mendongak keatas.
Dan lagi-lagi Almer memotret posisi mereka yang sangat pas dan sangat bagus di depan kamera.
*
Kini mereka sedang duduk di atas pasir dan menghadap kearah laut lepas.
" Kita akan tinggal di mansion setelah kita pulang dari sini," ucap Arga.
" Tidak. Aku lebih suka tinggal di apartemen," sahut Er.
" Kenapa?" sahut Arga menoleh pada Erlina.
" Mansion terlalu besar untuk kita tinggali berdua. Aku ingin tinggal di apartemen mu saja, dan aku akan memberikan apartemen ku pada Inka," sahut Erlina.
" Baiklah, jika itu membuat mu nyaman," sahut Arga.
Lalu mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing.
" Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku, dan mungkin dari keluarga mu juga, Er."
Erlina langsung menoleh pada Arga dengan ekspresi datar nya.
" Cerita kan semua yang mengganggu mental dan pikiran mu pada ku. Mungkin dengan kau membaginya dengan ku itu akan membuat mu lebih tenang," ucap Arga.
Erlina mengalihkan pandangannya kearah lautan yang berombak kecil di hadapan nya.
" Kau masih sering mengigau setiap malam di sela-sela tidur nyenyak mu. Dan itu membuat ku berpikir pasti ada sesuatu dalam dirimu," ucap Arga lagi.
Ya. Trauma buruk itu masih sering menghantui tidur nyenyak Er. Dan Arga sering mendengar Er yang mengigau ketika tidur di malam hari.
" Aku tak bisa menceritakan nya. Itu adalah hal yang sangat menjijikkan untuk ku ceritakan pada orang lain," sahut Erlina.
Arga menangkup wajah Erlina dan menatap nya.
" Aku hanya ingin membantu mu agar bisa keluar dari masa itu," sahut Arga.
" But I can't," sahut Er lirih.
" Aku yang akan membawa mu keluar dari masa itu." Arga langsung menyesap bibir Erlina setelah mengatakan hal itu.
Mereka berciuman di tepi pantai yang terlihat sangat indah di depannya. Ciuman itu lama namun sangat lembut dan tanpa ada hasrat di dalam nya.
Arga menatap mata Erlina saat melepaskan pagutannya. Dia menempel kan keningnya di kening Er.
" Katakan lah," ucap Arga.
Dia mengusap air mata yang tiba-tiba jatuh di pipi Er. Dan mengecup bibirnya.
Erlina memeluk erat tubuh Arga dan menangis dalam pelukan itu. Arga mengusap punggung Er agar dia lebih tenang.
" Aku melihat sendiri perselingkuhan Daddy dengan wanita itu," ucap Erlina akhirnya.
Arga cukup terkejut mendengar hal itu. Dia ingin melepaskan pelukannya namun Er tak mau melepas pelukannya.
Dia masih terisak. Arga dengan sabar memeluk nya dan menunggu kelanjutan dari cerita itu.
" Aku melihat adegan menjijikkan itu dengan sangat jelas. Dan wanita itu seakan sengaja melakukan adegan yang sangat menjijikkan itu di hadapan ku. Karena dia melihat keberadaan ku tapi Daddy tidak," lanjut Er.
Arga mendengar kan cerita itu sambil terus mengusap punggung Erlina.
" Wanita itu menyiksa ku setelah Daddy tertidur. Dia menyekap ku di kamar ku sendiri dan memukuli ku dengan sangat brutal," kata Er dengan Isak tangisnya yang terdengar lebih cepat.
Er menangis dalam pelukan itu. Arga mendekap erat tubuh Er.
' Sekarang aku mengerti trauma berat itu,' batin Arga.
Dia tak bisa membayangkan bagaimana Erlina menjalani kehidupan nya yang terlihat baik-baik saja beberapa selama hampir 15 tahun ini.
Sedangkan trauma berat masih menyelimuti hati nya.
Erlina melepaskan pelukannya diri setelah merasa lebih tenang. Dia menghadap kearah laut dan menyandarkan kepalanya di bahu Arga.
Arga merangkul bahu Er dan mengusap lengannya.
" Wanita itu berkata, jika aku menikah aku akan merasakan hal yang sama seperti Momy. Pria sama saja, di awal pertemuan dan pernikahan mereka akan terlihat sangat mencintai pasangan nya. Namun ketika mereka sudah bosan mereka akan__"
" Ssstt ... Itu tidak benar," sanggah Arga sambil meletakkan jarinya di bibir Er.
Er menundukkan wajahnya. Dan Arga menahan dagunya.
" Semua yang di katakan oleh wanita siluman itu tidak benar. Buang jauh-jauh semua pikiran kotor itu, tidak semua pria seperti itu," ucap Arga.
Dia kembali memeluk erat tubuh sang istri.
" I love you. Kau bisa membuktikan nya dengan pernikahan kita. Dan aku akan selalu meyakinkan mu tentang hal itu," ucap Arga.
Entah kenapa Er begitu lega saat menceritakan beban berat yang dia pendam selama bertahun-tahun dalam hati nya, pada Arga yang kini berstatus suami nya itu.
" Lupakan tentang hal itu, Oke? kita akan memulai lembaran baru bersama dan mematahkan semua perkataan wanita itu," ucap Arga lagi.
" Dia mulai menghubungi ku akhir-akhir ini," ucap Er menegakkan posisi duduknya.
" Untuk apa? apa tujuan nya menghubungi mu?" sahut Arga menatap kearah Er.
" Dia mengingat kan ku tentang kejadian 15 th yang lalu, dan aku tahu maksudnya," ucap Erlina.
" Serahkan wanita itu padaku, aku akan memberi nya pelajaran agar tak lagi mengganggu mu."
" Tidak. Aku akan melawan nya, aku ingin tahu apa tujuan nya menghubungi ku," sanggah Er.
" Tapi ... Aku takut jika dia menyakiti mu," jawab Arga.
" Aku bukan gadis kecil lagi. Dan aku sudah lama menyiapkan diriku untuk menghadapi nya sendiri," jawab Erlina, lalu bangkit berdiri dari duduknya.
Arga juga beranjak dan menggandeng tangan Er meninggalkan tepi pantai karena hari mulai gelap.
Lalu mereka masuk kedalam resort dan masuk kedalam kamar nya.