Forced Wedding

Forced Wedding
S2 Inka - Daxon 27



Siena tersenyum saat melihat Adik satu-satunya hadir di pesta pernikahan sederhana itu.


Dia berjalan menghampiri sang Adik yang sudah hampir 2 tahun tak menemui nya. Begitu pun dengan pria itu.


Dia berjalan menghampiri sang kakak sambil merentangkan kedua tangan.


" I Miss you, B!"


Mereka berpelukan dengan sangat erat dan menjadi tontonan disana. Kenta menghampiri kedua nya dan ikut memeluk keduanya.


" Ohh ... aku sangat merindukan kalian," ucap Berto.


" Aku kira kau tidak akan hadir di pesta kecil ini," kata Siena melepaskan pelukannya dan tak terasa air matanya menetes.


" Aku pasti akan datang di acara pernikahan keponakan ku yang satu-satunya, Kak. Dan aku juga sangat merindukan mu," sahut Berto sambil mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata Siena.


Lalu pandangan nya beralih. Dia menatap sang kakak ipar yang berdiri di sampingnya.


" Terimakasih sudah menjaga Kak Siena untuk ku, Kakak Ipar," ucap Berto.


" Hmmm itu sudah kewajiban ku, Be."


Siena menarik tangan Berto menuju kursi panjang yang tersedia di sana. Dan mereka kembali mengobrol ringan.


" Kau masih betah menduda?" tanya Kenta.


" Hmmm ... aku sangat menikmati hidup ku yang seperti ini, Kak," sahut Berto sambil meneguk minuman nya.


" Tapi kau harus segera menemukan seorang wanita agar kau tak kesepian, Be. Kau membutuhkan seorang teman hidup nantinya," sahut Siena sambil menghidangkan makanan di depan Berto.


" Huuuft ... akan ku pikirkan," sahut Berto karena tak ingin berdebat dengan sang kakak.


" CK. Kau selalu seperti itu," sahut Siena mencebik.


Kenta dan Berto terkekeh dan mereka menyantap makanannya.


.


.


" Ssstt ... Inka!! kau kenal pria itu?" tanya Erlina berbisik di telinga Inka sambil menunjuk kearah Berto.


Inka melihat kearah tangan Erlina dan melihat Uncle Berto yang sedang makan bersama mertua nya.


" Hmmm ... aku baru mengenalnya. Dia Uncle Berto, Adik dari Momy Siena," sahut Inka.


Erlina menganggukkan kepalanya beberapa kali.


" Ada apa, Er? kau tidak berniat untuk menggoda nya, kan?" tanya Inka sambil terkekeh.


" Iiishhh ... kau tidak lihat disana?" sahut Erlina menunjuk kearah sang suami yang sedang berbincang bersama Daxon dan yang lainnya.


Inka turut memalingkan pandangan nya kearah tangan Erlina dan melihat Arga dan Daxon yang berdiri berdampingan.


" Memang nya kenapa dengan mereka?" sahut Inka tak mengerti.


" CK. Suami ku sudah sangat tampan dan Hot. Selain itu dia juga sangat kaya raya. Lalu untuk apa aku menggoda Om-om seperti itu?" sahut Erlina.


Inka terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


Erlina tampak berpikir dan seketika dia seperti menemukan sebuah rencana hingga dia menjentikkan jarinya.


" Mommy. Aku ingin Momy berkenalan dengan nya," kata Erlina semangat.


" Tapi bagaimana jika Uncle Berto sudah memiliki istri? apa kau mau Aunty menjadi pelakor?" sahut Inka sambil terkekeh.


" CK. Kau ini, tapi kau kan bisa menyelidik nya untuk ku, Inka. Iya kan?" sahut Erlina memohon.


Inka menggelengkan kepalanya melihat ekspresi wajah Erlina yang sedang memohon.


" Jika kau memohon seperti itu pada Arga. Mungkin dia akan melempar mu ke ranjang," sahut Inka terkekeh.


" Heii ... aku tidak pernah memohon pada nya. Dia yang terus memohon pada ku," sahut Erlina mencebik.


" Ya ya ya. Aku percaya," sahut Inka sambil menganggukkan kepalanya.


" Jadi apa kau akan membantu ku?" tanya Erlina sekali lagi.


" Eeemmm ... akan ku pikirkan," sahut Inka tersenyum tengil dan menjalankan kursi rodanya menuju kearah sang Ibu yang sedang memanggang bersama Aunty lintang.


Namun kursi roda nya tiba-tiba berhenti saat tangan kekar Daxon menahan kursi itu.


" Mau kemana, Beby?"


Inka menoleh sambil mendongakkan kepalanya.


" Aku ingin menemui ibu. Aku ingin memanggang sosis dan langsung memakannya," sahut Inka.


" Seharusnya kau mengatakan hal itu padaku," sahut Daxon sambil mendorong kursi roda Inka.


Inka tersenyum dan mengusap lembut tangan Daxon.


" Heii ... Sayang. Kau kemari?" tanya Rinda saat melihat sang putri sudah ada di belakangnya.


" Aku ingin memanggang sosis, Ibu."


Rinda tersenyum dan menatap kearah wajah cantik Inka.


" Biar Ibu yang memanggang nya untuk mu," sahut Rinda sambil mengambil kan sebuah sosis kesukaan Inka.


" Biar aku yang melakukan nya, Ibu," sahut Daxon.


Pria itu langsung mengambil sosis yang ada di tangan Rinda.


Wanita paruh baya itu tersenyum dan membiarkan sang menantu yang melakukan nya.


" Baiklah. Jika seperti itu aku ingin makan dulu bersama Aunty Lintang," kata Rinda tersenyum.


Akhirnya dia pergi dari tempat pemanggangan bersama Lintang sambil membalas makanan nya sendiri.


" Layani Istri mu dengan baik, Daxon," kata Lintang sebelum pergi dari tempat itu.


Inka dan Daxon terkekeh. Lalu mereka memanggang bersama.