Forced Wedding

Forced Wedding
35 ( Honey moon part 1)



" Dimana Arga?" tanya Al yang sedang menuruni tangga bersama dengan Audie.


" Dia sedang mandi," sahut Er asal.


Wanita itu membawa jus yang dia ambil dari kulkas ke sofa ruang tengah.


" Er ... apakah ada yang kau sembunyikan dari kami?" tanya Audie dengan sangat hati-hati.


Er menatap pada Audie dengan gelas yang masih menempel di bibirnya.


" Tidak ada. Ada apa?" sahut Er langsung meletakkan gelas itu di meja.


" Apa Arga mempermainkan mu, Er?" tanya Almer to the poin.


Er menatap kearah Almer. Lalu Er bangkit dari sofa dan berjalan melewati Al dan Audie.


Wanita itu langsung mencium dan ******* bibir Arga yang baru saja keluar dari kamarnya.


Audie dan Al melihat hal itu. Sementara Arga yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari sang istri hanya terpaku tanpa membalas ciuman dari sang istri.


Lama Er mencium bibir Arga sampai pria itu terpancing dan membalas ciuman itu. Namun baru sebentar dia membalas ciuman itu, Er langsung melepaskan ciumannya.


" Apa ini juga terlihat main-main?" kata Er setelah melepas kan ciumannya.


Audie sampai melongo melihat adegan ciuman itu di depan nya dan langsung mengangguk kan kepalanya pada Er.


Tapi lain halnya dengan Al. Pria itu sangat tahu sifat Er dan hal itu malah membuat nya semakin curiga dengan hubungan suami istri itu.


" Apa perlu aku bercinta dengan nya di hadapan kalian? agar kalian percaya dengan hubungan kami?" tanya Er lagi dengan tangan yang melingkar di pinggang Arga.


Pria itu hanya menatap heran pada Er. Dan sekarang dia mulai mengerti situasi nya.


' Ternyata ini bagian dari sandiwara nya. Bodoh nya aku yang sempat terbawah suasana,' batin Arga.


"Baiklah. Aku percaya pada hubungan kalian," kata Almer akhirnya.


Dan Er pun tersenyum lega mendengar ucapan dari temannya itu.


Sementara Arga terus menatap wajah Er yang kini sangat dekat dengan wajahnya.


CUP


Pria itu mencuri kecupan di bibir Er. Tapi Er tak menggubris nya sama sekali. Er langsung menganggap apa yang di lakukan Arga hanyalah sandiwara semata.


Lalu mereka pun langsung keluar dari resort dengan segala peralatan yang di perlukan untuk melakukan hacking serta berkemah nanti.


Mereka ingin menaiki bukit yang tak terlalu jauh dari belakang resort. Dan akan bermalam di sana.


Mereka berjalan setapak demi setapak dan melewati kebun teh. Er berlari di tengah-tengah kebun teh sambil merentangkan senyum manisnya.


" Wohoo ... I'm free !!" teriak Erlina.


Akhirnya dia merasakan udara sejuk di daerah perbukitan yang sangat jarang dia kunjungi karena kesibukan nya sebagai model.


Arga tersenyum miring melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah cantik Er.


Lalu Audie berlari menyusul Er yang terus berlari di depan nya.


" Er ... tunggu aku!!" teriak Audie.


" Hati-hati sweety!!" teriak Al.


Arga berjalan beriringan dengan Almer dan masih menatap Er yang masih berlari tanpa rasa lelah.


" Kau mencintai nya," kata Almer tiba-tiba.


Arga hanya menanggapinya dengan tersenyum smirk sambil mengangkat kedua bahunya.


" Jangan permainkan hubungan yang sudah terikat pada kalian. Atau kau akan menyesal nantinya," ucap Al.


Pria itu langsung berlari menyusul sang kekasih dan meninggalkan Arga yang hanya berjalan dengan santai nya.


Er melihat batu besar di ujung jalan. Wanita itu berjalan menuju batu itu dan langsung duduk di atasnya sembari menikmati pemandangan indah dari atas baru itu.


" Sweetiii ... tangkap aku tangkap aku!!" teriak Audie yang berlari kecil kearah Almer yang sedang berlari kearah nya.


Audie merentangkan kedua tangannya sambil mendongakkan kepalanya kearah langit dengan Al yang memutar-mutar tubuh mereka.


Tawa lepas mereka terdengar oleh Er dan juga Arga. Mereka melihat kebahagiaan dari kedua pasangan yang baru bertunangan itu lalu pandangan mata mereka bertemu.


Er langsung memalingkan pandangannya saat tak sengaja berpandangan dengan Arga. Pria itu hanya tersenyum miring melihat sang istri yang langsung memalingkan wajahnya.


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke puncak bukit yang tak terlalu tinggi.


Kini mereka melewati jalan yang cukup terjang karena harus melewati beberapa sungai dan juga mendaki.


Audie dan Al tampak berjalan dengan bergandengan tangan. Er yang ada di belakang mereka terus menghempaskan tangan Arga yang ingin menggandeng nya.


Hingga tiba di suatu jalan yang cukup tinggi yang membuat mereka harus menaiki bebatuan.


Arga naik terlebih dahulu dan langsung mengulurkan tangannya pada Er dengan tatapan tajam nya.


Er langsung membalas uluran tangan dari Arga hingga dia bisa naik keatas dengan bantuan dari Arga.


" Kau lelah?" tanya Al pada sang kekasih.


Audie dengan cepat menganggukkan kepalanya dengan nafas yang mulai ngos-ngosan.


Tiba-tiba Al berjongkok di depan Audie.


" Naiklah. Aku akan menggendong mu," kata Al sambil menepuk punggung nya sendiri.


Wanita itu langsung naik keatas punggung Al dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


" Thank you," kata Audie lalu mencium pipi Al.


Lagi-lagi Arga dan Erlina melihat kemesraan dari sepasang kekasih itu di hadapannya dan membuat mereka sedikit iri.


" Kau juga mau di gendong seperti itu?" tanya Arga.


" Tidak. Karena aku masih sangat kuat untuk berjalan," sahut Er.


Setelah sekitar 15 menit. Akhirnya mereka sampai di atas puncak dari bukit itu.


Er kembali berlari kearah hamparan rumput hijau yang membentang luas di puncak itu. Senyumnya tersungging dan sesekali tertawa lepas sambil merentangkan kedua tangannya.


Audie turun dari punggung Almer dan langsung berlari kearah Erlina.


Dua wanita cantik itu terlihat sangat senang dengan tawa yang selalu mengiringi mereka.


Arga tak pernah melihat tawa lepas Er sejak bertemu dengan gadis kecil yang dulu sering merepotkan nya.


Pria itu terus menatap kearah Er yang berlarian bersama Audie dan tak terasa senyumnya mengembang di bibirnya.


" Kau senang melihatnya tersenyum bahagia seperti itu? Ini kali kedua aku melihat nya tertawa lepas seperti itu," kata Almer sambil melihat dua wanita cantik itu.


Arga menoleh pada Almer.


"Kau pernah melihat tawa itu dimana?" tanya Arga penasaran.


Lalu almer menoleh pada Arga dan menatap nya.


" Aku pernah melihat tawa itu saat aku membawa nya ke panti asuhan orang tua ku dulu. Seperti itulah tawanya saat dia bermain dengan banyak anak-anak disana," kata Almer sambil mengingat masa itu.


" Ada yang ingin aku selidiki dari dirinya. Dan itu permintaan dari keluarga nya," kata Arga mengalihkan kembali pandangan pada Er.


" Ya. Aku tahu dia menyimpan rahasia besar. Aku cukup terkejut saat kau memperkenalkan dia pada ku sebagai istri mu. Karena setahu aku dia tak mau menikah bahkan berdalih tak akan pernah menikah," sahut Almer.


" Kau mencintai nya dulu?" tanya Arga tanpa mengalihkan pandangannya.


" Mungkin. Hingga akhirnya dia benar-benar menolak ku bahkan menolak berteman dengan ku jika aku masih menyukai nya," sahut Almer.


Lalu almer menatap pada Arga.


" Jangan pernah mempermainkan nya karena aku sangat menyayangi nya dan sudah menganggap nya seperti adikku."


Pria itu langsung berjalan menghampiri dua wanita itu dan meninggalkan Arga yang tampak masih berpikir tentang apa yang di bicarakan Almer.