Forced Wedding

Forced Wedding
45. ( Candu )



Arga membuka semua kain yang menempel di tubuhnya dan juga sang istri. Dengan cepat di menelusuri setiap jengkal tubuh mulus Er.


Hal itu membuat Er panas dingin dengan apa yang di lakukan sang suami. Dia masih merasa kan debaran di dadanya saat Arga menyentuh tubuh nya.


Arga dengan lihai bermain di area dada sang istri. Hingga membuat wanita itu melenguh dan meremas rambut Arga.


" Entah kenapa aku merasa selalu kehilangan kendali saat bersama mu," ucap Arga masih dengan kegiatan nya.


" I know," sahut Er dengan suara seksi nya.


" Oouuwh ... kau benar-benar membuat ku gila, Er," lanjut Arga yang mulai menurunkan ciuman nya.


" Jangan lakukan itu lagi, Ar," sahut Er yang seakan tahu akan kemana ciuman itu berlabuh.


" I like it so much, dan kau tak bisa menghentikan ku, Beby. Kau milikku," ucap Arga.


" Aaakkkh ..." pekik Er saat Arga sudah bersarang di bawah sana.


Lama pria itu dengan kegiatan nya. Sampai dia menghentikan aksinya dan menatap wajah Er yang berkabut gairah.


Dia langsung mencium bibir merah itu bersamaan dengan milik nya yang mulai bersarang di bagian intim sang istri.


Mereka melakukan percintaan panas itu di malam yang dingin itu. Sampai mereka mendapatkan puncaknya dan Arga menyemburkan benihnya di rahim sang istri.


Kini mereka sedang berpelukan di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.


Arga memeluk tubuh Er dari belakang sambil mengusap perut nya.


Er menikmati pelukan itu hingga dia memejamkan matanya.


Tangan Arga yang tak bisa tinggal diam ketika mengetahui wanita nya tertidur dengan tubuh polosnya. Dia meraba seluruh tubuh polos sang istri.


Tangannya memijat lembut dada Er sambil menyesap kuping Erlina hingga membuat wanita itu menggeliat dan kembali membuka matanya.


" Ar ... aku mengantuk. Biarkan aku tidur sebentar," ucap Er dengan suara seraknya yang terdengar seksi di telinga Arga.


" Aku benar-benar tidak bisa mengabaikan tubuh polos mu, Beby. Sorry, kau membuat ku candu," ucap Arga yang membuat Er tersenyum.


" Kau tak akan bisa berpaling dari pesonaku," sahut Er bangkit dan menindih tubuh sang suami.


" Hmmm ... kau benar. Junior ku selalu berontak jika di dekat mu. Kau membuat ku tergila-gila. Kau canduku, Beby. I love you."


Lalu mereka mengulangi kembali percintaan panas mereka. Dan kini berdurasi cukup lama hingga mereka mencoba dengan berbagai gaya.


Mereka melakukan hal itu semalaman dan baru tertidur pukul 3 dini hari setelah berkutat di atas ranjang.


.


.


Kini Erlina dan Arga sudah kembali ke kotanya. Mereka langsung menuju apartemen Arga yang terletak di tengah kota.


Setelah sampai di gedung apartemen nya. Arga menggandeng tangan sang istri masuk dan naik menuju lantai paling atas di mana unit apartemen nya berada.


Pria itu langsung menekan tombol pin di pintu nya dan memperlihatkan itu pada sang istri.


Dan langsung masuk kedalam apartemen mewah itu.


" Akhirnya ...," kata Er sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.


" Bersihkan dulu tubuh mu, sayang." Arga langsung menggendong tubuh Er masuk kedalam kamarnya.


" Iya ... iya. Aku hanya ingin merebahkan tubuh ku sejenak," ucap Erlina.


Lalu Arga menurunkan sang istri di ranjang nya. " Aku akan mendi, setelah itu aku akan langsung ke perusahaan karena ada meeting penting hari ini."


Arga mencium kening Er lalu masuk kedalam kamar mandi. Er tersenyum melihat tingkah manis Arga padanya.


Wanita duduk dan mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Dia menghubungi Inka untuk menanyakan tentang pekerjaan nya.


" Hallo ... apa kau sudah kembali?" kata Inka dari seberang telepon.


" Ya. Aku sudah ada di apartemen Arga. Kau bisa kemari?"


" Dia sudah berjanji akan memenuhi permintaan ku," sahut Er sambil tersenyum.


" Benarkah? apa yang kau berikan padanya? kenapa dia sampai berkata seperti?" tanya Inka.


" Itu rahasia ... hanya pasangan suami istri yang tahu. Kau yang tak memiliki kekasih alias jomblo tidak boleh tahu tentang hal itu," sahut Erlina.


" Iiiiishh ... menyebalkan. Kau dulu juga jomblo dan tak pernah punya kekasih. Kau sama dengan ku sebelum kau menikah, sayang."


Er tertawa mendengar celotehan Inka.


" Cepat kesini dan bawakan aku makanan enak. Bye!!"


Er langsung memutuskan panggilan nya dan melihat kearah pintu kamar mandi yang terbuka. Dadanya langsung bergemuruh saat melihat tubuh kekar sang suami yang hanya terlilit handuk di pinggangnya.


" Kau tak mandi?" tanya Arga menghampiri sang istri yang tengah menatapnya.


" Jangan mendekat, Ar. Aku takut kau akan kehilangan kendali," sahut Er menahan dada bidang Angre yang mendekati nya.


Arga tertawa mendengar ucapan dari Erlina.


" Kau takut aku yang kehilangan kendali atau kau takut kau yang akan kehilangan kendali?"


Wajah Erlina langsung memerah saat mendengar ucapan dari Arga. Dia mendorong tubuh sang suami dan membaliknya.


Erlina mendorong tubuh Arga sampai ke walkin closet. Pria itu tertawa melihat tingkah lucu Er.


Lalu Er keluar dari ruangan itu dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah beberapa menit, Erlina keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bath rop nya. Dia tak melihat Arga di ruangan itu dan langsung mengganti bajunya di walkin closet.


Lalu dia keluar dari kamarnya setelah memakai pakaian nya dan merias sedikit wajahnya.


Dia melihat sang suami yang tengah menata makanan di ruang makan yang ada di apartemen itu.


" Heii ... seharusnya aku yang melakukan itu," kata Er menghampiri Arga.


" Tak masalah, ini hanya hal pekerjaan sepele," sahut Arga.


" Waah ... ini terlihat lezat. Kau memasaknya sendiri, Ar?" tanya Erlina.


" Ya. Hanya ini bahan yang ada di kulkas jadi aku langsung membuat nya. Ayo duduk, kita makan pagi bersama."


Mereka pun duduk dan menikmati makanan sederhana itu bersama. Sampai makanan itu habis tak tersisa, Er mengambil piring kotor dan meletakkan nya di mesin pencuci piring.


Arga menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang.


Er mencuci tangan nya dan mengeringkan nya. Lalu dia membalik tubuh nya menghadap kearah sang suami.


" Kau akan langsung berangkat?" tanya Er sambil melingkarkan tangannya di leher Arga.


" Hmmm ... Berikan aku ciuman agar pekerjaan ku lancar dan cepat selesai. agar aku bisa langsung pulang dan bersama dengan mu lagi," ucap Arga sambil menempelkan keningnya di kening Erlina.


Er tersenyum mendengar ucapan dari Arga lalu dia langsung mencium bibir Arga dengan lembut.


Pria itu menekan tengkuk leher sang istri agar bisa memperdalam ciumannya. Lama mereka berciuman hingga akhirnya Erlina melepaskan ciumannya.


" Kau akan ada meeting, kan?" kata Erlina sambil tersenyum.


Arga menatap kearah jam tangan nya.


" Sayangnya ini meeting penting hingga aku harus hadir disana. Aku akan langsung pulang setelah meeting itu selesai, tunggu aku disini, oke!"


Erlina tertawa mendengar perkataan sang suami yang seakan tak ingin pergi dari sisinya.


" Pergilah. Aku akan menunggumu disini."


Erlina mengantarkan Arga sampai ke pintu apartemen nya. Mereka kembali berciuman di ambang pintu.


Arga benar-benar sangat bucin pada sang istri. Dia seakan sangat berat untuk meninggalkan sang istri di apartemen.