
Arga tiba di apartemen nya. Dia langsung masuk dan menuju kamarnya. Pria itu melihat kearah ranjang dan melihat sang istri yang sudah terlelap tidur.
Lalu dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah keluar dari kamar mandi, Arga hanya mengenakan celana training pendek dan langsung merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
CUP
Arga mengecup kening Erlina dan menyibakkan rambutnya yang menutupi mata nya.
CUP
Dia kembali mengecup bibir Erlina dan membuat wanita itu membuka sedikit matanya.
" Eenggh ... kau baru datang?" tanya Er dengan suara seraknya. Wanita itu mengalungkan tangannya di leher Arga.
" Hmm ... aku baru bertemu teman lamaku disini," sahut Arga sambil merebahkan kepalanya di bahu Erlina dan menghirup aroma dari ceruk leher nya.
" Teman? wanita atau pria?" tanya Er penuh selidik.
Arga tertawa pelan sambil menciumi leher Erlina.
" Aku tak mempunyai teman wanita selain dirimu," sahut Arga.
" Jadi kau hanya menganggap ku sebagai teman mu?" tanya Erlina mencebik.
Itu membuat Arga tertawa sambil menekan kedua pipi Erlina hingga membuat bibir nya mengerucut.
" Kau bukan hanya temanku. Tapi kau juga hidup ku, kau segalanya bagiku. Nyonya Mahardika!" tegas Arga dan menyesap bibir Erlina yang sedang mengerucut.
Erlina tertawa dalam ciuman itu, lalu menekan tengkuk leher sang suami agar bisa memperdalam ciumannya.
Mereka berciuman lama hingga akhirnya Arga melepaskan ciumannya. Lalu mengusap bibir Erlina yang basah akibat ciumannya.
" Tidurlah. Aku tahu kau pasti sangat lelah karena pekerjaan mu," kata Arga memeluk tubuh Erlina.
" Hmmm ... maaf aku tak sempat mengabari mu dan tak menanyakan keadaan mu," sahut Erlina dengan merebahkan kepalanya di lengan kekar sang suami.
" Hmm ... aku sangat mengerti itu. Karena kau seorang model yang terkenal," kata Arga yang membuat Erlina tertawa dan menggigit kecil dagu berjambang Arga.
" Aku ingin memakan mu," ucap Erlina.
" Harus nya aku yang mengucapkan hal itu, Honey."
Mereka pun berpelukan hingga terlelap sambil berpelukan.
.
.
Satu minggu sudah mereka ada di Paris.
Er sudah tak sesibuk seperti hari pertama nya di Paris, dia bahkan sering menganggur karena dia sudah menyelesaikan pemotretan nya dalam 5 hari terakhir.
Kini Erlina sedang memasak di apartemen nya. Dia ingin membuat kan sarapan sederhana untuk dirinya dan suami.
Dia menyiapkan makanan di meja makan dan langsung masuk ke kamar untuk membangun kan sang suami.
" Dia masih tertidur. Jam berapa dia datang semalam?" kata Erlina berjalan menghampiri ranjang dan ikut naik ke ranjang.
Wanita itu mengecupi wajah tampan yang tengah terlelap hingga membuat Arga terbangun dan membuka matanya.
" Heii ... bangunlah. Tukang tidur," ucap Erlina sambil mengguncang wajah Arga.
Pria itu tersenyum dan langsung menarik pinggang Erlina hingga jatuh ke atas tubuhnya.
" Ayo bangun, Ar. Aku sudah menyiapkan makan pagi untuk mu," kata Erlina.
" Hmmm ... benarkah?" sahut Arga menatap sang istri.
" Hmmm ... aku menyempatkan diri untuk belajar masak agar bisa menjadi istri yang sempurna untuk suami ku," ucap Erlina.
Arga tertawa mendengar perkataan dari sang istri. Dan dia merasa senang dengan hal itu.
" Baiklah. Kalau begitu kau harus menemaniku mandi terlebih dahulu."
Arga langsung mengangkat tubuh Erlina dan membawanya ke kamar mandi.
Erlina hanya pasrah saat dirinya di bawa ke kamar mandi. Dan akhirnya mereka mandi bersama dengan di selangi kegiatan panas di dalam nya.
Lalu dia membawa Er ke bawah shower dan menyalakan shower nya. Sejenak mereka berpapasan di bawah air shower yang mengguyur tubuh nya.
" I love you," ucap Arga dengan tangan yang mengusap lembut punggung mulus Erlina.
Erlina tersenyum. Dia menatap mata Arga dan melihat ketulusan disana. Tangannya terangkat dan mengusap wajah pria tampan yang ada di hadapannya.
" I love you to," kata Erlina pelan.
Arga terkejut mendengar balasan cinta dari sang istri dan dia merengkuh pinggang nya.
" Katakan sekali lagi," kata Arga.
Erlina mengalungkan tangannya di leher Arga dan berjinjit. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Arga dan berbisik.
" I love you my husband, i love you."
Mendengar pernyataan cinta dari Erlina membuat Arga sangat bahagia. Dia mengangkat tubuh Erlina di bawah shower yang masih menyala.
Tubuh dan wajah mereka sama-sama basah dan itu membuat Arga semakin bergairah setelah mendengar perkataan sang istri.
Dia langsung menurunkan Er dan memagut mesra bibirnya. Tangannya melanglang buana ke seluruh tubuh polos Erlina yang basah dan tangan satunya mematikan shower itu.
Mereka berciuman lama hingga Erlina terpekik saat tangan Arga sudah bermuara di pangkal pahanya.
Arga melepaskan ciumannya dan menatap wajah cantik Erlina dengan bibirnya yang sedikit terbuka, lalu dia ********* nya lagi.
Dan terjadilah percintaan panas itu di dalam kamar mandi dengan posisi tubuh mereka yang basah.
Lenguhan demi lenguhan terdengar bersahut-sahutan di dalam kamar mandi itu. Hingga hampir 30 menit mereka berada di dalam kamar mandi.
.
Kini mereka sedang makan bersama di ruang makan minimalis di apartemen itu. Mereka menikmati kebersamaan itu yang sangat jarang mereka lakukan saat di Paris.
" Hmm ... kau berbakat juga menjadi chef. Makanan mu sangat enak," kata Arga memuji masakan Erlina.
" Benarkah. Kalau begitu kau harus bersyukur karena memiliki istri seperti ku," sahut Erlina.
Arga tertawa sambil mengacak rambut Erlina.
" Ah ya. Apa kau sibuk hari ini?" tanya Arga.
" Tidak. Aku hanya ada 2 pemotretan hari ini, ada apa?" tanya Erlina.
" Aku ada undangan pesta launching produk rekan bisnis ku nanti malam. Aku ingin kau menemaniku ke pesta itu," kata Arga.
" Hmm ... baiklah. Aku akan menemani mu menghadiri pesta itu," sahut Erlina.
Mereka menghabiskan makanan nya. Dan Er mengantarkan sang suami ke pintu apartemen.
" Jam 7 aku akan menjemput mu. Jadi bersiaplah, aku ingin memamerkan istri cantik ku disana dan kau harus memberikan penampilan terbaik mu," ucap Arga sebelum dirinya keluar dari apartemen nya.
" Ya. Aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk nanti malam," sahut Erlina.
Lalu Arga mencium kening Erlina dan mengecup bibirnya sekilas dan pergi dari apartemen itu.
.
.
Erlina kini sedang ada di salon untuk melakukan perawatan di seluruh tubuhnya. Dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki.
Dia sudah menyelesaikan pemotretan nya. Dan ingin mempersiapkan diri untuk menemani sang suami menghadiri pesta nanti malam.
Inka masih setia menemani Erlina karena Arga yang meminta nya. Bahkan Arga membayar Inka agar terus menemani Erlina kemanapun wanita itu pergi.
Hal itu membuat Inka sangat senang. Karena dia mendapatkan bayaran double dari pasangan suami istri itu.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Erlina baru menyelesaikan perawatan nya, dia akan langsung ke butik salah satu teman nya yang ada di Paris untuk membeli gaun yang akan dia pakai untuk acara nanti malam.
Saat Erlina sedang asik memilih gaun. Ada sepasang mata yang menatapnya dengan tajam dan Inka mengetahui hal itu.
" Dia sangat mencurigakan," gumam Inka.