
Ketika aku mencoba skill [Dimensional Transfer] Mataku tiba tiba menjadi snagat cerah dan seperti buta seketika, ketika cahaya mulai menghilang, aku melihat sekeliling dan akupun sampai di dunia itu. Rasa deja vu kembali mengingatkanku ketika aku diteleport paksa oleh seorang gadis berusia 7 tahun bernama Lilith.
Yah, tentunya aku juga sedikit kelelahan karena 80% dari keseluruhan Mpku tersedot hanya untuk skill ini. Jujur memang hebat bisa berpindah dunia hanya dengan 80% mana.
"Ugh... Sial..."
Aku segera merogoh tas dimensionalku dan mengambil potion pemulih Mp, yang memiliki efek memulihkan Mp sebesar 30%, sehingga jumlah sisa Mpku akan bertambah dan menjadi 50% untuk saat ini. Yah, levelku tinggi jadi aku tidak perlu takut kehabisan Mp, karena Mp recoveryku yang cukup tinggi. Aku meminumnya karena kebiasaan dalam game ku dulu...
Aku yang tanpa sadar telah berpindah dunia, melihat sekelilingku. Oh? Dunia macam apa ini? Kebakaran? Eh? Apa jangan-jangan mereka sedang terjadi penyerangan? Aku akan memastikannya.
[status :
Nama : Satou
Level : 5001
Hp : 4.820.450
Ras : Demon
Job : True Demon king
Title : Demon King who travel to another world.]
Mungkin levelku tidak akan berkurang. Aneh, ada apa dengan levelku sebelumnya? Haaa ntahlah mari kesampingkan itu. Keadaan di kota semakin parah, warga yang berlarian menyelamatkan diri, beserta beberapa prajurit yang tengah melakukan hal 'itu' ditengah kepanikan. Apa yang mereka prajurit pikirkan? Ada apa dengan adegan aneh ini? Ugh.. Aku merasa jengkel...
"Haaa, mereka memanfaatkan ini untuk menyekap warga dan melakukan 'itu'? konyol sekali."
Ah, baiklah aku akan sedikit bersenang-senang dengan menjadi seorang demon king. Walau sebenarnya aku ingin menghindari pembunuhan...
"Ah, permisi... Maafkan aku mengganggumu, apakah aku boleh bertanya?"
"Ah.. Ha... Ha.."
"Ha..? H-apa maumu!? T-tidakkah kau melihatku sedang sibuk!?"
Hm... Aku tidak peduli...
"L-lagian apa-apaan d-dengan tanduk panjangmu..? De-demon?"
"Ahh!!! A-aku kel---"
Dengan cepat sang prajurit membekap wanita itu yang kemudian terkapar lemas sambil mengambil nafas.
"..."
Aku melihat dnegan tatapan sinis dan penuh hina pada manusia yang satu ini... Sepertinya dia akan mencoba membunuhku...
"Hah! Jangan harap aku meloloskanmu! Walaupun begini aku tidak kelelahan!"
Dia berdiri, mengambil pedangnya dan kemudian membunuh wanita yang tengah kelelahan itu. dia lalu segera memakai zirahnya dan mengacungkan pedangnya.
"..."
Hawa membunuhnya kecil. Apa-apaan dengan serangga kecil ini?
[status :
Nama : Leon
Level : 13
Ras : Human
Job : Soldier
Title : The pervert guy.]
Hah?
Aku termenung melihat displayku yang dengan jelas melihat informasi dari seseorang didepanku. Dan lagi, apa-apaan dengan title nya yang ampas itu.
"Hah! Ada apa! Apa kau takut? Kalau begitu aku mulai!"
Dia berlari tanpa agility sedikitpun dan gerakannya sangat amatiran. Ah? Apa ini? Bahkan dengan tangan kosong aku bisa menangkap pedangnya, atau itulah yang sedang kulakukan.
*Shuuu...
"Ah!? A-apa yang kau lakukan!? Lepaskan pedangnya! Ughhh! Aghhh! Apa-apaan kau ini!"
Bahkan bisa dibilang ini hanya menghimpitkan kedua jariku ke bilah pedangnya....
Jika selemah ini maka...
Aku meletakkan tangan kiriju di depan dahinya dan menjentikkan jariku tepat ke dahinya. Dengan kekuatan kecil kepalanya hancur, Darah bercipratan kemana-mana.
"..."
Tidak ada gunanya merenung...
Aku bergerak santai dan berjalan menyusuri rumah-rumah yang sudah dibakar dan mencari beberapa prajurit.
Ketemu satu...
Dengan cepat aku menjentikkan jariku ke dahinya dan kepalanya hancur. Metode yang sama ku lakukan satu demi satu kepada prajurit yang kutemukan. Sedikit tidak berarti untuk beberapa serangga kecil.
Ketika semua sudah kuhancurkan, aku kemudian mencari beberapa penduduk yang masih tersisa namun, sepertinya itu sulit jadi aku memutuskan untuk berjalan di sekitar rumah yang terbakar api.
"Dunia aneh macam apa ini, levelnya dibawah standar yng kuinginkan..."
Gumamku yang terus berjalan menyusuri kota yang diselubungi api.
"Hei!"
Sebuah suara anak kecil terdengar seperti memanggilku di dekat situ. Aku menoleh ke sumber suara.
"Kemarilah! Para prajurit akan menemukanmu!"
Dia dengan berkata seolah dia tahu apa yang terjadi. Aku berbalik dan berjalan kearahnya.
"Apa yang kau tahu nak? Situasinya kacau saat aku tiba disini."
"Whoa!? Jangan terlalu berisik! Cepat masuklah akan kujelaskan."
Dia membukakan terowongan yang langsung mengarah vertikal kebawah. Seperti sebuah selokan. Aku kemudian melompat masuk dan dengan segera mendarat seperti sebuah bulu.
Dia memujiku dan dia segera kembali ke atas untuk menutup jalan masuk ke dalam ruangan ini.
"[Ligjt]"
Sebuah cahaya keluar di dekatku dan membuat terowongan bersinar terang.
"Oh! Kamu juga bisa magic!? Apalagi kamu seorang Demon bertanduk!?"
Demon bertanduk? Apa maksudnya?
"Hm? Demon bertanduk?"
"Eh? Kamu bukan?"
Aku hanya menggeleng dan melihatnya dengan tatapan penasaran.
"Eh? Ah, yahh, itu sejenis kamu. Rata rata dari mereka memiliki fisik yang lebih kuat tetapi untuk kemampuan magic, mereka kesulitan menggunakannya, apalagi dengan jumlah magic yang kecil untuk ras mereka."
Hm... Rasa sepertiku? Apakah aku terlihat mirip?
"Lalu? apa yang terjadi?"
"Ah, para prajurit menyerang atas perintah raja. Sepertinya raja sedang ingin mencari alat untuk [Ritual]nya."
[Ritual]? Apa mereka bermaksud menggunakan warga sebagai korban? Jadi sebelum mereka mati, para prajurit menggunakan mereka dahulu untuk memuaskan hasrat mereka? Hm... masalahnya, [Ritual]. Apa guna dari [Ritual]? Apa itu mantra? ataukah memang sebuah tata upacara?
"[Ritual] adalah sebuah kewajiban yang ditetapkan oleh raja sekarang. Dia bernama Erdwardus Da Hunus VII. Terkenal kejam bahkan sebelum dia naik takhta, dia memberontak dan membunuh semua saudaranya termasuk ayahnya. Dia kemudian melakukan 'itu' kepada ibunya hingga akhirnya dibunuhnya juga."
Hah!? Apa-apaan dengan kerajaan mesum ini!? Gahhh sialannnn Aku tidak ingin mendengarnya!! Atau haruskah kuratakan seluruh kerajaan mesum ini!? Haaaa...
Seperti yang diakatannya, Raja Erdwardus Da Hunus VII, merupakan raja yang kejam, aku penasaran bagaimana keluarganya mendidiknya hingga jadi seperti itu...
"Begitulah..."
"Ngomong-ngomong, Apa itu [Ritual]?"
"Itu adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Raja Erdward untuk mengisi mana miliknya..(?)"
Sepertinya muncul keraguan bahwa itu untuk mana milik raja Erdward. Aku tidak perlu mencampuri urusan ini.
"Haaa, kuharap ada bantuan dari kota sebelah..."
Dia kemudian duduk di senuah barrel kosong. Dia termenung layaknya menunggu harapan. Dia laki-laki kecil. Hm... Mari kita intip.
[status :
Nama : Lyold
Level : 4
Ras : Human
Job : None
Title : None. ]
Hm.. Sepertinya dia tidak memiliki informasi apapun. Aku perlu menyelidikinya lagi? atau mungkin haruskah aku berpindah dari kerajaan mesum ini? Haaa Hari yang sial...
"Hey, perkenalkan dirimu, bocah!"
Aku berteriak kepadanya yang tengah termenung.
"Eh? Ah, kita tidak perlu berkenalan, pasti setelah ini kamu akan pergi bukan?"
Ucapnya sambil tersenyum ragu.
"Bukankah tidak enak memanggilmu 'hei' atau 'kau', 'kamu', juga 'oi' bukan?"
"Eh... Itu lebih dari cukup bukan?"
Dia tetap bersikeras untuk tidak memberitahukan namanya.
"Setidaknya aku akan mengingan nama mu."
"Uh, oke. sebelumnya maaf, namamu Lyold. Aku berusia 10 Tahun, Aku tidak bekerja karena suatu alasan, sekarang ini aku terpisah dnegan orang tuaku, atau mungkin sudah mati?"
Dia menjawabnya dengan pasrah.
"Aku Satou. Anggap saja aku pengelana."
"Ah, oke."
Dia terdiam lagi. Entah apa yang dia pikirkan tapi aku akan mencoba untuk diam. Aku melihat pada panel ku, dan memperhatikan beberapa statusku.
[status :
Nama : Satou
Level : 5001
Hp : 4.820.450
Ras : Demon
Job : True Demon king
Title : Demon King who travel to another world.]
Umu, Levelku bahkan tidak meningkat. Butuh lebih banyak Exp untuk naik.
Sambil menunggu beberapa saat, seseorang berjalan diatas.
"Oh, sepertinya mereka datang!"
Dia dnegan cepat berlari naik dan ketika dibuka, itu adalah prajurit yang menyerang kota itu.
"Ah!! Satou!! Lari!!"
Dia berteriak sambil terus berusaha melarikan diri.
Continue.....