Demon King: Another World

Demon King: Another World
pelabuhan yang ramai



kapal kami berlabuh di pelabuhan dan segera turun dari kapal. sementara itu, Yuuto dan Miya segera pergi membeli bahan makanan, sedangkan aku, Julie, dan Karin menunggu di kapal.


"pagi hari di sini sangat ramai ya, walaupun ini pelabuhan yang tidak terlalu padat saat pagi." ucap Julie.


"begitulah, tetapi sepertinya kita akan menunggu hingga siang." ucapku yabg duduk di pinggir kapal.


"hm..."


aku melirik Karin yang hanya diam saja sambil takjub melihat pelabuhan yang dipenuhi manusia, demi human, dan elf yang sedang bekerja.


"begini lah benua utama." ucapku tiba tiba.


"ya, sangat berbeda." ucapnya menanggapi ku sambil sedikit tersenyum.


ada apa dengannya? yup, aku tidak terlalu peduli.


lalu seseorang berteriak dari bawah. dia berteriak, "heii! apakah ada orang di kapal?"


ada apa dengan teriakannya?


"ya, ada apa?" teriakku menengok ke bawah.


seorang perempuan? ada apa dengannya? seharusnya dia tahu aku ada di atas. lagipula aku duduk di pinggir kapal kan?


"oh?" ucapnya.


ada apa dengan oh?


"apakah tidak melihatku di sini?" teriakku kembali.


"ah, maafkan aku! bisakah anda turun?" teriaknya.


"baiklah!" teriakku kemudian menuju ke bawah.


"ada apa?" ucapku.


Julie mengikuti ku di sampingku ya?


"anda akan berlayar kemana? apakah ini kapal pribadi?" ucapnya.


"ya, ini kapal pribadi." ucapku.


"kemana tujuannya?" ucapnya kembali.


"tujuannya? tujuannya sebuah pulau terpencil." ucapku.


"hah? apakah kamu berniat tinggal di sana?" ucapnya.


atau sebenarnya aku sudah tinggal di sana bahkan sudah ada desa di sana.


"begitulah." ucapku.


gadis itu merenung sambil memegang dagunya sambil menunduk setelah mendengar jawabanku. sesaat beberapa lama kemudian dia kembali menjawab.


"apakah aku boleh tinggal di sana?" ucapnya.


bicara apa gadis ini?


"apakah benar kamu ingin tinggal dengan kami?" ucapku.


"ya, lagipula aku tidak mempunyai rumah." ucapnya.


kenapa tidak bekerja? gadis aneh?


dia mengangguk setuju dan kemudian menodongkan tangannya.


"namaku Selfie, senang bertemu denganmu." ucapnya.


aku membalasnya dengan, "aku, Satou senang bertemu denganmu." sambil membalas salamnya.


setelah itu aku memperkenalkan Julie dan Karin, kami naik ke kapal dan kembali menunggu di pinggir kapal. kami menunggu cukup lama. hingga akhirnya siang pun tiba.


Julie mendekat dan berkata, "apakah perlu kita membeli makanan? sepertinya Karin sudah lapar." sambil sedikit melirik ke arah Karin.


"baiklah, kalau begitu aku dan Julie akan segera kembali. jaga kapal ketika aku tidak ada ya." ucapku menarik tangan Julie.


aku turun dan kemudian menuju kedai yang ada di sekitar pelabuhan. Julie terlihat bahagia. sambil bergandengan tangan, aku berjalan mencari kedai.


sesampainya di depan kedai, tidak, mungkin lebih tepatnya gerobak? penjual toko menyambut kami dengan "berapa yang anda inginkan, tuan?" sambil membolak balikkan bakarannya.


"berapa harga 1 tusuknya pak?" tanyaku.


"satu tusuknya hanya satu koin tembaga kecil." ucapnya sambil membolak balikkan dagangannya.


"begitu ya, kalau begitu sepuluh tusuk tolong." ucapku.


"baiklah." ucapnya kemudian kembali membolak balikkan.


beberapa saat, "ini tuan, pesanan anda, jadinya satu koin tembaga besar." ucap pedagang sate daging tersebut sambil menyerahkan bungkusan.


"baiklah ini." ucapku menerima bungkusan tersebut sambil memberinya koin tersebut.


"datang lagi ya." ucapnya sambil melambaikan tangannya.


aku kembali menggandeng tangan Julie yang masih tampak bahagia. hm, sepertinya mereka sudah kembali ya?


sesampainya di kapal aku naik dan sudah disambut oleh mereka semua yang sedang bercerita.


"oh, Satou dan Julie sudah kembali." ucap Yuuto.


"oh? apa itu!" ucap Karin.


matanya tajam jika makanan datang.


"ini, kami membelinya. sepertinya kita akan memakannya dulu sebelum berangkat." ucapku.


...****************...


kami semua berkumpul bersama dan kemudian membaginya. walaupun kami hanya enam orang, tetapi sepertinya sisanya dimakan oleh Karin dan Selfie.


setelahnya kami kembali berangkat menuju pulau itu. di laut yang luas, walaupun awalnya Selfie merasa takjub tetapi lama lama menjadi terbiasa bahkan bosan.


itulah kenapa aku sangat malas berlayar! walaupun demi mendapat sebuah ketenangan. aku tidak bisa menoklaknya!


"seperti biasa, membosankan." ucap Yuuto yang mengemudi.


"yup." jawab Miya berada di dekatnya.


aku hanya memandangi langit dan berbaring dibawah teriknya matahari karena kebosanan yang mengerikan ini.


perjalanan kali ini pun berjalan lancar!


continue....