
"baiklah kalau begitu ayo kita cari tanaman sialan itu!" ucapku bersemangat.
aku dan Joses pun mulai mencarinya, walaupun mereka hanya memakan hewan ternak bukan berarti mereka tidak memakan orang dari ras, sudah banyak korban yang terjadi akibat 'evolution plant' akibatnya seluruh warga di kota diperingatkan untuk tidak keluar dari dinding kerajaan tanpa pengawalan.
tetapi karena instruksi tersebut hanya diberitahukan di ibukota kerajaan, desa disekitarnya mulai gelisah akibatnya mereka kebingungan. oleh karena itu mereka memohon kepada raja untuk mengirim beberapa prajurit untuk menjaga desa mereka. sebagian akan berburu 'evolution plant', sebagian akan menjaga desa.
kami pun menemukan 2 diantaranya. kami menyerang mereka.
"ada dua yang mendatangi kita ayo kita serang!" ucap Joses melihat sekeliling.
"serahkan kepadaku!" sambil menarik pedangku aku berlari kearah 'evolution plant'
melihatku berlari Joses berteriak "jangan gegabah!!!"
aku terkejut dan terkena perangkap, ternyata mereka lebih pintar dari sebelumnya, mereka membuat jebakan yang akan aktif jika seseorang mendekat, ya jebakan itu adalah racun yang mengelilingiku.
"sial!" ucapku
"sudah kubilang jangan gegabah!" teriak Joses yang juga terjebak.
sekarang kami berdua hanya bisa menunggu mereka menyemburkan racun pelumpuh kepada kami dan memakan kami saat kami tak berdaya. aku hanya pasrah dengan kejadian tersebut.
...****************...
[sudut pandang Satou]
tangan Julie dan tanganku digenggam erat oleh Lilith dengan kedua tangan kecilnya, dia berada diantara kami, dan dia yang paling bahagia menurutku.
"papa! setelah kita sampai, kita ke pantai dulu apakah boleh?" ucap Lilith bertanya kepadaku.
"boleh sih apakah kamu mau bermain sebentar?" tanyaku
"ya, aku ingin bermain bersama mama dan papa!" ucap Lilith menjadi seperti anak kecil.
"baiklah ka—" ucapku tetapi Julie memotong perkataan ku.
"kita kan tidak bawa pakaian renang." potong Julie.
"tidak apa! kita tidak akan berenang kok, aku cuma mau melihat." ucap Lilith.
"baiklah kalau begitu ayo kita bergegas!"
karena aku terbiasa dengan kehidupan ini, tanpa disengaja layar layar yang menutupi mataku ketika melihat seseorang atau seorang monster sudah jarang muncul. mungkin karena aku sudah dapat mengendalikannya? itulah yang ada di pikiranku.
kami berjalan mengikuti jalan setapak, tak lama kemudian aku melihat seseorang terkepung oleh monster, "Julie jaga Lilith aku akan ke sana! Lilith tunggu sebentar sama mama ya?" ucapku.
"ya, papa hati hati." ucap Lilith yang dipeluk dari belakang oleh Julie.
"aku berangkat Julie." ucapku berpamitan.
"hati hati, mereka mempunyai racun pelumpuh." ucap Julie khawatir.
"ya, aku akan berhati hati, jaga Lilith sebentar ya."
aku segera berlari menuju monster tersebut. dan mengeluarkan sihir ku lalu menyerang mereka dengan satu kali serangan, setelah mengalahkannya aku berteriak dan berlari mendekat.
"hei!!! kalian! kenapa kalian bisa terjebak!?" ucapku berteriak sambil berlari mendekat.
setelah mendekat aku menyapa mereka, "yo! namaku Satou, salam kenal." ucapku.
"ah aku Joses, ini tunangan ku Lulu." ucapnya memperkenalkan dirinya sendiri dan tunangannya.
"anu... terima kasih menyelamatkan kami...." ucap Lulu dengan malu.
kami mengobrol sedikit lalu aku mendengar teriakan, "PAPA!!!!" dia Lilith berlari mendekat dan memelukku.
"ya, aku kembali." ucapku mengelus kepala Lilith.
Julie ikut mendekat lalu bertanya kepada sepasang tunangan tersebut,
"kalian kenapa bisa sampai diserang monster tersebut?"
"ah itu karena......" mereka menceritakan apa yang terjadi.
"jadi begitu..." ucapku.
"ya, begitulah....." ucap Joses.
"oh iya, perkenalkan dia tunangan ku Julie, dan ini anakku. ah maksudku anak angkat Lilith." ucapku memperkenalkan mereka berdua.
"ah... aku Joses, dan ini juga tunangan ku Lulu, salam kenal lagi...."
"senang bertemu denganmu...." ucap Julie dengan tersenyum.
"papa! ayo kita masuk!" ucap Lilith.
"kalau begitu biar aku yang bayar biaya masuknya!" ucap Joses kepadaku sambil menggandeng tangan tunangannya.
"ah... terima kasih, maaf merepotkan mu" ucap Julie sambil menggandeng tangan Lilith yang menggandeng tanganku.
kami pun menuju ke gerbang kerajaan Roxane. lalu biaya masuknya dibayarkan oleh Joses.
"kebetulan ayo mampir ke rumahku.... rumahku di pinggir pantai."
"apakah boleh?" ucapku
"tentu saja boleh." ucap Lulu.
"papa! ayo ke sana, mama ayo!" ucap Lilith bersemangat.
"baiklah kalau begitu mohon bantuannya"
kami pun berjalan menuju ke rumah Joses dan Lulu yang berada tepat di dekat pantai. kami menelusuri pasar dan terkadang aku dan Julie membeli beberapa bumbu dan alat lainnya untuk perjalanan selanjutnya.
sesampainya kami di depan rumah Joses dan Lulu yang sederhana kami masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
"karena ini sudah sore bagaimana kalau kalian menginap disini?"
"apakah boleh? tapi akan sangat merepotkan mu." ucapku
"ya tentu saja boleh, rumah ini tidak ada siapa pun kecuali kami berdua, jadi anggap rumah sendiri ya!" ucap Lulu.
"terima kasih banyak." ucapku dan Julie bersamaan.
"ahahaha... kalian sangat cocok." ucap Lulu yang kemudian disambung dengan tawa Joses.
aku dan Julie memerah karena ucapan Lulu. tetapi Lilith berkata,
"terima kasih banyak kak! maaf kami merepotkan mu..." ucap Lilith dengan tersenyum polos.
"ah... imut, lihat anak ini mirip denganmu ya Satou!" ucap Lulu.
aku yang tersadar akan ucapan Lulu hanya terdiam kaku sambil tersenyum.
continue.....