
kami semua masuk dan kemudian dipersilahkan duduk di sofa oleh ibu Yuuto.
"tapi ini benar benar mengejutkan ya..." ucap ibu Yuuto.
dia menghela nafasnya dan kemudian melirik ke arah Miya. tentu saja terkejut, berangkat sebagai petualang, pulang membawa pacar yang cantik...
"hm... jaga baik baik pacarmu Yuuto." ucap ibu Yuuto.
"ya."
jawabnya sambil menahan malunya.
"kalau begitu ayo kita makan siang, soal kamar kalian bebas pilih yang mana saja." ucap Ibu Yuuto.
dia masuk ke dalam bersama Yuuto, dan kemudian mengajak kami semua.
...****************...
"Julie, ini cocok denganmu." ucapku.
setelah selesai malan siang bersama keluarga Yuuto, kali ini aku dan Julie sedang berjalan jalan di pasar.
"benarkah?" ucapnya memastikan.
"ya."
dan dia membalasnya dengan tersenyum.
"pak, aku beli yang ini. berapa harganya?" ucapku.
aku menunjuk anting yang dibawa oleh Julie, kemudian pedagang itu menoleh ke arah kami.
"oh, pilihan yang bagus, itu hanya 3 koin bronze." ucapnya.
"tidak bisa 2 koin bronze?" ucapku.
"..."
dia terdiam untuk sementara. lalu dia kembali melihat wajah kami.
"kalau begitu baiklah." ucapnya.
aku memberikannya 2 koin bronze dan kemudian kembali berjalan jalan. Julie memegang tanganku, dengan anting anting di telinganya.
kami juga mampir ke pedagang yang menjual makanan, kami membeli beberapa, dan membungkusnya sebagai oleh oleh. satu satunya yang aku beli dulu dengan Lilith adalah sate kadal.
karena sudah hampir malam, kami berdua pulang ke rumah orang tua Yuuto.
...****************...
sesampainya di rumah, aku memberikan sebuah bungkusan kepada Miya dan yang lainnya. mereka senang. Miya hanya di rumah karena fakta bahwa ia adalah elf, akan berbahaya jika diketahui.
aku mempelajari di dunia ini elf, dan demon akan selalu diincar oleh manusia. elf akan diculik dan dijadikan budak atau bahkan budak sex. tetapi sebaliknya dnegan demon, dia akan dibunuh tanpa memandang jenis kelamin dan usianya.
aku mendapat ilmu itu dari Lance yang seorang elf. karena itu aku menyamarkan tubuhku atau lebih tepatnya berubah. sedangkan Julie sendiri dia memang manusia, tetapi dia tidak sepenuhnya manusia. mari kesampingkan itu.
dia sangat ceria semenjak kedatangan kami, rumahnya menjadi ramai, dan dia juga senang dapat merawat kida milikku.
"baiklah, ayo semuanya!" ucap Yuuto.
dia mengajak kami semua, terutama Miya. yah, aku penasaran nanti malam dia akan tidur sendirian atau tidak ya...
"baiklah, ini makanannya." ucap ibu Yuuto.
dia menyerahkan beberapa piring yang isinya daging panggang, sayuran yang di masak dengan beberapa daging di atasnya, juga ada sup.
kami semua memakannya, lalu tidka lama kemudian ayah Yuuto pulang. dia adalah orang dengan wajah bijaksana? auranya ramah tetapi kurasa dia sedikit menyeramkan...
"aku pulang!" ucap ayah Yuuto membuka pintu.
dia masuk kemudian langsung bergabung dan makan dengan lahap, setelah makan ibu Yuuto menceritakan apa yang kami ceritakan kepada suaminya atau kita bisa sebut ayah Yuuto.
pertama tama dia membuat wajah terkejut dan kemudian dia mulai tenang kembali, ketika mendengar kata 'elf itu adalah pacarnya' dia sangat terkejut. hingga dia sedikit menyemburkan minumannya.
rumahnya memang tidak terlalu besar. tetapi kamarnya ada 3 untuk 2 orang. sebenarnya apa yang mereka rencanakan dulu? kenapa membuat sebanyak ini?
"kalau begitu selamat malam, semoga mimpi indah." ucap ibu Yuuto.
dia kemudian segera berjalan menuju kamarnya bersama suaminya. kami berempat masih duduk di meja makan. dengan suasana canggung, menjadikan ruangan sepi.
"melelahkan..." ucapku.
aku meletakkan punggungku pada punggung tempat duduk itu. Julie membalasnya dengan tersenyum kemudian berdiri. dia menuju ke dapur dan membersihkan piring piring tadi.
"istrimu sangat rajin ya, kalau begitu aku akan masuk ke kamarku, ayo Miya. lepaskan jubahmu, di sini aman. selamat tidur Satou." ucap Yuuto.
Yuuto melepaskan tudung Miya, dan kemudian menarik Miya masuk ke kamarnya. apa yang akan terjadi ya..
"hm? baiklah, selamat tidur juga." ucapku.
sementara menunggu Julie selesai di ruang tamu, aku mengambil gelas dan mengisinya dengan air, kemudian meminumnya.
ruang tengah ini diberi sebuah lampu sihir. mengangkat punggungku kemudian menghampiri Julie yang sedang mencuci, kemudian memeluknya dari belakang.
"hm? ada apa? nanti basah loh." ucap Julie.
dia menoleh tetapi tetap melanjutkannya, sebuah ember penuh busa.
"tidka peduli akan basah, aku akan tetap memelukmu." ucapku.
sebenarnya aku bosan... karena tidak ada kerjaan mending ganggu istriku yang sednag mencuci. pikirku...
"baiklah, aku lanjutkan besok, apakah sudah mengantuk?" ucapnya.
dia mengelap tangannya dengan kain, lalu berbalik. aku hanya mengangguk dan mengikutinya berjalan ke kamar dengan posisi yang masih aku peluk dari belakang.
masuk ke dalam kamar yang hanya diterangi cahaya bulan, kami segera tidur dengan pulas karena besok kami akan pergi ke guild.
continue....