Demon King: Another World

Demon King: Another World
kehidupan biasa yang penuh rasa



bisa dikatakan setelah kepulangan kami dari benua utama aku menjadi lelah... tidak bukan itu. aku kembali membantu yang lain, di sini aku bukan petani tapi penjaga desa. kenapa? karena terlalu kuat... tidak sebenarnya karena kepala desa menyuruhku sih...


suatu malam saat aku berjaga dengan Yuuto dan Joses yang merupakan kepala desa dan juga penjaga desa. dia menjabat 2 jabatan ya... kesampingkan itu. aku duduk di kursi dengan secangkir teh hangat menemaniku.


sambil meminum teh itu aku terus melihat sekitar. untuk Joses dia sedang membersihkan pedangnya, dan untuk Yuuto sedang duduk di hadapanku.


"hey, Satou. tidakkah kamu bosan menjaga desa? lagipula tidak ada yang perlu di khawatirkan." ucap Yuuto yang sepertinya mengantuk.


"kalau kamu mengantuk tidurlah.." ucapku sambil meminum kopi.


"..."


"kita tidak tahu apa yang akan terjadi kan?" lanjutku.


"kalau begitu aku akan berbaring di kasur itu, jika ada apa apa segera bangunkan aku ya." ucapnya kemudian berbaring.


"baiklah, lagipula Joses, kenapa kamu membersihkannya? bukannya sudah bersih?" ucapku.


"tidak apa." ucapnya tidak berbalik.


aku kembali meminum teh buatan ku sendiri. di pos jaga ini sebenarnya ada 1 kompor, 1 tempat tidur, 1 sofa panjang, 2 teko, 6 gelas kayu, dan 1 meja. itu semua hanya untuk 1 ruangan. 'sangat kecil' itu yang bisa di katakan untuk ruangan ini.


pandanganku tertarik pada semak semak yang bergerak. suara gemerisik berbunyi. *kresek.... kresek...*


gerakannya seperti ada hewan dibaliknya. sepertinya dia sedang makan semak semak. kali ini sudah menuju tengah malam. mata ku mulai lelah, pandanganku mulai kabur dan berat.


aku harus berjuang! demi keamanan desa ini!


"aku lelah..." ucapku yang berkebalikan dengan ucapan hatiku sambil menghela nafas.


"jujur saja aku juga tapi apa boleh buat." ucap Joses yang masih saja melakukannya.


tiba tiba seorang anak datang dan memelukku yang sedang duduk. dia Lilith, kenapa dia belum tidur?


"papa, Lilith tidak bisa tidur... aku mau papa temenin Lilith tidur." ucapnya sambil menggosok kepalanya ke perutku.


"kalau begitu sini papa pangku." ucapku menggendongnya dan memangku nya kemudian mengelus kepalanya.


apa mungkin aku harus memberitahu Julie. sebaiknya tidak...


tidak lama kemudian Lilith tertidur di pangkuanku. karena Yuuto juga tertidur di tempat tidur dengan nyenyak, aku mulai mengantuk.


"sepertinya sudah mengantuk ya?" ucap Joses.


"begitulah...." ucapku dengan nada lelah.


"mau bagaimana lagi... sebentar lagi juga sudah pagi, kalau begitu serahkan sisanya pada Yuuto." ucap Joses yang mendekat kearah Yuuto.


"oi... Yuuto, bangunlah! giliran mu berjaga!" lanjut Joses sambil menggoyangkan tubuh Yuuto.


dengan begini aku bisa pulang... Yuuto terbangun dan kemudian duduk.


"hm..? baiklah, aku akan membuat teh." ucapnya.


"kalau begitu serahkan sisanya pada dia." ucap Joses sambil menunjuk Yuuto yang sedang membuat teh.


"kalau begitu aku pamit dulu." ucapku berdiri kemudian berjalan keluar menuju rumah.


sesampainya di rumah sepertinya Yuna sudah terbangun dan sekarang dia sedang memasak untuk sarapan. aku berjalan dan menyapa Yuna sambil menggendong Lilith.


"ya, pagi tuan, kenapa Lilith ada di sana?" tanya Yuna menoleh ke arahku.


"semalam dia datang ke aku dan tidur di pangkuanku..." ucapku kemudian menguap.


"kalau begitu silahkan beristirahat." ucap Yuna kembali menghadap tungku.


aku berjalan ke arah kamar Lilith dan meletakkannya. kemudian aku masuk ke kamarku. di sana ada Julie yang sedang tertidur pulas.


"lelahnya..." ucapku.


kemudian aku masuk ke tempat tidur di sebelah Julie dan langsung tertidur. walaupun memang lelah tetapi sepertinya aku tidak akan tidur terlalu lama....


sungguh kehidupan yang biasa... aku ingin meninggalkan desa ini untuk berkeliling dengan Julie tetapi... bagaimana dengan Lilith? hm....


selama aku setengah tersadar aku memikirkannya. dan tidak lama kemudian kembali tertidur.


"hm...?"


aku terbangun karena sebuah sentuhan di pipiku. dengan sedikit membuka mataku, aku melihat seorang perempuan berambut pirang dengan mata biru laut di atas ku.


"oh? apakah kamu merasakannya?" ucapnya.


"ada apa denganmu Julie...?" ucapku dengan nada malas.


Julie berada di atas tubuhku, tunggu berapa lama dia berada di sana?


"tidak ada, wajah suamiku saat tidur lumayan imut juga..." ucapnya dengan pipinya sedikit memerah.


"tunggu, berapa lama kamu naik di situ?" tanyaku sedikit terkejut.


dengan memiringkan kepalanya dia menjawab, "sejak tadi...?"


ada apa dengan ekspresi bingung itu? dan apa apaan dengan jawaban pertanyaan itu?


"jadi kamu lupa?" ucapku.


"tidak, yah... karena terlalu fokus jadi lupa sepertinya sejak tadi pagi..." ucapnya sambil memalingkan mukanya.


imut.....


"apakah sudah siang?" tanyaku.


"yup, ini sudah siang kok." ucapnya kemudian mendekatkan tubuhnya dan tidur di atas badanku.


"ada apa?" tanyaku.


"aku ingin sedikit dimanja..." ucapnya sambil menggembungkan pipinya.


imut.... manis... ah, sudahlah...


"baiklah... kalau begitu tetap di posisi itu.." ucapku kemudian memeluknya.


suasana ini... sekali lagi aku tidak ingin waktu berjalan dengan cepat.... akhirnya seharian penuh aku bermesraan dengan Julie dan aku tidak melakukan kegiatan apapun....


aduh, aku lupa.... aku sangat lapar.... gara gara suasana itu aku jadi lupa makan.... setidaknya aku sudah bermalas malasan seharian itu....


continue....