Demon King: Another World

Demon King: Another World
rahasia dibalik hutan yang sunyi



pagi hari setelah kami beristirahat kami kembali membakar ikan yang kami tangkap kemarin, karena kami mendapat banyak jadi kami tidak perlu khawatir akan kekurangan makanan.


"pagi...." ucapku dengan lemas.


"oh pagi Satou."


"oh, kamu bangun pagi sekali, ada apa Julie?" tanyaku.


"ah aku cuma terbangun tadi tapi tidak bisa tidur lagi jadi aku memutuskan untuk membuat sarapannya."


"oh iya, dimana Lilith?"


"ah, dia masih tertidur, shhhh.... jangan di bangunkan kasihan." ucap Julie


aku menyetujuinya dan aku duduk di dekat pohon sambil mendengar suara kicauan burung (kami berada di luar hutan, disini ada pohon walau tidak sebanyak di dalam hutan itu.) Julie mendekatiku dan duduk disebelah ku, dan berkata,


"hei Satou, pernahkah kamu merasa bahwa adikmu itu seperti memiliki 2 kepribadian?" tanya Julie.


"hm... kupikir kau benar, terkadang dia bersikap dewasa, terkadang juga dia bertingkah manja layaknya anak kecil."


"walaupun begitu kau tetap menyayanginya." ucap Julie yang tersenyum.


"ya bagaimanapun dia adikku aku juga harus bisa menerimanya." jawabku


"kamu kakak yang baik ya..." ucap Julie sambil tertawa kecil.


"......"


aku hanya bisa terdiam sambil memejamkan mataku. kemudian,


"pagi kak Julie, pagi kakak....." ucap Lilith dari dalam tenda sambil mengusap matanya.


aku melihatnya dengan tersenyum dan menjawab "pagi juga Lilith."


"pagi Lilith ayo sarapan." sambil berdiri dan mendekat kearah Lilith.


aku kemudian mendekat dan kemudian kami sarapan, kami menghabiskan sarapan hari ini. Lilith dan Julie meminta untuk menunggu sebentar karena ingin mandi di sungai.


"Satou, kami mau mandi dulu di sungai, kamu masuk ke tenda dulu ok?"


sambil menjawab "ya." aku masuk kedalam tenda.


****


[sudut pandang Julie]


aku melepas bajuku dan mulai mandi di sungai bersama Lilith. aku membantu Lilith membasuh dirinya karena dia berusia 7 tahun.


"sini kak Julie bantu." ucapku


"terima kasih kak." ucap Lilith dengan senang.


"iya, sini perlihatkan punggungmu."


sesuai ucapan ku dia berbalik dan kemudian aku mulai membasuhnya. kami pun selesai kami mengeringkan baju kami dengan handuk yang aku dan Lilith beli di desa dan kemudian menggunakan baju kami kembali.


[sudut pandang Satou]


"kami kembali!"


aku mendengar suara tersebut dan keluar dari tenda.


"ok kalau begitu ayo kita bereskan tenda ini dan selidiki hutan tersebut." ucapku.


kami pun membereskan tenda, setelah itu kami segera menuju ke hutan.


...****************...


kami berjalan dengan waspada. dan tanpa disadari ada anak panah yang melesat.


*syuuuuut*


aku menangkapnya dengan tanganku dan berteriak, "siapa di sana!!" namun tidak ada jawaban. aku terus mengawasi sekitar dan kemudian panah kedua melesat. dengan segera aku menangkap panah tersebut dengan tanganku yang satunya dan menjatuhkan panah tersebut dari kedua tanganku.


sekali lagi aku berteriak, "kami bukan musuh kami hanya kebetulan lewat!!"


seketika mendengar itu ada orang yang mendekat. ya! itu adalah ras yang tinggal di hutan, Elf! aku tampak terkejut bahwa seorang elf akan datang. tampaknya dia hanya ingin menyapa.


[status :


Nama : Lance


Level : 350


HP : 389.000


Mana : 350.000


Ras : Elf


Title : Leader of Elf


Skill : Arrow shoot (Lv. 312), Wind slash (Lv. 321)]


"wahai para petualang, apa yang kau lakukan di hutan ini?" tanya pria elf tersebut


"ya, kami hanya kebetulan lewat, kami bukan petualang kami berkelana untuk belajar teknik baru." ucapku


"belajar teknik baru untuk apa? apakah ada niat buruk? kalau itu untuk kejahatan kami tidak akan membantumu." ucap pria elf tersebut tak acuh.


dan seketika Julie menjawab,


"bukan, kami belajar teknik baru untuk mengalahkan raja iblis"


"huh, kenapa ras demon ini ingin mengalahkan rasnya sendiri? apakah kau juga iri terhadap raja mu yang menghancurkan dunia?" ucap pria elf itu tak acuh.


aku menghela nafas dan berkata,


"huft.... memang benar dia dari ras demon, tapi dia dibesarkan oleh seorang manusia, lagipula saya juga dari ras yang sama."


"diam kau manusia! kamu manusia kan bukan dari ras demon?"


"tidak, itu benar aku dari ras demon, aku hanya menyamar menjadi manusia, karena aku dulu juga manusia" ucapku


"tidak mungkin ada yang seperti itu!"


"tentu ada kok, aku sebenarnya adalah manusia yang bereinkarnasi menjadi raja iblis."


"apa! jadi kamu raja iblis itu!?"


"tidak bukan! aku bukan dari dunia ini!"


"apa maksudmu tidak dari dunia ini?"


"kalian berdua tenanglah!"


Julie menenangkan kami berdua yang sedang berdebat, lalu pria itu berkata.


"baiklah, kalau begitu jelaskan detailnya di desa, hei!! matikan ilusinya!!"


seketika kami dibuat kaget dengan penampakan sebuah desa elf yang berada di pohon. kami pun diajak menuju rumah pria elf tesebut.


continue....