
"makanannya enak!" ucap Joses.
"ahaha.... ini buatan kami lho..." ucap Lulu.
"oh iya, tuan Satou apakah kita akan tinggal di mansion ini?" tanya Yuna.
"ya, kurang lebih kita akan tinggal disini... lagi pula kita juga masih ada cukup persediaan." ucapku.
"baiklah."
aku pun melanjutkan makan malam ku dengan lahap. setelah itu Joses segera menuju kamar mandi, sedangkan aku duduk di sofa ditemani Julie yang sedang menaruh gelas berisi teh untuk aku dan Lulu. Lilith sedang berada di dapur membantu Yuna mencuci piring. Lulu sedang membaca buku di sofa depanku.
aku meminum teh buatan Julie dengan pelan pelan karena panas. Julie duduk di sampingku dan berkata, "besok hari spesial kita loh..."
"ada apa? apakah ada yang salah?"
"apa kamu lupa akan janjimu?"
"hm... ingat sih... tapi dimana kita laksanakan?" ucapku.
"disini besok... dan aku juga sudah menyiapkan pakaiannya." ucap Julie.
"iya iya... aku jadi bersemangat..." ucapku.
Lulu yang mendengarnya menjawab sambil membaca bukunya. "memang kalian doang... aku dan Joses juga kok, jadi bukan hanya kalian saja...."
"yang penting kalian tidur lah dulu, kalian pasti lelah..." ucapku kepada Julie dan Lulu.
tak lama kemudian Lilith dan Yuna datang dan duduk di sofa yang ada.
"selamat atas pernikahan mu tuan Satou dan nyonya Julie... juga Lulu dan Joses selamat atas pernikahan kalian." ucap Yuna.
"tapi kan masih besok..." ucap Lulu.
tak lama kemudian Joses datang dari arah kamar mandi.
"Satou, aku sudah selesai, pakailah kamar mandinya..."
aku segera berdiri dan mandi. setelah itu aku kembali ke ruang tengah untuk menghabiskan teh dan duduk sejenak. walaupun hanya diterangi lilin tetapi kami berkumpul. dan karena letaknya jauh dari desa dan kota, karena itu persediaan lilin terbatas dan akan membutuhkan waktu untuk membeli lilin.
setelah berkumpul selama beberapa menit, kami semua kembali ke tempat tidur masing masing. karena Yuna tidur sendirian aku memutuskan agar Lilith tidur bersama Yuna.
"Lilith kamu tidur sama kak Yuna ya..." ucapku.
"ya, selamat malam semuanya..." ucap Lilith dengan mata yang sudah mengantuk
mereka segera menuju kamar masing masing sedangkan aku tidak. karena aku merasa tidak mengantuk sedikitpun aku memutuskan untuk tetap di ruang tamu.
Julie mendekat dan duduk di sampingku.
"mau aku buatkan teh?" ucap Julie.
"ya.. terima kasih." ucapku.
Julie berdiri menuju dapur dan aku hanya terdiam. pikiran kosong tak ada yang bisa dibicarakan. tak lama kemudian Julie datang membawa 2 cangkir teh dan meletakkannya di meja depanku. Julie duduk disebelah ku dan menyenderkan kepalanya ke bahuku.
"besok acara penting kita dan 'mereka' (Joses dan Lulu) jadi kamu istirahat dulu..." ucapku.
"iya, kalau begitu aku akan menghabiskan tehku."
"ah... aku lelah..." ucapku sambil berbaring.
"kalau begitu bagaimana kalau aku pijat?"
"eh? boleh?"
"tentu, kenapa tidak kamu kan suamiku yang berharga." ucapnya.
akhirnya aku dipijat oleh Julie di malam yang gelap dengan cahaya bulan yang menerangi. aku berbalik dan kemudian dia mendekat, bibirnya datang menyentuh bibirku kemudian dia kembali ke sebelahku.
"selamat malam, suamiku." ucapnya
aku terlelap dan kemudian pagi harinya aku terbangun. Julie sepertinya sudah bangun karena aku melihat sebelahku kosong. aku segera duduk dan menuju ke kamar mandi untuk mandi.
setelah mandi aku menuju ruang tamu. di sana aku bertemu dengan Yuna dan Lilith yang sedang bermain.
"selamat pagi Tuan, apakah anda ingin dibuatkan teh?" ucap Yuna.
"ya, tolong ya.."
"pagi papa!! hari ini hari pernikahanmu dengan mama kan?" ucap Lilith.
"ya.. pagi Lilith, terima kasih. dimana mama?" ucapku.
"di dapur sedang memasak dengan kak Lulu."
"lalu dimana kak Joses?"
"masih tidur..."
aku duduk di sofa dan melihat Lilith sedang bermain. lalu Yuna datang membawa secangkir teh.
"silahkan tuan.."
"terima kasih..." dengan meminumnya pelan pelan.
Yuna kembali bermain dengan Lilith dan tak lama kemudian. Julie berteriak, "makanan siap!"
"ya! kami datang!" ucapku.
kami mendekat ke ruang makan dan kemudian aku berkata, "sebentar aku bangunkan Joses dulu." ucapku.
"baiklah... cepatlah nanti dingin." ucap Julie.
aku segera naik ke atas dan kemudian membangunkan Joses.
"Joses bangun! sarapan sudah siap!"
entah kenapa dia terbangun dengan cepat dan langsung turun. aku terkejut dengan reaksinya.
apakah dia tidak ingat hari ini atau apa?
aku terus berpikir apa yang terjadi dan kembali turun. kamu makan bersama. setalah sarapan kami kemudian mengucapkan selamat atas pernikahan kita masing masing. walaupun tak ada seorang pun yang datang tapi kami merasa bahagia. apakah ini yang dinamakan bahagia?
continue.....