
sesampainya aku di atas aku mencari Joses, aku mendekat kearah Lulu yang sibuk menurunkan layar.
"Lulu, dimana Joses?" ucapku.
"dia ada di tempat mengemudi." ucap Lulu sambil membenarkan tali pada tiang layar tersebut.
"baiklah terima kasih." ucapku sambil menjauh.
lalu aku menuju tempat pengemudi, dan tepat di depan setir kapal tersebut terdapat Joses yang menengok kanan dan kiri. lalu dia tersadar bahwa aku menghampirinya, dia menoleh kearah ku dan kemudian dia kembali menoleh kanan dan kiri dengan jangkauan luas layaknya sedang mengintai musuh.
"ada apa? apakah ada yang salah? kita kan belum berangkat?" ucapku bingung dengan perilaku Joses.
"hm...? tidak aku hanya melihat pemandangan dari sini, ngomong ngomong ada apa?" ucap Joses menoleh kembali ke arahku.
"ah... apakah ada yang bisa aku bantu? atau kita kekurangan anggota?" ucapku.
"hm... tidak, tidak ada, tapi aku disini aku adalah kapten kapal jadi aku yang akan mengemudikannya." ucap Joses.
dasar.. seenaknya saja dia itu...
"baiklah, kalau begitu ak akan bantu mengangkat barang barang naik, oh iya, apakah kereta kuda kita sudah bisa dimasukkan?" tanyaku kepada Joses.
"ya setidaknya mereka akan ku tinggalkan, lagi pula tidak akan muat." ucap Joses.
"baiklah, kalau begitu aku akan segera membereskan. apa sja yang belum?" ucapku.
"yang belum hanya persediaan makanan." ucap Joses mendekat.
"baiklah, akan kubantu..." ucapku menjauh dan turun dari kapal lalu membawa tong berisi buah yang sudah di beri es didalamnya. aku membawanya masuk ke dalam kapal. lalu kembali seperti itu.
tidak lama kemudian aku pun selesai dengan pekerjaan tersebut dan aku kembali mendekat kearah Joses yang sedang membantu Lulu mengikat tali layar untuk berlayar.
"Joses, apakah ada yang bisa aku bantu lagi?" ucapku.
"hm... kalau begitu carikan seorang anggota baru, mungkin akan membantu jika 2-3 orang." ucap Joses.
"dimana aku akan mendapatkan orang yang mau menerima, jika tujuannya adalah sebuah pulau terpencil...?" ucapku kebingungan.
"hm... atau aku mungkin akan mencarikan teman Lulu saja, siapa tahu dia akan mau." ucap Joses berjalan turun.
"baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke kamarku..." ucapku.
"sayang, aku akan ikut denganmu." ucap Lulu.
mereka berdua pun menjauh dan aku berjalan ke dalam dan menuju dapur, di sana terlihat Yuna sedang membuat Teh dengan baju maid yang kuberikan. ngomong ngomong kereta kuda yang aku beli untuk kuda dititipkan ke teman Joses yang tidak lain adalah seorang peternak, sementara untuk kertanya di simpan di rumah Joses karena di sana juga ada sihir perlindungan, jadi akan aman.
"sedang apa Yuna?" ucapku.
"ah.. tuan, aku hanya membuatkan teh untuk semuanya." ucap Yuna.
"tehnya jangan semuanya... Joses dan Lulu sedang menemui temannya untuk meminta bantuan." ucapku.
"kalau kamu mau, buat saja tak perlu ijin." ucapku.
"tapi.. sayahanya maid anda." ucap Yuna.
"yup, kamu maid pribadi keluargaku, jadi tak perlu ijin." ucapku tersenyum.
"terima kasih, saya merasa terhormat...." ucap Yuna membungkuk dengan air mata keluar.
"baguslah kalau kamu senang, jadi mulai sekarang jika kamu ingin membuat sesuatu tak perlu ijin dariku." ucapku.
"baik...!"
kemudian aku kembali ke kamarku yang di sana telihat Lillith tertidur di pangkuan Julie yang duduk dengan selimut dan mengelus kepala Lilith. aku melihatnya, perasan hangat menyelubungiku dan menuntun tubuhku. tanpa sadar aku memeluk mereka dan mereka terkejut.
"!? ada apa Suamiku?" ucap Julie kebingungan.
"entah kenapa tubuhku bergerak sendiri dan rasanya ingin memeluk kalian..." ucapku sambil memejamkan mataku.
ah... perasaan ini... kuharap bisa seperti ini selamanya...
setelah itu aku melepaskan pelukanku, rasanya menjadi lebih ringan....
kemudian aku duduk di kursi yang ada di dekat kasur, aku memandangi Lilith.
"lihat, dia imut kan..." ucap Julie mengelus kepalanya.
"ahaha, Julie kamu lolicon?" ucapku.
"ap-!? tentu bukan!" ucap Julie dengan keras.
"ahaha... Lihat, wajahmu imut..." ucapku dengan tertawa kecil setelah puas menggoda Julie.
wajah Julie memerah, ah... sial... imut...
"hm...? apa aku ketiduran?" ucap Lilith duduk.
"oh? sudah bangun ya?" ucapku.
"papa sudah selesai ya... sekarang aku lapar... ayo kita ke luar...." ucap Lilith.
"baiklah, Julie.. bisakah kamu berdiri?" ucapku.
"ya... aku bisa lagi pula aku sudah lebih baik." ucap Julie.
"jangan memaksakan diri ya..." ucapku khawatir.
setelah itu kami menuju ke atas dan ternyata sudah hampir malam atau lebih tepatnya sore hari.
continue.....