Demon King: Another World

Demon King: Another World
Kerajaan Elf, Kekaisaran, dan Kerusuhan



Setelah aku berpisah aku memutuskan untuk berkeliling dan mencari keberadaan Leon. Ha.... Aku sedikit bosan di kerjaan ini mari kita lakukan sedikit keisengan.


"[Fly]."


Yang seketika membuatku terbang. Aku mengaktifkan ini jauh dari kota dan kedamaian jadi tidak perlu khawatir dengan situasinya.


"Oh? Leon? Dengan seorang jendral? Apa apaan mereka? Pasukan besar? Gawat aku perlu—!?"


Sebelum sempat bertelportasi, mereka sudah menggempur kerajaan. Ha.. Perlukah aku menolong? Walau aku raja dan aku tidak memiliki diplomasi dengan mereka...


Seakan perasaan iba dalam diri ini mendorongku untuk menolong. Jadi kuputuskan untuk menolong para rakyat terlebih dahulu karena seperti yang kulihat, Luke dan Zena dapat bertarung sendiri. Beberapa saat setelah aku berhasil menolong para warga untuk menjauh, aku kembali menggunakan sihir teleport tepat didepan jendral yang akan menjatuhkan serangan terakhirnya ke Luke.


"Hei bocah, aku tau kamu sedang berduka, setidaknya, pergilah dari sini. Buruanku menghilang dan tampaknya mereka mengetahuinya."


Ucapku kepadanya.


"Keh! Apa katamu!?"


Sang jendral mendengarnya dan terprovokasi.


"Ha... Kroco yang menggonggong layaknya anjing."


Ucapku padanya.


"Ha!? Apa katamu!?"


Seketika itu juga sang jendral berlari menyerang dengan badannya yang besar dan membabi buta.


"Dasar monster."


Gumam Luke yang tengah menahan sakitnya. Luka yang mengerikan, sepertinya dia telah mengamuk habis habisan hingga sekitarnya hancur tak bersisa. Hanya menyisakan beberapa prajurit dan jendral itu saja.


Hanya satu kata yang dapat kuberikan untuk sang jendral ini, yaps "Lemah." Yang dengan cepat aku menangkap salah satu tangannya dan merapal [Explosion]. Kemudian lengannya meledak dan terputus. Dia terpental jauh ke belakang.


"Guhak—!! Da—dasar monster!"


Ucapnya yang kemudian dia berdiri perlahan, tampak goyah dengan badannya yang penuh luka.


"Kau sepertinya tau nama 'Leon' bukan? Beritahu aku kemana dia pergi?"


Sang jendral menyeringai dan kemudian berkata, "Bila kuberitahu? Bisakah kau mundur dan tidak melawanku?"


"Hmph, mengampuni sebuah kroco bukanlah kesenanganku, kau pikir aku akan sebaik itu? Ahahaha bahkan jika kau tidak memberitahuku aku akan menyiksamu dengan sihir milikku!"


Ucapku dengan tawa jahat. Yah biarpun ku ampuni, aku tidak membutuhkanmu.


"Oi, oi, bukankah itu terlalu kejam? Wahai makhluk kuat?"


"Kuhahaha! Apa kau berusaha membujukku? Setelah mengacau balaukan seluruh kerajaan ini? Semua rencanaku hancur karena serangan ini, kau tau?"


Ucapnya memprovokasi. Tak dapat dipungkiri aku termakan rasa iba, tapi untuk lainnya mungkin dengan ini aku bisa mendapat informasi?


"Ha? Makhluk lemah itu? tidak peduli dengan dia, aku hanya ingin tahu dimana buruanku bernama 'Leon' itu. Tidakkah kau tau?"


"Dasar makhluk keji.. Tidak, aku tidak akan menjawab!"


Tch! Gagal kah..


"Ha... Baiklah itu pilihanmu."


Aku mengacungkan jari telunjukku dan kemudian [Dark bullet] meluncur menembus jantungnya. Aku berbalik dan melihatnya.


"..."


Terdiam dalam keheningan seolah berjalan tanpa arah. Perlukah aku memberikan informasi tentang dungeon itu?


"Ada sebuah dungeon yang dapat menjawab seluruh pertanyaanmu tentang sihir. Itu yang kudengar dari seseorang."


Ucapku sambil menjauh dari Luke.


"A—apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan mencari seseorang bernama Leon, sisanya aku akan mencari tahu caraku untuk pulang keduniaku.


Entah apakah dia akan mendahuluiku, tapi rasa iba menekan rasa egoisku. Setidaknya aku akan mencoba cara lain. Pikirku sambil menggunakan sihir teleport.


.


.


.


.


Sihir teleport membawaku ke kota dimana aku berjalan tanpa arah dengan kebosanan. Dekat desa Latonya yang pernah kukunjungi. Desa itu sebenarnya dekat dengan kekaisaran, atau perlukah aku mencarinya disana?


Aku tidak berpikir harus mencarinya disana, namun itu satu satunya tempat paling masuk akal untuk melarikan diri. Setidaknya aku melihat dia berkontak dengan jendral itu. Tanpa pikir panjang, aku berangkat menuju kekaisaran, melewati gerbang pemeriksaan dengan biasa dan menyembunyikan identitas tandukku yang mencolok. Disana aku masuk ke guild petualang dan bertanya apakah orang bernama Leon pernah masuk ke tempat ini. Jawaban mereka adalah tidak, lagipula dia sudah menjadi buronan, banyak yang juga mencarinya karena hadiahnya yang lumayan bagi petualang tingkat menengah setidaknya.


Saat itu juga aku memerlukan penginapan jadi yaps, aku memesan kamar untuk beberapa hari, dan harganya cukup terjangkau walau aku memiliki lumayan banyak uang saat ini. Biaya makan ditanggung lagi namun kamu dapat menikmati makanan enak dari penginapan ini. Atau setidaknya setelah masa tenang ini, terdengar ledakan kuat dari gedung di sebelah penginapan, banyak para warga yang berteriak dan para prajurit datang dengan zirah yang menutupi dari kepala hingga kaki.


Aku keluar untuk menyaksikan kejadian itu setelah makan dan terlihat sebuah bekas botol kaca potion yang pecah. Satu nama yang terlintas adalah 'Leon'. Karena hanya dialah yang sanggup membuat ramuan atau alchemy, namun tak disangka dia juga bisa membuat ledakan dengan skill alchemy nya. Dan setelah itu bunyi ledakan kedua terdengar, oh? Sedang ingin bermain tebak tebakan?


Aku kembali mencari dan benar saja, bekas pecahan kaca potion terdapat di ledakan itu. Dan itu mengarak ke tulisan bertuliskan 'M' Dari lokasi lokasi yang diledakkannya entah apa yang dimaksudnya. Untung saja lokasi penginapanku tidak menjadi tempat incarannya jadi aku hanya perlu waspada saja. Berdasarkan laporan, terdapat sedikitnya 4 korban jiwa, 1 korban laki laki dewasa, 2 perempuan, dan 1 anak perempuan. Dari insiden ini para prajurit meningkatkan kewaspadaan mereka, daripada disebut prajurit, mereka lebih disebut kesatria. Perbedaannya, Prajurit itu untuk berperang, sementara kesatria untuk keamanan kota.


Ledakan berhenti ketika bangunan terakhir yang akhirnya menunjukkan huruf 'M' Entah apa maksudnya. Kemudian pada hari berikutnya ledakan kembali terjadi dan tersusun kata 'A' dan seterusnya hingga terangkai sebuah kata bertuliskan 'Matilah'.


Continue...