
Ketika aku tengah asik berbicara dengan orang ini, aku kemudian sampai pada sebuah gerbang besar dan tinggi, terlihat kokoh namun juga berumur dengan 2 penjaga menjaga di depan gerbang keluar itu. Tampak sepi tanpa pengunjung, hm, apakah memang sepi seperti ini untuk kota yang berukuran besar ini? apakah tidak ada pedagang yang lewat? Tanyaku dalam hati. Sekilas,
[status :
Nama : Leon
Level : 34
Ras : Human
Job : Healer
Title : Brust Heal.]
[Efek : Dapat memulihkan ke kondisi awal seluruh unit kawan. Efek samping : tidak dapat menarget atau menyerang monster. setiap damage yang diberikan akan diconvert menjadi 0 (tidak untuk unit non-monster).]
Hm?
"Oiiii, leonn!"
Seorang perempuan dengan baju Nun, dengan pedang besar di punggungnya berteriak sambil melambaikan tangannya.
[status :
Nama : Kugi
Level : 35
Ras : Human
Job : heavy warrior
Title : The ones who heal the friends with non-healers job. ]
"Ah!! Kugi! Maaf aku terlambat!"
Seorang bernama Leon yang bersamaku berteriak membalasnya. Tak lama kemudian kami sampai dan mereka bertanya dengan Leon.
"Siapa pria yang bersama mu? Orang baru?"
Seorang temannya bertanya sambil melihatku. Terutama tandukku.
"Tentu dia orang baru, biar kuperkenalkan, nama dia Satou. Dia sekarang tengah menjalankan quest yang kebetulan searah dengan kita, jadi aku mengajaknya ikut denganku..."
Leon tampak sedikit kesulitan dalam menjelaskan situasinya.
[status :
Nama : Saisa
Level : 36
Ras : Human
Job : Archer
Title : Eagle's eye. ]
[Efek title :
Dapat menembakkan anak panah dengan akurasi yang lebih tinggi hingga jarak 1 km.]
Woah, sebuah title yang bagus... Ucapku dalam hati.
"Oh, seorang pemula! Kami dari party <>, dan kami C rank party, semoga kita akrab!"
Saisa berkata dengan riang lalu menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Tentu, Aku Satou, pemula solo, semoga kita bisa akrab."
Ucapku sambil membalas jabat tangannya.
lalu ketika aku melihat beberapa bagian party, terdapat 1 lagi orang bernama Zifa...
[status :
Nama : Zifa
Level : 48
Ras : Dark elf
Job : Witch
Title : Wise girl, Dark Chanting.]
[Efek :
Wise girl : Dapat menentukan mana yang lebih baik untuk menentukan langkah yang dia lakukan kedepannya.
Dark chant : memungkinkan pengguna menggunakan sihir ledakan bertipe kegelapan. Disamping itu juga akan memberikan debuff pada makhluk yang terkena ledakan sekalipun itu mati, dampak bagi pengguna; terkena paralize selama 1 menit.]
Woah, status yang gila dengan level yang tidak terlalu tinggi...
"Yahh, kali ini mungkin kita akan berpisah, semoga beruntung!"
Ucap Saisa kepadaku yang kemudian berbalik sambil berjalan menjauh dengan tangannya melambai kapadaku.
Yah, sudahlah, mari kerjakan questku sebelum hari mulai siang.
.
.
.
.
Huft... Akhirnya, aku mendapat beberapa rumputnya.. sekitar 5 aku dapatkan dengan kondisi yang lumayan baik. Mari kita kembali ke guild karena semua yang dibutuhkan sudah cukup.
"Hm...?"
Aku berjalan menuju arah pertarungan dan terlihat party Blesing milik Leon tengah bertarung dengan Salamander. Kondisi mereka kacau...
"Ha... Sepertinya Salamander itu B rank..?"
Sepertinya si Bard itu pernah membicarakan quest ini. Hm.. bahkan party C rank dibuatnya kesulitan. Baiklah, saatnya mengambil alih.. mari gunakan mantra air untuk melawan Salamander.
Aku mengatakan tangan dengan lingkaran sihir muncul di telapak tanganku, kemudian sebuah air muncul dengan kecepatan tinggi membentuk bilah pedang.
*Sprat!
Darah mengucur seketika dari kaki kirinya yang putus karena seranganku.
"!?"
Mereka semua waspada. Party Grace, mundur sedikit menjauh. Dan Salamander menambahkan kewaspadaannya.
Hm, perlukah aku berakting? Nah, sebaiknya tidak...
"Berhenti bersikap seolah tidak mengenalku..."
Ucapku sambil keluar dari semak yang menutupiku.
"Satou!?"
"Ya, tentu saja, ini aku."
"Apa yang kamu lakukan? Cepat pergilah!"
Zifa berteriak. Yah, itu cuma Salamander sih, itu hanya musuh yang tidak membuatku senang.
[status :
Nama : Salamander
Level : 68
Title : Born with a flames. ]
[Efek Title : Pengguna dapat melakukan berbagai macam serangan dan pertahanan menggunakan api, Kelebihan : kebal dengan api itu sendiri, Kelemahan : Air, dan petir. ]
Hm.. Lebih baik selesaikan dengan listrik.
"...."
*Growll!!
Monster itu berteriak dengan satu lengan kirinya yang hilang.
*Sprat!
Oke saatnya dentuman super kencang dan angin yang bertiup kencang.
*Bdummm!
Woah... Sebuah overload....
Overload adalah kejadian ketika listrik bersentuhan dengan api, lalu menciptakan ledakan. Ledakan yang besar biasanya membawa menciptakan angin yang kencang karena gesekan yang kuat dari ledakan tadi.
Kira-kira seperti itu teorinya.
"Um, dengan ini selesai sudah..."
Aku melihat mereka terkejut melihat serangan barusan, mungkin aku sedikit berlebihan...
"Ahh, tentang yang ini, mari rahasiakan dari siapapun!"
Mereka hanya mengangguk dengan tercengang, dan yah mereka pasti juga sedikit taku kepadaku. Ha... Inilah mengapa, menjadi kuat juga ada batasannya...
.
.
.
.
Kami kembali ke guild bersama dengan merahasiakan serangan barusan, tentu saja mereka juga tidak berharap bertemu dengan salamander, quest yang mereka ambil adalah memburu goblin, dan ketika mereka akan kembali ke guild, mereka bertemu Salamander.
"Selamat datang kembali!"
Ucap seorang resepsionis kepada kami yang kembali dari hutan.
"Ah, Aku sudah menyelesaikan questnya, ini tanamannya."
"Uhm, 5 tanaman... Oke! Quest selesai, ini imbalanmu."
Ucapnya sambil menyerahkan 5 koin perak untuk semua tanaman dan quest yang berhasil. Yap, cukup untuk sehari.
Sementara itu, party milik Saisa, melaporkan bahwa mereka bertemu Salamander tetapi entah kenapa Salamander itu meledak dengan sendirinya.
Karangan cerita yang bagus. Yaah, setidaknya aman untuk saat ini. Dan karena hari sudah siang, mari kita ambil quest 1 lagi. Semakin banyak quest semakin cepat menggali informasi tentang sihir aneh itu.
"Hm, bisa ambilkan aku quest lain? Seperti berburu goblin mungkin akan cocok mengisi waktu luangku."
Ucapku sambil mengambil kertas quest di meja.
"Baiklah, selamat mengerjakan!"
Dan aku meninggalkan guild untuk menuju ke hutan. Ketika tengah berjalan, suara gesekan dari semak-semak terdengar. Hewan kah? atau kah monster?
Di dunia ini, monster dan hewan itu berbeda, jika monster bentuknya mirip hewan tetapi biasanya mereka memiliki suatu keabnormalan, atau janggal pada perilakunya yang biasanya hewan akan membutuhkan makan dan minum, sedangkan monster hanya menghirup udara yang penuh dengan energi sihir untuk hidup. Biasanya mereka memiliki batu inti. Bentuknya bulat, dan berwarna merah darah.
Inti monster memiliki harga jual yang lumayan tinggi, dan biasanya baru inti monster yang langka akan dijual dengan harga yang tinggi. Inti monster biasanya digunakan untuk membuat bubuk sihir dan dicampurkan saat membuat senjata atau menempa senjata. Cukup sekian aku menjelaskan, kalo ini fokus pada quest nya.
Ketika keluar, ternyata hanya seekor kelinci yang selesai memakan daun dari semak itu. Tapi karena kelinci itu enak, mari kita buru untuk makan siang ini.
continue....