Demon King: Another World

Demon King: Another World
akhir dari kisah?



"ah, selama ini siapa yang mengambil alih tahta?" tanyaku.


aku bertanya kepada ayah dan ibu yang sedang duduk. berjajar di atas tempat tidur ayah.


"selama ini ayah yang mengambil alih, bukan adikmu kok." ucap Ibu.


dia mengucapkannya dengan tersenyum.


begitukah...


"kalau begitu ayah, ibu aku akan menyampaikan sesuatu." ucapku.


mereka membuat ekspresi bingung.


"aku ingin membuat desa di dekat kerajaan untuk teman temanku yang sudah merawatku." ucapku.


"oh? hm.."


mereka berdua terdiam. untuk Hima, dia mendekat ke arah ayah dan ibu.


semoga saja rencana ini diterima...


"tetapi daerah pinggiran kota sudah ada bangunan yang tidak di tempati kan? apakah masih belum cukup?" ucap ayah.


hm... rumah itu... kalau di lihat lihat itu bukan rumah, itu mansion bekas yang sudah tidak terpakai.


"hm... aku bisa bilang cukup sih..." ucapku.


"kalau begitu pakailah tempat itu." ucapnya.


setidaknya cukup untuk semua orang di desa tak bernama. hanya ada 16 orang, biasanya mansion bisa untuk 20 orang lebih termasuk para maid, jika mereka bangsawan.


"baiklah, lalu aku mau meminta maaf telah menyerahkan tahtaku kepada ayah yang sudah pensiun... pasti sangat merepotkan ya..." ucapku.


aku benar benar menyesal....


"itu tidaklah benar, ayolah, aku juga mantan raja. setidaknya aku sudah terbiasa dengan tugas mendadak."


Ayah mengatakannya, lalu tertawa keras.


"ah, mwu, papa, jangan tertawa keras dong. telingaku sakit!"


Hima berbicara dengan kedua tangannya yang menutup telinganya.


"ahaha, maaf, aku kelewatan."


"papa selalu saja kelewatan."


Hima kemudian duduk di pangkuan ayah dengan bahagia.


"ini hukuman buat papa yang tertawa kencang!" ucapnya.


sambil menggembungkan pipinya. ayah mengelus kepalanya dan tertawa sedikit lebih pelan.


"oh, imutnya..." ucap ibu.


dia menyentuh pipi Hima yang masih menggembung, sambil sedikit tertawa.


"kalau begitu, aku akan ke mansion itu." ucapku.


...****************...


"pada akhirnya, aku ingin mempunyai anak seperti hima." ucap Miya.


dengan wajah sedikit memerah, dia menempatkan tangannya pada pipinya.


"aku pikir terlalu cepat untuk memiliki anak." ucap Yuuto.


dia berkata dengan wajah sedikit memerah. sedangkan Julie mendengarkannya lalu tertawa.


"kau sangat serasi ya." ucapku.


aku tertawa setelah mengucapkannya.


"ya... kalau memang dibilang cocok sih... aku berterima kasih. tapi kalau kamu ingin mengambilnya juga aku tidak akan memafkanmu loh!" ucap Yuuto.


kami semua tertawa selama membahas seperti itu. kami menuju mansion itu dengan menggunakan kereta kuda.


senua orang memandangi kamikarena kereta kuda itu memiliki lambang kerajaan. menjadi pusat perhatian itu tidak enak loh.


selama 5 menit kami sampai di depan gerbang mansion itu. 'sangat luas' adalah kata yang dikatakan oleh Miya.


"hm... jadi sebesar ini ya.." ucap Yuuto.


dia menggumamkannya dengan kagum.


mansion ini memiliki 3 tingkatan. terdiri dari tingkat pertama yang berisi ruang tamu, dapur, gudang, dan ruang makan. untuk tingkat kedua dan ketiga hanya berisikan kamar tidur, dan toilet. total kamar tidur ada 23 kamar tidur, dan 10 toilet.


sementara menyuruh Miya, Yuuto, dan Yuyun masuk, aku segera memegang tangan Julie untuk segera ke desa tanpa nama menggunakan sihir [Dimensional Transfer].


dalam sekejap mata kami sampai. terdengar suara yang berteriak. suara itu sangat familiar.


"papa kembali!"


lalu sorang anak remaja. datang memelukku. tingginya sudah sebesar perutku.


"...Lilith?"


Julie mengucapkannya dengan Ragu.


Lilith? wow.. sudah setinggi ini... berapa lama aku meninggalkannya?


"ya! aku Lilith! anak papa dan mama!" ucapnya.


dia bersemangat.


aku segera menuju kepada Joses dan Lulu untuk menyampaikan sesuatu. setelah memberitahu itu, semua warga berkumpul. setidaknya anggap saja warga walau hanya beberapa orang, mungkin berjumlah 14 orang.


aku langsung menggunakan [dimensional transfer] untuk berpindah ke duniaku di depan mansion. mereka terkejut lalu aku menjelaskan beberapa hal yang sebelumnya aku sampaikan pada Miya, Yuuto, dan Yuyun.


"mulai sekarang tinggalah di sini, jika ingin bertemu datanglah ke rumahku di kastil. aku akan ada di sana bersama Julie."


mereka mengangguk. beberapa saat setelah itu, mereka semua menjalankan aktifitas mereka seperti membeli barang, makanan, dan lain lain. malam harinya adalah pesta pernikahanku dengan Julie.


dengan ini kisah telah berakhir, aku telah kembali dan kemudian menikah dengan Julie, bersama dengan putri angkatku Lilith.