
kami sampai di hutan, dan berjalan perlahan. terkadang kami menemukan slime. slime adalah monster yang lemah. mereka monster yang paling sering ditemukan jika di hutan, biasanya mereka memakan daun, dan ketika ada mayat entah itu monster, hewan, atau bahkan manusia, mereka akan memakannya tanpa sisa.
walaupun lemah, dia akan jauh lebih kuat ketoka berada di dungeon. karena mereka memakan mayat monster yang tersisa. belum lagi monster itu levelnya lebih tinggi.
"hutan yang sepi..." ucap Miya.
hutan memang sepi, tetapi bagi elf, hutan sepi maksudnya hewan yang hidup sangat sedikit. apakah karena silver wolf?
"oh, aku menemukan suara." ucapku.
aku menghentikan langkahku dan kemudian bersiaga. mereka juga ikut waspada. Yuuto menyiapkan pedangnya, Miya menggenggam panahnya, dan Julie hanya bersiaga.
keunggulan ras demon adalah mana yang lebih banyak dibandingkan ras lain. normalnya walaupun mana milik manusia itu rata rata 30 maka milik demon itu sendiri bisa 2 kali lipat atau bahkan 3 kali lipatnya.
sekawanan silver wolf muncul. mereka berjumlah 6 ekor, mereka cukup lemah tetapi kecepatan mereka tidak bisa diremehkan.
"mereka cepat, aku tidak bisa membidiknya." ucap Miya.
dia terus bergerak dan berusaha membidiknya, tetapi karena gerakan silver wolf itu terlalu cepat, dia hanya bisa menghindar.
"sangat sulit mengarahkan sihir kepada mereka..." ucap Julie.
dia sedang kewalahan menghadapinya, karena mantra nya, serangannya tidak tepat. sedangkan Yuuto, dia sepertinya dapat mengimbanginya.
aku tidak perlu mengucapkan mantra. karena hanya butuh imajinasi yang kuat, karena itu aku tidak terlalu kesusahan. walaupun memang merepotkan.
"huft, melelahkan..." ucap Yuuto.
dia menghembuskan nafasnya dan kemudian menguliti silver wolf itu untuk diserahkan ke guild. untuk kegunaan mereka, kulit dan bulunya akan menjadi bahan pembuat pakaian, dan untuk dagingnya bisa dimakan.
...****************...
kami kembali ke guild dan menyerahkan kulit silver wolf itu kepada horun. jumlahnya ada 6, dan kemudian horun berterima kasih lalu memberikan bayarannya. bayarannya 18 koin silver.
selama 3 hari 2 malam kami menginap di rumah orang tua Yuuto, dan mengambil quest di guild sebagai pekerjaan karena tidak ada pekerjaan dirumah.
"ah... sudah waktunya." ucap Yuuto.
dia berdiri dari meja makan dan kemudian keluar, kami sedang makan siang. Yuuto mempersiapkan makanan yang akan kita makan untuk menuju kerajaan Osmantus. cukup untuk ini.
"terima kasih sudah mengijinkan kami menginap, kami sekarang akan berangkat, jadi jika ada sesuatu yang kurang berkenan maafkan kami." ucapku.
kami berterima kasih kepada orang tua Yuuto yang sudah merawat kami selama 3 hari, sangat menyenangkan bisa tinggal...
"kalau begitu ambil ini juga, lalu untuk Yuuto, jaga baik baik pacar mu." ucap ibu Yuuto.
"ya, aku akan menjaganya." ucap Yuuto.
dia memberikan sebuah bekal makanan, dia membuatnya sebelum makan siang dan menyerahkannya kepada kami. aku akan memakannya di makan malam nanti.
"kalau begitu, aku berangkat ya! ayah! ibu! jaga dirimu!" ucap Yuuto.
"kalian juga! mampirlah ke sini juga ya!" ucap mereka berdua.
kuda kami segera menjauh, dan kemudian kami berhenti di depan guild petualang. di dalamnya terdapat Horun yang sedang mengobrol dengan beberapa petualang.
"hoi! Horun!" teriak Yuuto.
dia berlari mendekat, sedangkan kami bertiga berjalan. menggunakan jubah hitam yang sama, kami menuju ke dekat Yuuto.
"ah! kalian, ada apa? apakah kalian akan mengambil quest?" ucap Horun.
"tidak, kami akan keluar dari desa ini dan melanjutkan perjalanan ke kerajaan Osmantus." ucap Yuuto.
"oh, begitu ya! kalau begitu aku akan memberikan informasi kepada kalian." ucap Horun.
dia mengambil peta, dan kemudian mulai menjelaskan, mulai dari monster, jalan, hutan, bahkan sedikit informasi tentang kerajaan tersebut. setelah mendengar itu kami berterima kasih kepada Horun.
continue...