
didalam reruntuhan kami hanya beristirahat sebentar jadi setelah keluar dari reruntuhan itu kami akan mencari makanan dan mencari sungai karena persediaan minum kita hampir habis.
"kak, dimana ada sungai di hutan lebat ini? persediaan minum kita menipis..." tanya Lilith yang tampak murung.
"Satou, apa ada sungai di hutan yang lebat?" tanya Julie yang juga murung.
aku hanya dapat berkata "mungkin." kemudian melanjutkan perjalanan. setelah perjalanan yang melelahkan kami akhirnya menemukan desa. sesaat wajah murung mereka berdua telah hilang dan kini mereka senang. bukan tanpa alasan karena mereka akan membeli banyak persediaan.
...****************...
didalam desa kami juga disambut oleh para warga desa dengan ramah, suasana damai yang identik dengan pedesaan. tentunya aku hanya menunggu dan berjalan jalan meskipun Lilith dan Julie pergi membeli sesuatu.
"lama sekali mereka...." ucapku sendiri yang duduk ditempat nantinya kita berkumpul, karena aku bosan aku memutuskan untuk membeli sesuatu juga, kemudian akan kembali ke tempat ini secepatnya.
aku kemudian berjalan disekitar desa, ya walaupun ini hanya desa kecil tetapi ada juga orang yang menjual budak, walau sekedar mampir dan kemudian pergi.
...****************...
"hai, anak muda apakah kamu dari kota?"
secara refleks aku menjawabnya "ya." dan tersenyum kearah wanita tua yang bertanya sambil menjaga tokonya.
dia menjual beberapa aksesoris mungkin aku akan membelinya dengan uangku.
aku kemudian bergegas menuju kios tersebut, dan benar saja aksesoris yang berkilau dan indah.
"nah, anak muda, kamu pilih yang mana?"
kemudian aku meresponnya dan menunjuk kalung dan cincin.
sebenarnya cincin dan kalung itu mau kuberikan tapi aku harus melihat situasi dan kondisi.
"wah, selera mu tinggi ya anak muda! hahaha...." ucap pemilik toko tersebut yang memujiku sambil tertawa.
aku hanya tersenyum untuk menyembunyikan rasa maluku.
"ini anak muda, harga keduanya 12 koin silver besar." sambil menyerahkan kalung dan cincin tersebut.
"ini, terima kasih." sambil menyerahkan uang.
"terima kasih! datang lagi ya!" ucap pemilik toko dengan ramah.
selanjutnya aku membeli tas untuk menyimpan barang, tetapi karena harga tas mahal aku membeli yang kecil.
"permisi, apakah toko ini menjual tas?" tanyaku kepada pemilik toko yang berada di meja kasir.
"ya, kami menjualnya, tetapi karena mahal apakah yakin?"
"ya, apakah ada yang lebih kecil dan lebih murah?" tanyaku kembali
oh iya, disini tas harganya mahal karena tas sulit dibuat dan juga bahanya juga sulit ditemukan, maka dari itu harganya yang mahal adalah bukti sulitnya bahan yang dicari.
"ada, tapi apakah yakin?" tanya penjual toko tersebut.
"baiklah kalau begitu ini, harganya 30 koin silver besar" sambil menyerahkan tas tersebut.
aku menyerahkan uang sesuai harga dan menerimanya. aku pun keluar dari toko dan pemilik toko itu berkata "terima kasih banyak!"
...****************...
setelah berbelanja dengan puas aku kembali ke tempat kita harus berkumpul setelah berbelanja, dan ternyata mereka berdua sudah menunggu, dan karena kami berkumpul saat siang kami merasa lapar.
"wah tak terasa sudah siang, ayo kita cari makan, sepertinya tadi aku menemukan kedai didekat sini." ucap Julie yang mencari cari.
"kalau begitu! serahkan padaku!" ucap Lilith dengan semangat.
seperti biasa Lilith yang periang dan sering bersemangat dengan sifat yang mirip anak kecil serta rasa penasaran yang tinggi, membuatku merasa seperti adikku sendiri.
dan dengan semangat dia meluncur yang diikuti dengan kami, yang berjalan dibelakangnya. tak lama kemudian dia berhenti, dan berkata,
"disini kak! ayo kita mampir ke kedai ini!"
"baiklah ayo." jawabku singkat.
Julie juga hanya membalas dengan senyuman ramah.
...****************...
kami segera masuk, dan memesan makanan serta minuman. kami duduk di dekat jendela luar, dan tiba tiba Lilith berkata,
"hei, kakak, rasanya kencan itu bagaimana sih? tadi aku lihat orang berpasangan berjalan jalan, katanya itu disebut kencan."
ugh... anak ini memang benar tidak tahu atau bagaimana? padahal awal kita bertemu sifatnya dewasa tetapi kenapa dia bisa kekanak-kanakan begini....
"hufft.... kencan itu dilakukan oleh sepasang kekasih yang saling mencintai"
"berarti aku dan kakak itu sepasang kekasih?"
"bukan! Lilith, kamu itu kakak adik jadi bukan pasangan. yang dinamakan kencan itu ketika kamu mempunyai pria yang bukan merupakan saudara, tetapi orang lain." jelas Julie, tetapi Lilith menjawabnya dengan spontan.
"Berarti kak Julie dan kakak sedang berkencan!"
pandangan semua orang tertuju kepada kami.
"o-oi, jangan keras keras nanti yang lain kedengeran..." jawabku dengan malu
Julie tampak memerah karena dia malu... aku mencoba menenangkannya kalau dia itu cuma bercanda.
walau dia begitu, dia memang hanyalah anak kecil berusia 7 tahun yang ditinggalkan orang tuanya serta kakak kandungnya. tapi apakah dia itu seorang jenius? walau dia berlevel setinggi itu, dia tetaplah anak anak.
tak lama kemudian makanan pun datang, dan kami segera memakannya.
continue....