
setelah kami masuk kami di tanyai oleh paman Haru.
"bagaimana malamnya? apakah ada masalah?" tanya paman Haru.
"sebenarnya kami semua tidur di dungeon karena Lilith sudah mengantuk..." ucap Joses.
"oh.. kukira kalian sudah melaksanakannya."
"itu salahku karena memaksa mereka ke dungeon..." ucap Joses.
"sudah jangan dipikirkan... oh iya paman Haru, kami ada permintaan." ucapku.
"apa itu?"
"dimana kami bisa membeli kereta dan kudanya?"
"ah akan aku antarkan."
"terima kasih."
kemudian paman Haru segera mengantar kami ke toko kereta kuda.
"paman Haru, kenapa kemarin kota sangat sepi? apakah ada masalah?" tanya Joses.
"hm... sebenarnya kemarin itu sepi karena mereka sedang mempersiapkan sesuatu."
"apa itu 'sesuatu'?" ucap Lulu.
"entah lah, aku tidak tahu, tapi sepertinya itu penting." ucap paman Haru.
"hm... sepertinya ada yang aneh..." ucap Yuna.
"ah... merepotkan... aku tidak mau ikutan." ucapku tak peduli.
"eh.... padahal ini bakalan menarik loh..." ucap Joses.
"papa! ayo kita selidiki!" ucap Lilith.
"nah kan... Lilith aja setuju sama aku..." ucap Joses senang.
"ugh! Lilith!? apakah benar mau menyelidikinya?" ucapku terkejut.
"uhm." ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.
aku menghela nafas dan kemudian menjawabnya dengan "baiklah kalau itu Lilith..."
"haha! akhirnya kalah!" ucap Joses.
"Joses, jangan bertingkah seperti anak kecil dong..." ucap Lulu.
"...."
...****************...
paman Haru hanya diam dan mendengarkan hingga akhirnya kami sampai di toko tersebut. dan suasana kota hari ini sangat berbeda dari kemarin.
apakah ada monster yang akan menyerang?
itulah yang kupikirkan. lalu kami turun dan kemudian paman Haru berpamitan.
"kalau begitu aku pamit dulu ya... jaga diri kalian ya..." ucap paman Haru.
"untuk tumpangannya terima kasih banyak, dan juga terima kasih mengantar kami sampai kesini." ucap Julie.
"kalau begitu saya permisi." ucap paman Haru sambil menjauh menggunakan kereta kudanya.
kami kemudian masuk kedalam toko tersebut. bel berbunyi.
*Kring!*
"oh, selamat datang! apakah kalian akan membeli kereta kuda? silahkan melihat lihat." ucap pelayan toko dengan ramah.
"kalau begitu bolehkah saya meminta saran." ucapku.
sepertinya dia menyembunyikan semua hawa membunuhnya dan tatapannya seperti senyum palsu, apa yang mereka rencanakan? mereka menatap kearah Yuna? apakah mereka membenci demi-human?
"kalau begitu, aku ambil yang ini." ucapku.
"silahkan tunggu, saya akan kembali." ucap pelayan toko tersebut.
aku mendekat kearah Juliet dan Lilith. dan kemudian aku berbisik kepada Julie.
"Juliet, berhati hatilah, mereka membenci demi-human, dan mereka sangat dendam pada mereka. pertama jika terjadi keributan segera bawa Lilith lari. aku akan mengurus mereka." bisik ku.
Juliet hanya menjawabnya dengan mengangguk. dan kemudian menggenggam tangan Lilith.
"ada apa mama? mama terlihat khawatir." ucap Lilith.
"tidak ada kok hanya bergandengan biasa." ucap Juliet sambil tersenyum.
tak lama kemudian pelayan toko tersebut kembali. aku merasakan kehadiran banyak orang dari luar yang membawa senjata.
yup seperti dugaanku.
"kalau begitu, silahkan. kereta kalian sudah siap." ucap pelayan toko tersebut.
"kalau begitu terima kasih banyak." ucapku sambil memegang tangan Yuna dengan erat.
"ada apa tuan?" ucap Yuna kebingungan.
"kalau begitu kami pergi dulu paman!" ucapku sambil berlari keluar dari toko tersebut bersama dengan Yuna.
sebelum itu aku juga memberitahu Joses dan Lulu. maka dari itu mereka keluar dari toko sebelum para warga mengepung dengan alasan akan membeli sesuatu. dan di dalam toko tersebut hanya ada aku dan Yuna.
kami menerobos pintu dan kemudian meloncat dari kerumunan dan turun didekat kereta yang sudah mereka siapkan.
"oh! Satou! kamu berhasil kalau begitu ayo! sebelum mereka mendekat!" ucap Joses di kursi pengemudi dan mulai menjalankan kudanya.
"hoi!! cepat tangkap mereka!!" ucap salah satu warga.
"mereka membawa demi-human! mereka harus di bunuh!" ucap salah satunya melanjutkan.
"oooo!!"
para warga berteriak dan mulai mengejar sementara itu para prajurit menutup gerbang.
"celaka! lebih cepat sobat!!" ucap Joses sambil menambah kecepatan kereta kudanya.
"sedikit lagi!! ayoo!!" kereta kuda kami mulai mendekat dengan gerbang dan gerbang sudah separuh tertutup.
setelah kami dekat dengan gerbang, akhirnya tepat waktu. kami dapat keluar dari amukan warga.
"sudah kuduga akan sulit memecahkan misteri ini." ucapku.
"yah... bagaimana lagi. kalau begitu ayo kita ke kerajaan lain!" ucap Joses.
"baiklah terserah kamu pak kusir!" ucapku.
"papa! kenapa mereka mengejar kita?" tanya Lilith.
"sepertinya mereka tidak suka dengan Yuna." ucapku.
"tapi kak Yuna itu baik! kenapa mereka seperti itu?" ucap Lilith.
"Lilith, mereka hanya salah paham. mungkin...?" ucap Yuna.
"sudha sudah daripada kamu bertanya kenapa tidak tidur saja sini. mama disini loh..." ucap Julie.
Lilith mendekat ke arah Julie dan kemudian duduk di pangkuan Julie dan kemudian tertidur.
yup... seperti anak kecil.
kami terus melanjutkan perjalanan kami dengan tujuan melihat kerajaan dunia ini.
continue.....