Demon King: Another World

Demon King: Another World
sihir misterius (1)



[Sudut pandang Julie]


di sebelahku, terdapat laki laki yang aku sayangi dan cintai. namanya Satou, seorang raja iblis dari dunia lain. aku tidak tahu detailnya, tetapi aku percaya dia adalah orang yang baik. aku mempercayainya.


ah... aku tidak bisa tidur.


aku terus duduk sembari merenung. entah kenapa pikiranku merasa tidak enak.


"hm... dia sudah tertidur pulas.."


aku bergumam kepada diriku. sambil memandangi Satou yang tidur dengan wajah yang puas. seperti anak anak kamu ini.


tanganku bergerak tanpa sadar menyentuh pipi kanannya.


"maaf kan aku ya. selalu saja membuat khawatir. aku juga selalu menjadi beban. selalu merepotkan mu. hanya dapat diam."


aku bergumam sambil mengelus kepalanya. sambil menghela nafas, aku memejamkan mataku.


"tapi, kamu selalu saja bilang tidak apa apa, selalu saja menyayangiku.... ah... aku juga menyayangimu."


walaupun begitu tanpa sadar aku mengucapkannya. kata hati yang sebenarnya tidak ingin aku sampaikan... entah kenapa jantungku berdebar... perasaanku menjadi sedikit lega, dengan sendirinya aku tersenyum.


air mata mulai mengalir sedikit demi sedikit. walaupun begitu aku bahagia. aku mulai membaringkan tubuhku lalu kemudian aku terlelap.


...****************...


[Sudut pandang Satou]


aku terbangun. jendela penginapan masih tertutup. gorden yang menutupinya juga masih menutup, di dalam ruangan masih saja gelap. terdengar burung berkicauan


di sampingku ada Julie yang tidur dengan nyenyak. walaupun begitu aku tidak tabu apa yang terjadi di dalam mimpinya, tapi dia tampak bahagia.


"ah... sudah pagi ya... rasanya aku sangat ingin bermalas malasan..."


aku bergumam tanpa alasan, lalu aku segera duduk. tidak lama kemudian, Julie mulai mengerang. matanya terbuka perlahan, lalu kemudian segera duduk, lalu berdiri.


dia mengusap usap matanya, lalu segera meregangkan tubuhnya.


"pagi, suamiku." ucapnya.


dia lalu duduk kembali di tempat tidur.


"pagi juga.... sepertinya hari ini aku akan sedikit bermalas malasan... udaranya masih saja dingin ya..." ucapku.


untuk ukuran padang pasir, suhu ini sangat dingin.


"eh? ada apa? apakah lelah?"


dia bertanya dengan khawatir.


"tidak sih, cuma suhu dingin ini sangat tidak cocok dengan padang pasir bukan? lagipula, suhunya membuatku malas..." ucapku.


"hm... kalau masih ingin malas malasan maka akan aku temani." ucap Julie.


dia menyeringai. apa maksudnya?


"apa maksud senyuman mu itu? apakah sesuatu yang buruk?"


walaupun begitu aku memiliki firasat buruk.


"tidak kok. justru kamu akan senang loh. kalau begitu tutup matamu." ucapnya.


aku menutup mataku sesuai apa yang dikatakan. lalu tangannya terasa pada kedua pipiku, dia memeganginya. lalu tidak lama setelah itu, pada bagian bibirku terasa seperti ada sesuatu. lembut...


setelah memainkannya benda itu keluar dari mulutku.


"itu... ciuman pertamaku..." ucapnya.


pipinya memerah, sedikit malu malu. sifatnya sedikit menjadi feminim dari biasanya. sebelumnya dia adalah perempuan yang pendiam.


"oh... ah... itu cukup agresif..." ucapku.


dia tersenyum lalu memelukku. ada apa dengan dia hari ini...


...****************...


"ada apa... sepertinya kamu sedang bahagia ya." ucapku.


"ya."


dia menjawabnya dengan singkat tapi nadanya bahagia.


ah... ini sepertinya akan menjadi hari terbaikku, dimana aku melihay sifat feminim Julie.


"tapi aku terkejut dnegan sifatmu itu loh..." ucapku.


"aku... aku memang seperti itu.... terkadang... terkadang... terkadang aku juga bisa... bisa.. menjadi seperti... itu...." ucapnya.


dengan nada sedikit terbata bata, dia mengatakannya. dia malu ya...


sebaiknya tidak aku bicarakan.


setelah kejadian pagi tadi, sekarang kami berada dijalan. dengan kerudung untuk melindungi kepala kami dari panas. berjalan tanpa tujuan.


"tetapi ini aneh bukan... tadi pagi terasa dingin, tetapi siang ini malah panas... sangat panas..." ucap Yuuto.


dia mengeluhkan suhunya lagi. sepertinya kota ini tidak cocok dengan manusia. mendengar itu, wajah Julie memerah.


"hm...? ada apa Julie? wajahmu memerah, apakah kamu demam?" tanya Miya.


dia melihat Julie dengan khawatir.


"eh... tidak, tidak ada. aku hanya kepanasan..." ucap Julie.


dengan nada sedikit merendah. ah.... terlalu imut!


"syukurlah, aku kira kamu demam loh..." ucap Miya.


dia menghela nafasnya.


"sepertinya terjadi kejadian menarik pagi tadi ya..." ucap Yuuto.


dia menghadapku dengan menyeringai.


"ah, tidak kok." ucapku.


wajahku sedikit terkejut. sepertinya akan ketahuan...


"ha.. ayolah, jangan disembunyikan.. apa yang terjadi? beritahu aku dong..."


dia terus mendesak ku untuk memberitahukannya, tetapi aku menolaknya. dia menyerah lalu menghela nafasnya.


continue...