
[sudut pandang Julie]
setelah kejadian itu, kami semua mengikatnya dan kemudian menyerahkannya pada para prajurit di depan gerbang, mereka bingung ketika melihat Satou membawanya.
itulah kesan pertama prajurit itu. aku tetap menggandeng tangan Julie untuk berjaga jaga. aku melihatnya yang sedang berbicara.
"dia sangat protektif" gumam ku pelan sambil tersenyum.
sementara Satou dan Yuuto sedang berdiskusi, aku dan Miya sedang duduk menunggu di dekat pos jaga depan gerbang.
"mereka sangat baik ya..." ucap Miya.
aku membalasnya dengan senyuman.
[sudut pandang Satou]
setelah kami selesai berdiskusi, kami segera berangkat meninggalkan kerajaan Roxane untuk kedua kalinya, dan menuju kerajaan Osmantus. hukuman untuk pria gendut itu adalah kerja paksa selama 4 tahun.
itu cukup untuk diet... kesampingkan itu. sekarang ini kami berada di tengah tengah perjalanan. dengan melewati jalan yang berbeda dari jalan menuju hutan elf.
...****************...
dalam perjalanan kami mampir ke desa kecil yang letaknya sedikit jauh dari hutan ilusi. aku menyebutnya begitu karena akan terdapat ilusi di dalamnya, bahkan tidak ada monster.
"biayanya 2 koin perak untuk semuanya." ucap prajurit itu.
mereka mengecek bawaan kami. setelah memberikan 1 koin perak kami di perbolehkan masuk. sedikit bernostalgia untuk desa ini. desa ini adalah tempat singgah aku, Lilith, dan Julie selepas keluar dari dungeon.
"ahh.... aku sedikit bernostalgia..." ucapku.
"Satou, kamu pernah ke sini?" tanya Yuuto.
dia melirik untuk sebentar kemudian fokus pada jalanan. sebenarnya desa ini nampak seperti kota. karena banyak petualang yang mampir.
"ya, aku membeli cincin pertunangan ku di sini..." ucapku sedikit malu.
"eh... jadi begitu..." ucap Yuuto.
dia tertawa, sepertinya dia senang. banyak orang orang menawarkan kami mulai dari penginapan, makanan, bahkan obat obatan.
"hey, pemuda di sana! kalian barusan masuk bukan? kalau begitu menginaplah di penginapan kami!" ucap wanita di depan bangunan.
"kami akan memberikan makanan yang enak!" ucap wanita lain
mereka bahkan sangat bersemangat... banyak petualang di sini...
"pelayanan yang hebat juga ada loh..." ucap pria di sana.
banyak sekali promosi... apakah desa ini memang terkenal?
"kota yang hidup yah..." ucapku.
aku menghela nafasku karena semua orang yang ramai ini... merepotkan...
"kau tahu? ini adalah kota kelahiranku..." ucap Yuuto.
"hm? apakah memang biasanya ramai?" tanyaku.
"yah...."
dia menjawabnya dengan ceria... sambil memanjangkan kata 'yah..' dia sedikit mendongak.
"....setiap bulannya akan ada orang datang ke sini kamu tahu?" sambungnya.
"apakah ada saran penginapan?" tanyaku.
dia terdiam sementara, terlihat serius, lalu segera menjawabnya.
"aku jadi rindu rumah orang tuaku, bisakah kita mampir?" ucap Yuuto.
"kupikir ide yang bagus."
aku menyetujuinya, dia sangat senang dan kemudian segera mempercepat jalan kudanya.
...****************...
kami sampai di sebuah rumah kayu tua. kereta kuda kami berhenti dedannya, dan Yuuto turun.
"hey..! adakah orang di rumah?" ucap Yuuto.
wajahnya bahagia, dan sangat menantikannya. Julie dan Miya turun dari kereta dan mendekat ke arahku yang berada di bangku kusir.
"ada apa dengan Yuuto?" ucap Miya.
dia tidak mendengarnya karena berada di kereta. sepertinya karena Gin kereta kuda kami telah berubah menjadi seperti kereta bangsawan... akhirnya aku menjelaskannya.
"ah! Yuuto!" ucap perempuan yang berumur 45 tahun itu.
dia memeluk Yuuto dan terlihat bahagia. sambil sedikit mengeluarkan air mata. reuni tidak terduga..?
"ibu..! kemana ayah?" ucap Yuuto.
dia juga memeluknya dengan bahagia...
"ah, ayahmu sedang menebang pohon di hutan." ucapnya.
"oh, ibu, bolehkah kami tinggal di sini untuk beberapa saat?" ucap Yuuto.
"untuk apa? apakah ada sesuatu yang membuatmu rindu?" ucap ibunya.
walaupun terlihat terkejut, dia tetap tenang ya...
"ah, dia temanku Satou, dia istrinya Julie. lalu ini pa...car...ku." ucapnya sedikit malu.
"oh? masih muda ya.. berapa umurmu?" ucap ibu Yuuto.
sedikit terkejut... dan bengga itulah yang terlihat.
"namaku Satou, aku pengelana, dan ini istriku Julie. umurku masih... 18 tahun." ucapku.
"namaku Miya, seorang elf, pacarnya Yuuto." ucap Miya sedikit malu.
ibu Yuuto itu terkejut mendengar kata elf yang keluar dari mulut Miya dan kemudian mengatur nafasnya yang terengah engah.
ngomong ngomong di dunia ini, sesorang yang menikah dan mempunyai anak dari ras yang berbeda akan menghasilkan half, atau biasanya gen yang paling kuat akan menentukan ras tersebut.
semisal, seorang elf dengan dark elf menikah dan mepunyai anak, anak tersebut mempunyai 2 kemungkinan. pertama akan menghasilkan setengah, kedua mungkin akan menjadi elf atau sebaliknya. yah... kesampingkan penjelasan itu.
"eh...? kalian pasangan muda ya.." ucap ibu Yuuto.
aku dan Julie membalasnya dengan senyuman. lalu memalingkan wajahnya ke Miya.
"kamu seorang elf? pacar Yuuto? kenapa bisa?"
"ibu... penjelasannya nanti saja.." ucap Yuuto khawatir.
dengan begitu, kami dipersilahkan masuk. kuda kami juga sudah kami masukkan ke kandang sebelah rumah orang tua Yuuto. mereka juga punya beberapa kuda sih... jadi kami tidak mengkhawatirkannya.
continue...