Demon King: Another World

Demon King: Another World
kembali ke pulau terpencil



setelah terombang ambing selama beberapa hari, kami akhirnya sampai. ya, kami juga membawa 2 orang baru. maksudku 1 orang baru. yang satunya Karin, dia sudah berada di pulau ini kan? tetapi masalahnya dia tidak berani mendekati desa.


satu orang yang kami bawa adalah Selfie. fakta bahwa dia ingin ikut kami adalah, dia hanya ingin memiliki pekerjaan. aku pikir di desa dia bisa menjadi petani sebagai pekerjaan.


"benarkah di pulau itu ada desa? bukankah ini pulau terpencil?" tanya Selfie.


oh iya, untuk papan statusku akhir akhir ini jarang terlihat entah kenapa... kesampingkan itu, aku menjawab pertanyaan Selfie dengan, "ya, tentu ada." lalu meminum teh buatan Julie.


sepertinya dia terlihat senang. dengan suasana yang tenang, dan tanpa gangguan.


"hey, lihat! pulaunya sudah terlihat!" ucap Miya bersemangat.


"oh, kita sudah sampai! huft... akhirnya perjalanan ini selesai juga..." ucap Yuuto menghela nafas di depan setir pengemudi.


Julie hanya tersenyum, seolah dia terbiasa melakukan perjalanan menaiki kapal.


"lelah juga naik kapal begini..." ucap Karin yang sepertinya lelah.


beberapa jam setelah itu kapal semakin mendekat dnegan pulau dan kemudian berlabuh di pelabuhan kecil yang kami buat sebelumnya.


"uwah!! papa! mama!" teriak Lilith yang berlari dari dekat pelabuhan. di sampingnya ada seorang demi human dengan seragam maid, itu Yuna.


Lilith berlari memeluk Julie terlebih dahulu. seperti anak berusia 8 tahun, dia hanya memeluk kaki Julie.


Julie mengelus kepalanya dan berkata, "kami kembali." dengan senyuman yang familiar dengannya.


"mama! siapa di sana?" tanya Lilith melepas pelukannya.


"dia Karin, teman barumu. panggil kak Karin ya. kalau yang di sana itu kak Selfie, dia ingin pindah di sini." ucap Julie.


sementara itu Yuuto dan aku menurunkan barang barang. Yuna kembali ke desa untuk memberitahu kami kembali. dan Miya menunggu Yuuto yang sedang bersamaku.


"kalau bisa bisakah saya membantu?" ucap Selfie.


"tidak masalah, lagipula saya juga sudah pernah menjadi kuli di pelabuhan." ucapnya santai lalu mengangkat salah satunya.


Karin dan Lilith sepertinya sudah akrab, dia bermain dengan senang. Julie dan Miya sedang mengobrol dan tampak dari jauh, Yuna dan yang lainnya datang.


"oh, Satou! lihat, mereka datang!" ucap Yuuto gembira.


"oh, ada berapa penduduk di sini?" ucap Selfie.


"tidak banyak sih..." ucapku kembali menurunkan barang.


selang beberapa lama Yuna datang dan berkata dengan nada senang, "selamat datang kembali." lalu di belakangnya para warga desa terlihat senang. walaupun sedikit tapi yah, setidaknya aku senang mereka menyambut kami.


"Satou, kamu sudah kembali. bagaimana hasilnya? apakah kalian mendapatkannya? dan siapa gadis itu?" tanya Joses.


"ah, yang bermain dengan Lilith, namanya Karin, dan yang membantuku ini Selfie. dia mencari pekerjaan di sini dan ingin menjadi warga di sini." ucapku.


"oh? kerja bagus! kita mendapat warga baru lagi." ucap Joses bersemangat.


"kenapa dia begitu senang?" tanya Selfie.


"ah, wajar saja, dia kepala desa di sini. namanya Joses dan untuk istrinya bernama Lulu." ucapku menjelaskan.


Selfie tampaknya mengerti dan kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya. setelah itu dia berdiri di depan kami semua dan berkata, "nama saya Selfie, mulai saat ini saya akan menjadi warga dan bekerja di sini. mohon bantuannya." dengan nada yang sedikit senang.


"kalau begitu, mohon bantuannya. namaku Joses, kepala desa di sini." ucapnya.


kami semua berjalan kembali ke desa setelah urusan di pelabuhan selesai. akhirnya kami bisa kembali ke desa ini dnegan selamat. aku rindu rumahku...


continue....