
seketika kami meluncur. great sword miliknya telah aku tangkis menggunakan pedang ganda milikku. dia menatapku dengan penuh amarah.
"oi oi, apa apaan pedangmu itu? kenapa ada dua? apakah kamu tidak kuat menahan beban pedang besar ini?" ucap orang bernama Guren.
"ah.. tidak. aku hanya menggunakan ini untuk serangan." ucapku.
aku sengaja mengatakannya tanpa sebab. sebenarnya, aku memilih 2 pedang karena jika hanya 1 aku tidak akan dapat menyerangnya secara terus menerus.
"huh? apa maksudmu...!"
dia segera menendang ku. aku segera terpental, karena tendangannya itu. tubuhnya besar, 2 kali lipat lebih besar dariku.
tubuh manusia memang lemah dibandingkan dengan tubuh iblis. hanya sedikit terbentur sudah sakit...
*cough cough*
aku memuntahkan darah karena tendangannya tepat mengenai perutku dan kepalaku terbentur tembok di belakangku. cih! sakit kamu tahu! meskipun aku adalah raja iblis. bukan berarti aku tidak dapat terluka. karena ini tubuh manusia jadi wajar.
"ahahaha! ada apa denganmu? lihat betapa lemahnya dirimu!" ucap Guren.
para petualang lain ikut bersorak. Ruu sang resepsionis kewalahan. Julie berlari mendekatiku.
"hey, sudahlah aku akan bilang. kamu tidak perlu membelaku hingga seperti ini!" ucapnya.
dia sedikit mengangkat badanku dan membantuku berdiri.
"tidak. aku tidak apa apa. aku hanya sedikit lengah saja." ucapku.
dari tatapan awal aku tahu maksud dibalik ambisi itu. ya! itu adalah nafsu! aku sengaja membuat luka, tetapi tidak aku sangka akan sesakit ini. wajah Yuuto dan Miya juga khawatir.
tubuh manusia begitu lemah... sial!
"walaupun begitu, pria itu tidak akan menyerah. mungkin pria itu akan membahayakanmu." ucapku.
dengan darah yang mengalir dari mulut dan kepala akibat terbentur dan tendangannya. aku berdiri dengan bantuan salah satu pedangku. Julie sedikit menjauh. air matanya mulai mengalir.
walau begitu aku tidak akan menyerah! ini adalah perjuanganku!
"aku akan pulih kok jadi tenanglah." ucapku.
aku berusaha tersenyum menahannya. yah, itu demi ketenangannya.
"oh? lihat! bocah itu masih berdiri walau babak belur!" ucap Guren.
dia tertawa puas akan apa yang dia lakukan. uh... aku muak dengannya.
walau berdarah seperti ini, aku tidak khawatir karena levelku yang tinggi, otomatis regenerasi ku sangat tinggi juga.
aku menjatuhkan kedua pedangku. semua orang bersorak menyebut nama Guren, dia adalah petualang S rank ya... tanpa aku sadari dia telah menjadi lengah.
"oh? ada apa bocah? sudah menyerah?" ucapnya.
nadanya angkuh sekali, walau hanya serangga kotor.
aku mengepalkan tanganku di samping pahaku. sebuah asap menguap melalui kepalanku. setelah beberapa saat, aku meluncur dengan kecepatan tinggi. tanpa terlihat jelas aku sudah tepat di depan pandangannya.
"ketahuilah! kamu telah membuat Julie ku Khawatir!" ucapku.
dengan 1 pukulan dia telah terbaring. dengan merintih kesakitan dia terduduk.
"ugh.. sialan! apa yang kamu lakukan? ini pertarungan pedang bukan!?" ucapnya.
"aku tidak peduli dengan rank atau apapun itu! tapi, jangan sampai kamu menganggu Julie ku, atau membuatnya khawatir!" ucapku.
setelah mengatakannya pandanganku menjadi kabur. uh... aku lelah. pandanganku tampak aku terjatuh... apa yang terjadi dengan ruangan gelap ini... Entah apa yang terjadi, dengan Hp yang tinggi mengapa bisa begini...
aku membuka mataku. tubuhku mulai sedikit terasa... di sampingku ada Julie yang tertidur sambil duduk di sebelah tempat tidur. dia memeluk pedangku dengan erat. aku berusaha untuk duduk.
"ugh!"
karena suaraku, Julie terbangun.
"Satou! hey, jangan mencoba duduk dulu!" ucapnya.
dia segera menaruh 2 pedang itu dan segera menidurkan aku.
"...? apa yang terjadi? kenapa tubuhku sakit... apa yang terjadi setelahnya?" ucapku.
"ah.. kamu membuat kami semua khawatir... ketika kamu terjatuh, dia ingin menusukkan pedangnya.. jadi Yuuto menyelamatkanmu..." ucapnya.
nadanya mulai merintih, air matanya mulai menetes di tangannya. ah... aku berlebihan..
aku segera duduk dengan paksa, sambil menahan rasa sakit ku, lalu memeluknya. dia terkejut lalu membalas pelukanku.
"iya iya, maaf membuatmu khawatir.." ucapku.
ah... dia hangat. aku merasa sedikit bersalah, setidaknya goblin akan menyerang. lebih baik aku bersiap.
aku melepas pelukannya, lalu berusaha berdiri. ugh... sangat sakit... tubuh ini. jika aku menggunakan tubuh iblis yang tidak akan sakit walau terluka seperti ini, aku pasti menghabisinya!
"jangan memaksakan dirimu..." ucap Julie.
"tidak, goblinnya. kita harus bersiap." ucapku.
"kamu istirahat dulu, aku dan yang lain akan mengurusnya." ucapnya.
"aku akan menyembuhkan diriku sendiri." ucapku.
aku memejamkan mataku, lalu mengucapkan mantra [healing self] tetapi tidak bekerja... ayolah, beri aku kesembuhan!
"guh! tidak bekerja... dan terasa sangat pusing..." ucapku.
"ketika sedang sakit, kekuatan iblis tidak akan bekerja... karena ini bukan tubuh iblis. jadi saat kita sakit tubuh kita tidak akan bisa mengeluarkan sihir. kamu juga menggunakan tubuh manusia, maka dari itu jangan memaksakan diri." ucapnya.
dia menjelaskannya terlalu rumit. mungkin singkatnya, saat kamu adalah setengah demon atau iblis dengan tubuh manusia, kamu hanya bisa menggunakan separuh kekuatanmu bila sehat, dan tidak akan bisa menggunakannya jika sakit. ah, merepotkan.
continue...