
setelah kami selesai membangun rumah kami semua kembali ke balai desa dan melihat para orang yang tadinya pingsan kini telah bangun, ditemani Zakira yang di sebelahnya.
"kalian sudah sadar ya?" ucap Yuuto.
"..!"
mereka yang terkejut segera menjauh dan mendekat ke arah Zakira. hm? apa kami terlihat seperti seorang penjahat?
"kalian sedang makan siang?" ucapku yang mencoba bersikap ramah.
"ya terima kasih, makanannya enak." ucap pria 1.
"hei Zakira, dimana tiga orang lainnya?" tanya wanita 1.
"hm? mereka sudah meninggal..." ucap Zakira sedih.
"apakah mereka pembunuhnya?" ucap pria 2.
"tidak bukan mereka, katanya mereka menemukan kita bersama mereka tetapi mereka sudah tidak bernafas, jadi mereka menguburnya." ucap Zakira menjelaskan.
"ya, kami menguburnya." ucap Joses
"sebenarnya siapa nama kalian? tidakkah akan sulit jika tidak mengetahui nama kalian?" sambungnya sambil bertanya.
"nama ku Miya. aku seorang elf dan juga budak dari tuan yang sama dengan Zakira." ucap wanita 1.
"oh, Miya. nama yang bagus." ucap Shaki.
apa!? dia mencoba mengambil kesempatan untuk merayunya? dasar jomblo...
"terima kasih..." ucap Miya sedikit malu.
"lalu nama saya Mikah, saya mantan maid dari adipati. saya keluar karena saya ingin mencari tuan yang lebih baik." ucap wanita 2.
"jadi ada apa dengan adipati itu?" tanya Joses.
"ya, perilakunya sangat buruk. saya kerap mendengar dia bahkan memeras uang rakyat. ketika saya berbelanja saya kerap kali mendapat kata yang agak kasar. maka dari itu saya keluar dan meminta untuk ke pulau Kupo untuk mencari seorang yang lebih baik." ucap Mikah.
"kalau begitu kenapa tidak dengan kepala desa?" ucap Yuuto.
"hei, aku sudah punya Lulu!" ucap Joses berteriak.
"sudah, jika ingin bertengkar pergilah." ucap Shaki tak acuh.
"lalu, tiga pria di sana?" tanya Arisa.
"saya adalah bagian dari awak kapal, nama saya Albert." ucap pria 1.
"saya juga adalah seorang awak kapal nama saya Pati. saya teman Albert." ucap pria 2.
"nama saya Dika, saya mantan prajurit yang sedang ingin pergi dari benua utama menuju pulau Kupo." ucap pria 3.
oh! mantan prajurit!
"kalau begitu perkenalkan nama saya Joses. kepala desa disini." ucap Joses.
"seperti yang kalian lihat, mereka semua warga ku. apakah kalian akan menjadi warga ku?" sambung Joses.
"apakah boleh?" tanya Miya.
"tentu saja, kalian sudah tidak memiliki alasan untuk kembali kan?" tanya Joses memastikan.
"ya, tetapi beberapa dari kami adalah budak. apakah tidak apa apa?" tanya Mikah.
"tidak apa, kami menyambut mu." ucap Julie tersenyum.
"sudahlah hentikan tingkah kekanak kanakan mu itu." ucap Yuuto memukul kepalanya.
"aduh, sakit! baiklah baiklah." ucap Yuri sedikit merajuk.
"ahaha, lihat Yuri merajuk." ucap Shaki menggoda.
"kau juga, hentikan perbuatan mu dasar bodoh." ucap Yuuto memukul kepalanya.
"aduh! sakit tahu!" ucap Shaki.
aku mengacuhkan mereka dan kemudian berbicara kepada mereka.
"kalau begitu perkenalkan, namaku Satou, dia istriku Julie, anak ini Lilith, dan dia maid pribadiku Yuna." ucapku.
"ah, tapi jangan salah paham, dia bukan budak kok." lanjutku panik karena mereka terkejut.
"yup, namaku Shaki, aku tidka memiliki pacar, ada baiknya ada seseorang yang bisa menemaniku." ucap Shaki memperkenalkan dirinya dengan menggaruk kepalanya.
"namaku Arisa, ras setengah anjing. aku juga masih belum punya pacar." ucap Arisa.
ada apa dengan perkenalan mereka?
"namaku Yuri! ras setengah kucing, tidak berpacaran!" ucap Yuri.
"aku Yuuto, senang bertemu dengan kalian." ucap Yuuto dengan dingin.
aku melihat reaksi Miya, sepertinya dia jatuh cinta pada Yuuto? reaksinya sama seperti saat dengan Julie.
aku berbisik pada Julie, "hey, lihatlah Miya, sama seperti kamu waktu itu ya.." ucapku lalu tertawa kecil.
"yah, sungguh memalukan." ucap Julie menanggapi bisikan ku dengan nada kecil sambil tersenyum.
"sekali lagi aku Joses, seperti yang dikatakan aku adalah kepala desa, dan ini Lulu istriku." ucap Joses merapatkannya.
"lalu kita dimana?" tanya pati.
"kita ada di sebuah pulau yang lumayan besar yang tidak berpenghuni dan kami mencoba untuk mendirikan sebuah desa disini." ucap Shaki.
wow.. rinci sekali.
"ha? yang benar saja? kita ada di pulau terpencil, dan kalian memilih tinggal disini dan membuat desa!?" ucap Dika terkejut.
"begitulah situasinya." ucap Yuuto dengan menutupkan matanya dan bersandar di dinding balai desa.
ku akui kau memang keren, Yuuto!
"anu, Yuuto, kalau boleh bisakah saya tinggal bersamamu..?" ucap Miya sedikit malu dan menurunkan nadanya.
wajahnya memerah padam dengan tangannya yang berpegangan seperti sedang berharap.
"kalau begitu, Shaki akan tinggal bersama siapa?" tanya Yuuto.
"kaku sekali kamu ini, aku bisa tinggal di tempat siapa." ucap Shaki bangga.
apa yang dia banggakan? entahlah.
"kalau begitu mohon bantuannya." ucap Yuuto.
"ya."
dengan begitu seluruh perdebatan akhirnya selesai!
continue....