
"Ha... Sudahlah, aku tidak peduli lagi... Mari berpindah lagi..."
Aku yang merasa sedikit putus asa dengan segera merapalkan mantra [Material Destruction] atau dapat diartikan dengan [Pemusnahan/penghancuran material].
Lingkaran sihir muncul, kemudian sebuah bola halus kecil muncul dari formasi lingkaran sihir itu. turun perlahan dan ketika menyentuh tanah.
*Bdoomm!!!!! *Wushh!
Ledakan hebat terjadi, angin kencang, gemuruh, dan gempa akibat ledakan kian terasa, hawa dingin berubah menjadi hawa panas akibat suhu ledakan. Sebelum sihir aktif, aku berteleportasi ke luar menggunakan skill [Teleport] yang hanya bisa digunakan ke tempat yang pernah dikunjungi oleh pengguna. Jujur skill ini tidak terlalu berfungsi saat pertarungan jadi aku jarang memakainya, bahkan saat perjalanan lebih enak menikmati waktu daripada kembali menggunakan sihir ini.
"Haa..."
Aku mendengus kesal dengan membawa bocah yang memberiku sedikit informasi tidak berguna kepadaku.
"Uh... Kekuatan yang mengerikan..."
Aku menurunkannya dengan sedikit kasar, lalu aku berkata,
"Untuk saat ini bisakah kamu diam tentang ini, aku akan pergi mulai sekarang. Sebagai pengembara, aku akan melanjutkan ke kota, kerajaan, atau mungkin desa lainnya. Aku tidak ingin keberadaanku diketahui. Bisakah aku percaya padamu?"
Si laki-laki membeku ketika aku berkata demikian. Seolah dia diberi tanggung jawab yang cukup besar. Yah, kukira itu sudah masalah besar hingga menghancurkan sebuah kota.
"Ha... Ketika kau ditanya oleh prajurit bantuan, katakan saja, 'Aku tidak tahu apa yang terjadi, ketika aku sampai itu meledak dan membuat kereta kudaku terpisah dan aku sendirian melihat kota yang hancur tiba tiba ini' atau apalah terserah. Sisanya kuserahkan padamu."
"Eh..? Eh!? Ah!? Tu-tunggu!"
Aku menghentikan langkahku dan menoleh ke bocah itu.
"Hm? Ada perlu apa?"
"Aa-aku perlu berpindah juga! Setidaknya bawa juga aku ke negara lain!"
Dia dengan panik berkata demikian dan dia mengejarku.
Ha... Merepotkan...
"Baiklah... ikuti aku..."
Akhirnya aku pun pergi dengan meninggalkan kehancuran di punggungku. Kota yang tadinya adalah lautan api, kini hanya sebuah kubangan tanah yang sangat besar. Seolah meteor menghantam permukaan dan membuatnya cekung.
Dengan bantuan bocah Loyld akhirnya sampai juga di kota selanjutnya, sebenarnya aku ingin berpindah dunia lagi, mana-ku juga sudah cukup.
Persetan dengan dunia mesum aneh ini!
Akhirnya aku meninggalkan bocah loyld di kota, dia berkata dia akan pergi ke kerajaan tetangganya tetapi aku tak peduli dengan itu dan kemudian pergi meninggalkannya dengan beberapa uang yang kuambil dari prajurit waktu itu.
Kuharap dia aman sampai ke kerajaan yang lebih aman...
Aku kemudian berjalan di tengah hiruk pikuk ramainya sebuah pasar. Beberapa menjual makanan, beberapa barang, pembeli yang menawar harga, ada pulanyang mencari barang aneh seperti nafas orang terkenal, atau apalah. Sangat aneh untuk membeli barang aneh kecuali kamu adalah fans berat atau mungkin, hanya fetish... Haa bejat!
Aku pergi keluar dan mencari tanah lapang untuk berpindah ke dunia lain lagi.
"[Dimensional Transfer]."
Seketika kejadian sebelumnya terjadi, Seluruh rangkaian deja vu, yang akhirnya sampai pada sebuah dunia dimana itu adalah kota normal, atau mungkin sedikit aneh dimana mereka terlihat murung.
Aku berjalan menyusuri jalan setapak dan menuju ke kota itu, dengan sedikit pengetahuan dari dunia sebelumnya, aku mencoba berinteraksi dengan mereka, tentu saja dengan menggunakan sihir ilusi, apalagi tandukku yang mencolok, sejauh yang kulihat, belum ada orang bertanduk... Hanya beberapa beastfolk sepeeti rat-kin dan wolf-kin.
"Permisi...."
Tentu saja aku bisa memakai bahas amereka karena skill [Dimensional transfer] sendiri memiliki fungsi lain, tertulis 'bagi pengguna yang menggunakan skill ini, maka seseorang itu akan mengetahui bahasa di dunia itu'.
"Hm? Aku tidak pernah melihatmu, apa kamu orang baru? seorang pengelana?"
"Ya, Tunggu sebentar, air apa yang ingin kau pesan? Kami tidak menyediakan alkohol di siang hari seperti ini."
"Teh tidak masalah."
"Baiklah, pesanan akan segera jadi!"
Dia kemudian berjalan menuju dapur dan seperti berbicara pada seseorang dibelakang sana, dia sepertinya memiliki staff...
"Oke, silahkan menunggu."
Dia yang kembali dari belakang segera duduk di dekat meja resepsionis dan membaca sebuah buku.
"Ngomong-ngomong, pemilik kedai, apa yang terjadi di kota ini?"
"Hm? Ah, hanya sebuah permasalahan petani, mereka gagal panen."
Oh?
[status :
Nama : Naru
Level : 50
Ras : Dwarf
Job : Store keeper
Title : Cafe and beer owner's.]
Itu menjelaskan badannya yang kecil dan janggutnya yang panjang. Kurasa dia juga sedikit kuat dibanding dwarf lain.
Sedikit menunggu sambil memulai beberapa percakapan bersama dwarf itu. Dia tertawa, marah, terkadang dia sedikit sedih. Dia memberikan beberapa pengalamannya di masa lalu.
"Tehnya siap!"
Ucap seseorang dari belakang sambil membawa sebuah nampan. Diatasnya terdapat teh yang kupesan dengan sendok diatas cangkir dan beberapa gula batu di sebuah tempat khusus di sebelahnya.
Dia keluar dan tampak dia seorang manusia, yap, dia perempuan.
Dia meletakkan teh di meja ku dan mulai meninggalkanku dengan senyum yang ramah. Hm.. kupikir aku mendarat di dunia yang bagus...
Setelah kupikir cukup berbicara dengan dwarf itu, aku kemudian berterima kasih dan meninggalkannya dengan membayar pesananku.
"Fuh.. Tehnya sangat enak..."
Aku kemudian berjalan menyusuri kota, mulai dari mencari penginapan, mencari kedai untuk makan malam nanti, juga mencari barang kebutuhan hidup lainnya seperti baju, celana, dan sepatu. Yaps untuk uang, aku menukarkan sebuah barang dengan uang dari dunia ini, tentu saja aku menjualnya dengan harga yang tidak masuk akal walaupun begitu mereka tetap membelinya.
Tak lupa aku mencari informasi dari beberapa pedagang yang kudatangi, aku juga membeli beberapa alat seperti pedang dan obat-obatan. Sepertinya kualitasnya sedikit buruk.
dari semua yang kudapat, Dunia ini memiliki 4 Dewa besar. Dewi Artemis, Dewi yang dipercaya memberikan anugrah kepada para pemburu agar bisa menambah skill memanah mereka, efek ini diterima dengan presentase 1% hingga 5% jadi sulit untuk benar benar mendapakan berkah ini. Ada pula dewa Thanatos yang merupakan dewa kematian. Orang dunia ini percaya ketika orang meninggal, jiwanya akan diangkat menuju kedamaian dan kemudian direinkarnasikan sebagai manusia kembali atau ras lain.
Dari ke dua itu, ada juga Dewi Pallas, merupakan dewi cinta. Konon katanya dewi ini dapat menentukan cintamu, ketika kamu berdoa, maka kamu akan merasakan gejolak cinta yang tak terduga entah itu dari temanmu sendiri atau sahabatmu, bisa juga musuhmu. Walaupun kepastiannya juga belum pasti akan langsung terjadi.
Yang terakhir adalah Dewa Chronos, awalnya dia adalah dewa pertanian dan kesuburan yang kemudian menjadi dewa penguasa setelah menggulingkan dewa Uranus yang kemudian menikah dengan seorang manusia, dia sangat mencintai istrinya. Namun, suatu saat dia diberi ramalan bahwa dia akan mati di tangan anaknya, sehingga dia membunuh semua anaknya yang terlahir. Istrinya yang kecewa kemudian bunuh diri yang menyebabkan Chronos tidak lagi percaya pada manusia.
Perang para dewa pun dimulai dengan dimulainya invasi pasukan dewa Chronos yang turun dan menghancurkan ras, begitulah mereka menyebutkannya. Ras sendiri adalah segala kehidupan di dunia ini sebagai eksistensi yang menentang kebijakan Chronos yang ingin menguasai dunia dan menghancurkan segala kehidupannya. Dewa lainnya hanya bisa memberikan anugrah kepada umatnya agar terus berjuang, mereka terus berusaha secara tidak langsung agar tidak merusak dunia ini. Chronos sendiri sebenarnya sudah melanggar aturan dari dunia, yaitu turun ke dunia dan menikah, memiliki anak dengan manusia itu dan akhirnya dia tidak bisa lagi kembali ke alam dewa.
Sebagai gantinya dia memiliki kekuatan yang besar, dia kerap kali tertawa sendiri dan kemudian pergi menuju tempat aneh seperti penyembah satan, yang lalu dia menghilang dari kehidupan. Dipercaya bahwa Chronos masih hidup dan terus mengawasi hingga membuat kastil hingga prajuritnya sendiri dimana dia akan menyerang manusia kapanpun dia mau.
Continue....