
setelah keluar dari guild itu, kami langsung menuju penginapan. di penginapan, lantai 1 atau tepatnya bar. tempat itu dipenuhi oleh petualang, dan warga di sini. walaupun tidak sebanyak di kota Cave.
"di sini sungguh ramai." ucap Miya.
dia memandangi sekitar.
"hm... di sana ada tempat duduk kosong untuk 4 orang." ucap Yuuto.
dia menunjuk meja yang kosong lalu berjalan ke arah sana, kemudian di susul oleh kami.
"suhu di sini sangat berbahaya... kalau siang sangat panas, tetapi saat malam akan dingin..." ucap Yuuto.
sambil berjalan dia mengucapkan itu, lalu duduk di tempat itu. kami menyusulnya, lalu seorang pelayan bar datang mendekati meja kami.
"selamat datang, silahkan pesan." ucapnya.
dia dengan ramah mengucapkannya, bajunya yang terbuka membuatnya terlihat seperti seorang berandalan. apakah tidak dingin? itu mungkin pertanyaan milik Yuuto.
bagi kami demon, kami memiliki fisik yang kuat, juga mana yang banyak. intinya kekuatan tubuh kami jauh lebih besar. juga, Demon biasanya memiliki kulit yang sedikit lebih gelap dari manusia. tetapi untuk Julie, dia mewarisi kulit ibunya. jadi dia hanya memiliki mana yang banyak.
untuk elf itu sendiri, biasanya mereka terbiasa akan suhu dingin karena suhu tempat mereka tinggal adalah hutan. tentunya dingin bukan?
"kalau begitu, aku akan memesan daging kadal panggang, juga untuk minumannya, tolong air putih saja." ucap Yuuto.
"aku akan memesan sop biasa, untuk minuman air putih saja cukup." ucap Miya.
"daging sapi panggang, minumnya air putih." ucapku.
"aku sama dengan dia." ucap Julie.
jawaban singkat, tetapi sepertinya sang pelayan bar cukup pengertian. dia kembali ke meja utama, dimana sang pemilik penginapan sekaligus bar sedang membuat minuman. sementara kami mengobrol.
sesorang mendekati kami. lalu duduk di sisi lain meja. dia Yuyun, sang resepsionis guild.
"yo, jadi ceritakan tentang auramu." ucapnya.
setelah menyela dan bertanya seperti itu, seorang pelayan bar datang memberikan sebuah bir. dia memesan bir ya...
"jadi perlu kah aku ceritakan?" ucapku.
sebelumnya aku pernah menceritakannya ketika pemanggilan. aku menceritakannya kepada Lilith secara singkat. lalu aku juga menceritakannya kepada Julie teyapi tidak terlalu detail.
"aku adalah raja iblis [demon king]." ucapku.
walaupun begitu dia tidak terlalu terkejut.
"begitu ya..." ucapnya.
di dunia ini raja iblis [demon lord] disebut sebagai bencana. sedangkan aku raja iblis [demon king] seperti yang aku ucapkan sebelumnya. penulisan di dunia ini berbeda antara [demon lord] yang merupakan makhluk yang haus akan kekuatan, sedangkan [demon king] sendiri adalah ras demon yang menjadi raja dan memimpin ras mereka. mungkin bukan hanya ras demon itu sendiri, tapi seluruh ras layaknya raja.
"itu penjelasannya kurang lebih." ucapku.
"....."
dia terdiam, sementara pesanan datang. Yuuto, Miya, dan Julie mendengarkan cerita kami dengan tenang, lalu memakan makanan di meja dengan perlahan.
"raja iblis...."
dia bergumam pada dirinya.
di duniaku sendiri memang ada guild, dan sistemnya sama... lagipula jaman dan semua ini hampir sama.... seperi bangunan pada era pertengahan, posisi raja dan bangsawan, lalu orang orang fantasi, seperti demon, elf, dan demi human. ada juga dwarf. ya kalian tahu kan. dunia ini dan duniaku memiliki kesamaan.
"apakah boleh aku ikut ke dunia mu?" ucapnya.
walaupun tiba tiba, aku tidak terkejut dnegan rencananya.
"boleh kok, tapi aku harus mencari tahu cara kembai ke duniaku." ucapku.
"hm... cara kembali ya..." ucapnya.
dia bergumam dengan jawabanku.
"aku mendengar rumor ada skill yang membuat penggunanya dapat berpindah dunia hanya dengan mana. tetapi resiko yang didapat adalah jika mana tidak cukup akibatnya penggunanya akan mati, atau jika dia beruntung maka dia akan bisa sampai ke dunia lain tetapi dia tidak akan tahu dunia itu." ucapnya.
"hm... lalu kemungkinan lainnya?" tanya Yuuto yang penasaran.
"kemungkinan lainnya, kalian tidak akan bisa kembali atau dalam bahasa kita, hilang ke dimensi kegelapan dan tidak bisa kembali." ucap Yuyun.
continue...