Demon King: Another World

Demon King: Another World
Sebuah Pertemuan



Pagi harinya setelah kejadian semalam, aku memutuskan untuk melapor ke guild tentang pembunuhan tersebut namun, sebelum itu mari kita bangunkan Zifa sebagai saksi dan berangkat ke guild.


"Zifa, Bangun... Hari ini kita akan ke guild untuk melapor."


"Unghh..."


Zifa yang mengerang dan meregangkan badannya terbangun seolah melupakan temannya yang telah mati.


Setelah itu kami berangkat menuju guild dengan Zifa yang mengenakan tudung untuk menutupi wajahnya.


*Kring!


Bell tanda orang masuk berbunyi. Kami masuk dan langsung menuju ke Resepsionis.


"Ah! Satou!  Bagaimana questmu semalam? Aku khawatir kamu belum kembali! Ah juga kata Leon Party grace terkena serangan dan hanya Leon yang selamat."


Hm? Apa apaan cerita karangannya itu?


"Yah.. Quest kemarin lancar dan ini bukti pembasmiannya, lalu tentang party grace aku tidak yakin mereka terbantai oleh monster, nyatanya kemarin aku bertemu mereka tergeletak tak bernyawa di dekat hutan ketika aku selesai dengan questku."


Ucpaku yang tengah mengambil hadiah questku.


"Hah!?"


Wanita itu berteriak tidak percaya lalu melanjutkannya dengan, "Apa kamu memiliki bukti berdasarkan ucapanmu?"


"Daripada bukti, mungkin aku memiliki saksi bisunya, kan Zifa?"


Ucapku menengok kearah wanita bertudung yang melepas tudungnya.


"Zifa!? Eh!?"


Wanita resepsionis itu terkejut dengan apa yang dilihatnya hingga dia mengusap mata seakan tak percaya bahwa masih ada salah satu anggota party yang masih hidup dan itu adalah penyihir bijak Zifa,


"Ya, Aku masih hidup. Aku akan menjelaskan situasinya."


Dan dimulailah cerita dari Zifa yang kala itu berpisah dariku, untuk menjalankan quest bersama party, ketika pembasmian selesai, mereka memutuskan untuk makan malam karena hali mulai gelap, dan arena jarak kota dengan mereka lumayan jauh. sekilas dia curiga dengan tingkah laku Leon yang mencurigakan dan seperti menaburkan sebuah ramuan.


"Disitu aku merapalkan sihir anti racun tapi ternyata efeknya lebih kuat dari yang kubayangkan. Dan ketika aku menahan penyebaran racunnya, Satou datang membantu."


"Hm.. Baiklah, aku akan memasang bounty untuk Leon, sialan! Padahal healer itu cukup langka tapi dia malah melakukan hal seperti itu."


Sang resepsionis mencibir dan terus mengeluh sembari membuat sebuah bounty, disitu tertera Leon dengan hadiah bounty 10 koin emas. Yah itu tidak setara dengan uang yang dia ambil sih... Yah setidaknya aku butuh 10 koin emas itu, aku akan mencoba menyusulnya.


"Ah, ngomong ngomong Zifa, ini kompensasi karena kejadian yang hampir mengancam nyawamu, setidaknya ini yang bisa kami berikan."


Kata perempuan itu dan memberikan sekantung kecil penuh dengan koin silver. Mungkin sekitar 20 koin silver? Sekitar 2 koin emas...


"Hm... Zifa, apa kamu ingin membalas dendam?"


Ucapku yang tertarik dengan hadiahnya.


"Jujur aku tidak peduli, aku sudah ada tunangan, mungkin setelah ini aku akan menikah saja dan menetap di kota ini."


Ucapnya yang semula sedih menjadi seorang yang pendiam seperti biasa dengan ekspresi sedikit cerah. Setidaknya dia sudah tidak memikirkannya.


"Baiklah kalau itu maumu, aku akan mengambil hadiahnya, jadi dengan ini aku akan mencari dia."


Ucapku yang berjalan pergi meninggalkan guild.


Mereka terdiam dan hanya memandangiku dari jauh hingga akhirnya aku keluar dari guild itu dan mendekat kearah gerbang.


"Hey, Satou! Quest lagi?"


Ucap salah satu penjaga.


"Tidak, apa kamu tau Leon? Kemana dia pergi? Aku sedang mencarinya sih."


"Leon? Semalam dia berjalan dengan tergesa gesa, dan ketika aku bertanya dia hanya berkata 'aku sedang terburu buru saja' dan kemudian pergi ke arah kerajaan Erefu."


"Ah, okelah. Terima kasih! Ini untukmu!"


Ah... Walau aku berharap sesuatu yang menarik, tetapi kalau langsung berperang itu sedikit... Ah sudahlah mari kita sedikit pemanasan!


"Hup!"


*Duar! *Btomm!


Fyuhh sedikit panas. Haha! biarlah aku sedang senang saat ini ahahaha!


Sesaat ketika aku mengalihkan perhatian, seorang pemuda dengan pedang mithril ditangannya dan tengah terpojok melawan beberapa kroco.


Hm... Teleport sepertinya asik.


*Ctang!


"Oi, apa yang kamu lakukan?"


Sesuatu yang aneh... Sepertinya itu berasal dari pohon besar itu. Ada apa dengannya? Atau ada senjata didalamnya? Tidak mungkin sih.


Dengan nada keheranan dia menjawab "Hah?" dan karena kata itu aku melihat sekelilingku untuk memastikan sesuatu yang aneh.


"Seorang manusia? Dengan elf? Anak-anak?"


Heh... Keluarga bahagia? Mungkin mereka berkeluarga?


Terdengar para kroco itu menjauh dariku dan berkata, "Dasar makhluk terkutuk!" Atau apalah...


Seketika mereka bergerak maju namun bukannya menancap pedang itu hanya menyentuh bagian tubuhku tanpa melukainya seolah tubuhku kebal. Eh...? Hanya segini kekuatan mereka...? Ha.... Membosankan...


"...."


"Apa itu yang dimaksud dengan serangan?"


"Sigh! Dasar monster!"


Dan kemudian dia mengayunkan pedangnya dengan membabi buta.


Ha... Apa apaan ini... Permainan anak kecil? Mengganggu sekali...


Dan dengan sedikit jentikkan tanganku, dia kemudian terpental jauh dan akhirnya? Tidak perlu disebutkan... Inikah yang disebut terlalu kuat...?


Oh? Orang itu membuat kuda kuda setelah ditolong? Hah? Sebentar, dia berlari ke arah mereka? Anak muda memang sulit yah... Apalagi kalau sudah punya pacar... Tapi aku juga punya istri!! Aku lebih berpengalaman darimu sialan!!


"Emh... Maaf mengganggu, tapi apakah sopan begitu? Dan bisakah kamu menjelaskan apa yang terjadi disini?"


Aku melihat dia yang melepaskan pelukannya lalu menjawab, "Ini Medan perang, kupikir wajar saja kamu tidak tahu."


"Oh? Sangat tidak menyenangkan bukan.. Datang disaat perang tanpa persiapan..."


Ucapku sedikit kecewa karena bukan tujuanku membantu perang berjalan. Ah, aku lupa.


"Ah, Aku Satou, emh... Sebut saja aku pengembara yang sedikit kuat?"


"A-ah, aku Luke, dan dia istriku.. Anak angkatku Meli... Yah, Kamu menyelamatkan kami..."


"Hm... Ketidaksengajaan. Aku juga tidak berpikir akan sampai di Medan perang."


Ucapku sambil melihat sekeliling, oh? air mancur yang bagus...


Setelah kejadian itu, kami mengungsi untuk mencari tepat aman, namun aku perlu untuk tetap mencari Leon, semua ini demi hadiahku!


Ketika aku berjalan, aku sempat berpapasan dengan Leon, agh! Aku sedang membantu orang tapi malah bertemu dia!? Sialan kau Leon! Akan kukejar kau!


Aku sedikit menjelaskan tentang tandukku yang sempat dikira 'Demon Lord' dan sebagainya. Yah aku tidak mempersalahkannya sih, baiklah mulai kali ini aku akan menyamarkannya.


Semalam berlalu aku memutuskan untuk berpisah karena suatu urusan, yaps urusan bountyku!! Aku harus mencari Leon dan memastikan membawanya kembali!


Continue...