
[sudut pandang Satou]
ketika Julie selesai mandi kami segera berangkat. dan ketika kami sampai, Lance sudah selesai menjelaskan jadi dia mengulanginya lagi untuk Julie. aku ikut mendengarkan karena skill yang kumiliki tidak terbatas jadi aku juga bisa menggunakannya.
"ah... begitu ya!" ucap Julie.
sepertinya dia mengerti.
"baiklah kalau kalian mengerti, ayo kita mulai!" ucap Lance.
kami pun berlatih dari pagi hingga sore, aku di sana cuma melihat mereka berlatih, yah lagipula aku sudah tahu caranya.
rasanya seperti menggunakan cheat, aku ingin berlatih tapi kekuatanku terlalu besar, ah sudahlah mending berdiam diri!
aku memutuskan untuk melihat mereka dan memperhatikan apa yang diajarkan, ketika aku sedang fokus, istri Lance keluar sambil membawakan teh,
"ini tehnya silahkan." ucapnya dengan ramah.
aku menjawabnya "terima kasih." sambil meminumnya. tak terasa latihan tersebut sudah selesai.
"hei Satou, sepertinya ini tidak akan memakan banyak waktu, kita cuma butuh 1 hari untuk melatihnya dan besok adalah yang terakhir." ucap Lance yang kagum akan hal itu.
aku terkejut dan berkata,
"eh!? apa itu cukup?"
"ya itu cukup, apalagi mereka mudah memahami prinsip sihir ini" ucap Lance sembari duduk di sebelahku.
iya juga, Lilith yang seorang jenius, dan juga Julie yang mudah paham, tidak, mungkin lebih tepatnya mereka berdua itu jenius?
mengesampingkan itu aku kembali ke mansion bersama Lilith dan Julie.
...****************...
kami sampai didepan mansion dan kami segera masuk, seperti biasa aku yang akan memasak makan malam tetapi kali ini aku dibantu oleh Julie.
sebenarnya Julie adalah half-demon, tetapi penampilannya cenderung mirip dengan ibunya yang seorang ras dari human, walau dia terlihat seperti ras human dia memiliki darah yang turun dari ayahnya yaitu demon, maka dari itu dia disebut half-demon.
"makan malam sudah siap!" ucapku kepada Lilith yang menunggu di ruang makan.
aku menaruh makan malam di atas meja dan menatanya dibantu Julie. kami memakan makan malam tersebut dengan lahap dan kami menghabiskannya.
kami kemudian kembali ke kamar kami masing masing, setelah sampai dikamar, karena udaranya panas aku segera melepas bajuku dan setengah telanjang (seperti orang yang cuma pakai celana doang). aku pun terlelap dalam kegelapan.
seketika aku merasa seperti ada orang yang menyentuhku, aku secara refleks membuka mataku dan terkejut. ternyata Julie, tapi dia terlihat ketakutan.
"ada apa? tengah malam begini membangunkan ku?" tanyaku dengan nada berat karena masih mengantuk, aku pun segera duduk dan melihat kearah Julie yang ketakutan.
dia berkata dengan nada gemetar "sepertinya ada yang mengawasi kita, aku takut dia ingin membunuh kita"
huh? aku tidak salah apa apa loh? memang siapa yang mau membunuh Julie?
"hm... sepertinya memang tidak ada orang, apa kamu tidak enak badan?" tanyaku.
"tidak, tapi tadi aku merasa sedang diawasi!" ucap Julie.
aku memeluknya dan kemudian berkata "tenanglah, selama ada aku disini akan aman, ok? apa kamu mau tidur denganku lagi?"
"apa boleh?" jawab Julie.
"iya boleh." jawabku.
akhirnya aku pun tidur bersama Julie. aku kembali terlelap.
...****************...
matahari kembali bersinar menerangi setiap sudut yang gelap di mansion. aku segera bangun dan mandi. setelah selesai aku kembali duduk terdiam.
"......"
kemudian Lilith tanpa mengetuk pintu masuk dan berkata,
"kak Julie! kakak! makanannya sudah siap!"
aku menoleh kearah Lilith yang tampaknya sudah mengetahui situasinya.
"pagi kakak! sudah bangun yah?" ucap Lilith dengan senyuman.
"pagi Lilith, apa kamu sedang membuat sarapan?" ucapku.
"ya, walau tak seenak masakan kakak!"
seketika Julie terbangun dan duduk,
"pagi...." ucapnya sambil sekeliling.
"ayo kak Julie sarapannya sudah siap! setelah itu kita juga harus berlatih, ini kan hari terakhir kita!" ucap Lilith.
setelah kami sarapan Lilith dan Julie berangkat,
"kami berangkat!" ×2
"ya hati hati!" ucapku
kemudian aku berencana berkeliling desa sambil melihat situasi desa elf.
tampaknya aku bisa sedikit membantu para elf dalam bertani.
"anu... ada yang bisa saya bantu?" ucapku kepada para elf yang sedang bertani.
"ah... manusia! apa boleh?" ucap elf tersebut.
"ya aku tidak keberatan." ucapku dengan senang hati.
aku kemudian bergabung dengan mereka untuk menanam sayuran. setelah cukup membantu sebagai imbalan telah membantu aku diberikan satu keranjang sayuran.
"terima kasih telah membantu kami, ini terimalah! walau tak seberapa, kami akan senang jika ini akan berguna untuk anda." ucap salah satu elf dan memberikanku keranjang berisi sayuran
aku menerimanya dengan senang hati dan berkata "terima kasih, akan saya terima dengan senang hati." aku tersenyum ramah kepada para elf yang berada di sekitarku, kemudian aku segera menuju ke tempat pandai besi.
*TANG!!!! TANG!!!!! TANG!!!!*
suara palu yang membentur terdengar sampai di luar.
continue.....